14 Apr 2016

King and Queen of Jannah

Biarkan aku bercerita tentang ayah dan ibuku untuk mengisi sore ini. Mungkin aku rindu.



Jika ada pertanyaan "Suara apa yang paling merdu yang pernah kamu dengar?"
Ingin kujawab, "Suara lantunan ayahku ketika mengimami Maghrib, dan suara ibu ketika mengaji."

Bagiku di masa kecil, shalat Maghrib adalah shalat yang istimewa. Layaknya sajian makan malam, adalah hal yang tak pernah ingin kulewatkan. Mungkin pada shalat yang lain aku sering khilaf atau bolong, tapi tidak untuk Maghrib. Karena Maghrib adalah bagian pendahuluan dari jam kualitas keluarga.

Ayah dan ibuku hanya pegawai kantor biasa. Mereka berangkat pukul enam pagi dan kembali sekitar pukul lima sampai tujuh petang. Bahkan jika harus lembur, jam 9 baru sampai rumah. Jika keduanya pulang tepat waktu, maka Ayah akan menjadi imam Shalat Maghrib. Apabila belum sampai, maka Ibu lah yang menjadi imam bagiku dan adik tunggalku. Lantunan Qur'an mereka terekam dalam memoriku sampai-sampai aku bisa menirukannya.

Ayah dan ibuku bukanlah ustadz dan ustadzah. Jadi dimaklumi jika ternyata seiring tumbuh dan belajar, kutemukan keliru-keliru kecil dalam bacaan mereka. Bila kukoreksi, mereka mengucapkan terimakasih. Aku sangat bersyukur terlahir di keluarga ini.

Ayah dan ibuku terlahir dari keluarga berlatar belakang Islam yang kuat. Pendidikan agama yang mereka terima sejak dini terutama yang membentuk karakter dan keseharian mereka. Lagi-lagi, momen Maghrib menjadi istimewa karenanya. Mereka secara bergantian akan tilawah sekitar 30 menit hingga 1 jam. Kadang diberi bonus pembacaan arelah tinya.

Pada masa pubertas, aku bandel dan sering menolak ajakan ibuku untuk berjamaah. Shalat sendiri di kamar mejadi preferensiku. PR dan tugas menjadi alibiku. Padahal kalau dipikir sekarang mah, lebih milih jamaah shalat daripada ngurusin tugas. Hehe.

Pada saat SMA, berhubung aku di sekolah asrama, maka imam shalat Maghrib (dan shalat lainnya) selalu berganti. Karena berlatar belakang islami, maka kualitas guru dan imam di sekolah tersebut tentu sudah tak diragukan. Suara mereka indah, makhraj dan tajwid benar, kualitas tinggi. Tapi tetap lantunan ayah yang menang di hati.

Kini, setelah tiba masanya berpikir untuk memilih kriteria ayah untuk buah hati di masa depan, kurasa aku ingin menyematkan "bacaan dan lantunan Qur'an yang baik dan benar, tartil," ke dalam daftar kriteria. Aku punya beberapa contoh yang aku taksir lantunannya, sayangnya mereka sepertinya sudah laku. Ada sih yang single dan cukup kukagumi, tapi sepertinya kecil bagiku untuk bisa menjadi pilihan hatinya. Sst.. sudah ah. Masih ada beberapa calon lainnya, nanti ketahuan :p

---
RRR, 14.04.16

29 Mar 2016

March's 7th post








 Haha, this sucks hand drawing. Kesambet setan apa lu Ri, posting hal beginian?

Gak pantes jadi arsitek, kata pembimbing. Mendingan buru-buru lulus biar bisa belajar hal lain untuk banting setir.

Dan beliau yang tidak pernah membalas sms dan whatsapp ku akhir-akhir ini. Terpaksa ku mencegatmu, pak. Mungkin Bapak lelah, saya pun.

Maaf pak, Insya Allah ini dua bulan terakhir saya dalam bimbingan bapak. Insya Allah saya akan mengakhiri tatap muka yang berlangsung selama kurang lebih 4 semester ini. 3 semester untuk Pra TA, dan 4 bulan TD dan PD. Juga 5 tahun dalam bimbingan akademik bapak.

Tak heran bapak bosan melihat saya. Sejak bapak jadi Kaprodi, lalu Kajur, balik Kaprodi lagi, hingga kini bergelar Professor. Saya masih saja berstatus mahasiswi. Tapi saya mohon pak, saya ingin akhir yang menyenangkan. Perpisahan yang indah denganmu, pak.

*hela napas*

Sudahlah pak. Nyatanya kelakar saya tentang menjadi sastrawan pun hanya mimpi di siang bolong. Saya tertampar pak, dengan lebih banyaknya sastrawan mahir di DTAP ini dibanding saya. Bapak benar. Saya hanya tidak fokus. IP bahkan belum mencapai tiga. Biarlah. Saya ingin selesai saja, sudah cukup.

*hela napas lagi*

Pak, mohon bimbingannya untuk dua bulan (yang insyaAllah) terakhir ini ya pak. Karena Allah bersama orang-orang yang bersabar, tawakkal dan berpikir. JanjiNya lah, akan menaikkan derajat orang-orang yang berilmu. :) :)

28 Mar 2016

Dialog Rahasia

Ini tentang Pi. Sebuah angka bermakna ganda. Tentang keambiguan pasti.

Ini tentang duapuluhdua per tujuh. Tentang angka kembar genap dibagi dengan angka tunggal ganjil. Duapuluhdua jam dalam tujuh hari. Atau sebaliknya, duapuluhdua hari dalam tujuh jam.

Ini tentang tiga koma satu empat. Tentang angka desimal yang pasti. Tentang dua angka yang seharusnya berulang tapi dipersingkat, mengekor di belakang tiga koma.

---
RRR 28.03.16
Hari yang ambigu dan hujan

23 Mar 2016

Hey You

Maybe this is the second and last post i make today. And it's just some trashy diary as always.

Truly deep inside, i don't know me. I only know me physically. I don't know what i should do. Feels trapped inside my big and old body, but still an immature kid inside. I don't know me.

Hey you, who are you truly? Are u really a girl with that good side always yours? Or do you have an unsaid bad side. The real you, maybe?

That white rose, is that rose still as white as before? Or someone hurt by your torn, then leave some blood note on your deep honey? The self in your existence now, who is she?

U lied about u wanna be an architect. U don't even show it through your pencils. You lied abot having drawing hobby. You're not deserved to be an architect! You, only trash that interfere pearls. At least do something you should!

:(

Melancholia Ministra

Gelisah

Ada hampa di keramaian
Ada jurang antara gunung

Tapi

Ada sunyi di antara gaduh
Ada terang di tengah hutan

Ada pula,
warna di sela abu
pelangi di balik hujan

Tapi

Ada tinta mengukuh diri
di balik cat berwarna warni
Ada ruang menelungkup bidang
berdiri, megah tanpa bimbang

Ada rasio mengaku sudah
padahal hati menggumam
Belum

---

RRR 23.03.2016
Sehari sebelum sidang TD
dan akhirnya aku bisa menangis..

10 Mar 2016

Sang Pembangkit Aksara

Ingin bermain kata
Dengannya, Sang Pembangkit Aksara
Penaku lama mati suri
Kudengar ingin menari

Sang pembangkit aksara
Duhai Tuan, tarik aku dalam pusaran
Aku di hadapmu menjelma puan

Tapi ah, jangan terlalu dalam!
Tak mau lagi tenggelam
Kecuali jaminan sekoci

Rimie Ramadan
Yogyakarta, 10.03.2016

8 Mar 2016

Kemuning dari Merapi (2)

Senyum manis gadis itu masih sama. Merayapkan rona di wajahnya. Gadis itu bersenandung sembari tangannya lincah memetik si keriting merah di ladang. Hampir kuangkat tanganku untuk melambai padanya, tapi wajah indah itu keburu menoleh dan tersenyum.

"Mas, mas. Bangun mas, sudah sampai." sebuah suara diiringi tepukan tak terduga menjemputku ke dunia nyata. Bapak supir taksi yang telah menghanguskan kebahagiaan singkatku. Sialan, ternyata aku begitu merindu Kemuning.

Matahari mulai sendu, mengundurkan diri bersama kumandang adzan maghrib. Lelah menganjurkanku untuk sekedar menghabiskan hari pertama ini di sekitar hotel saja. Biarlah esok menjadi petualangan yang panjang.



"Mar, sudah sampai mana?" pesan dari Gadri, sohibku yang menetap di Jogja setelah kuliah. Rencananya ia yang akan menemaniku ke Merapi hari ini.

"Sudah di hotel M, sejak kemarin sore." balasku.

"Baiklah, kujemput jam 9 ya. Aku janji sarapan dulu dengan pacarku. Apa kau mau ikut?"

Aku tersenyum kecut. "Sialan. Sudahlah, nikmati saja berdua."



Jam 9 lebih 15, aku dan Gadri berangkat ke Merapi. Kami mengunjungi TPR terlebih dahulu, lalu menikmati tour de lava dengan Jeep sewaan. Liburan kali ini ingin kunikmati ala turis luar kota, karena waktu 3 hari terlalu singkat untuk mendaki. Namun sebelum pulang, kuminta Gadri mengantarku ke tempat pak dukuh. Sekedar memberi salam adalah tujuanku. Bila dapat kutemui Kemuning, itu sebuah bonus yang setara dengan durian runtuh.

"Assalamu'alaikum." ucapku sambil mengetuk pintu. Selang beberapa menit, terbukalah pintu dan wajah ibu dukuh muncul.

"Wa'alaikumsalam warahmatullah. Eh, nak Damar! Maa syaa Allah, ibu kangen sama kamu. Ayo masuk, silakan!" pintu yang agak seret sedikit dipaksanya agar terbuka lebar. "Duduklah. Tunggu sebentar, ibu bikinkan minum!"

Aku menolak sopan, tata krama Jawa yang tak kulupa. Tapi berharap dalam hati, agar yang muncul adalah sesosok gadis berambut bak mayang terurai, dengan mata berbinar menyambutku. Egoisnya aku, bahkan berani menaruh harap setinggi itu.

Sejenak kudengar suara motor mendekat dan berhenti. Di saat yang sama, bu dukuh membawa baki berisi dua gelas sirop merah. Musnah harapanku, umpatku dalam hati.

"Nak Damar, dan um.. siapa nama adik ini? Nah, kebetulan bapak baru sampai tuh. Syukur bisa ketemu." ibu langsung berjalan cepat ke arah bapak dan mengabarkan kedatanganku. Pak dukuh terdengar senang. Ia melangkah gembira.Tak sabar ingin kutanyakan kabar Kemuning padanya.

-bersambung-

Yogya, 8. 3. 2016
Rimie Ramadan

4 Mar 2016

Untitled Sadness

Let me make this as my therapy. Again.

Hey, my blog. I feel like i wanna cry, but I don't. I feel my chest swollen and cloudy. Dunno who will mend this. In the other side, i should finish my Design Transformation stage for my final project. Huuuuuh, i don't know why i should feel like this today of other days.

Hey there, i think i need a hug to let these tears burst. But who? Now i'm in a lack of boyfriend. Those idols can't be real either. Who should i take a bow for?

Only to him, i ever let my eyes water. Only him, who let his shoulder to me lean. But it's not the right time to think of him. He has another girl after all. Not only a girlfriend, rather a wife-wanna-be.

What should i do? What should i do?

Back to Allah. Allah. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun.

He's the One to create. He's the One who taken care of all soul. In His hand, i believe. And i need somebody to guide me to Him. Yaa Rabbii, You are the One who knows your creature's heart. Please tell me, what's going on with me?

RRR. 04.03.2016
@Labkom DTAP UGM

23 Feb 2016

Hanya, Cinta di Ujung Senja

Tajuk yang menikam, kelam
Sayup berdengarau, kacau
Melesat mega, mengukir senja
Dalam, di antara gurat temaram

Kabut, sampai kapan mengawang biduk
Biduk menggulir riak, dalam tak lagi
Bumi dihanyut, sajak mengalun
Kapankah Tuan sudi mengambil?

Disuguh hati dalam bejana emas
Dihias rindu berlantun dzikir
Namun tiada tahu
Bilakah Tuan kan mampir

Dua hati di ambang bimbang
Terpetik dalam irama riang
Namun di balik bejana
Hanya,
Cinta di ujung senja

Yogyakarta, 23 Februari 2016
Rimie Ramadan

30 Nov 2015

Kemuning dari Merapi (1)

Namanya Kemuning. Gadis ayu putri bapak dukuh di dusun Karangkendal di Puncak Merapi. Aku menjumpainya tahun 2009 kala melaksanakan tugas KKN dari kampus. Kulitnya hitam manis, eksotis. Rambut hitamnya terurai panjang di kala senja, namun terikat rapi pada pagi hingga siang ketika ke ladang. Sungguh tipikal gadis Jawa idaman.

Kemuning selalu menjadi pembicaraan tim KKN ku. Terutama para jejaka yang masih jomblo. Bahkan Tyo, ketua tim kami sempat meminta nomor ponsel si gadis. Permintaan itu ditolaknya dengan kalimat "Saya masih sekolah, mas. Ndak diijinkan bapak pegang ponsel." Kompak kami mengejeknya selepas kejadian itu.

Selepas lulus, aku mengisi waktu luang sebelum wisuda dengan naik gunung. Beberapa kali kusempatkan mengunjungi rumah pak dukuh. Beliau membuka pintu dan menyapaku, "Wah, mas Damar. Piye kabare mas?" Dan menyuguhkan teh hangat yang dibawakan oleh istrinya atau Kemuning. Kadang pun aku menumpang bermalam jika cuaca kurang baik untuk meneruskan perjalanan. Bapak dukuh sampai menganggapku sebagai anaknya sendiri.

Kini, sudah lima tahun berlalu. Lelah dan penat pekerjaan di Jakarta membuatku ingin rekreasi. Kutapaki diri ini kembali ke kota yang tak lekang waktu bernama Yogyakarta. Kota dimana tiap orang yang pernah singgah atau menetap akan merasa "kembali pulang".

Begitu banyak kejutan yang kudapat saat menelusur jalanan kota ini. Jauh, jauh sangat berubah. Tidak lagi seperti dulu. Tepi jalannya telah ditumbuhi pencakar langit. Sembari menikmati suguhan pandang Yogyakarta, anganku menarik diri kepada Kemuning. Pasti ia telah tumbuh menjadi wanita yang mempesona. Sedang apa dia? Masihkah bercocok tanam seperti dulu? Atau sedang menempuh perkuliahan? Jika iya, pastilah ia gadis yang paling cerdas dan akan segera lulus. Tak sadar aku pun terlelap dan berjumpa dengannya dalam mimpi.

-bersambung-

Yogya, 30.11.2015.
Rimie Ramadan

5 Nov 2015

Henry Maclaine Pont

"Arsitektur adalah bagian dari kegiatan manusia dalam menciptakan sesuatu untuk dirinya agar keluar dan menundukkan alam."

Arsitek berdarah Belanda ini lahir di Jatinegara pada 1885. Latar belakang pendidikannya adalah Insinyur Pertambangan. Namun melanjutkan studi arsitektur di THS Belanda.

Konsep desain Pont
- Independen dalam prinsip desain
- Penggabungan kekuatan lokal ke dalam desain.
- Menjawab permasalahan lingkungan dan iklim sekitar
- Bahan dan buruh berasal dari lokal setempat.
- Kombinasi unsur dekorasi dan konstruksi tradisional dengan arsitektur kolonial Belanda, dengan material kayu dan bata.

Teori desain
- Menjawab kebutuhan sosial, bukan keinginan dengan paradigma budaya dan alam.
- Mencerminkan hubungan yang logis antara bangunan dan lingkungannya.
- Menggali dan mengkaji arsitektur tradisional (adaptasi regional)

Prinsip desain
- Penekanan kesatuan antara bentuk, fungsi dan konstruksi.
- Gaya arsitektur menjawab kebutuhan sosial.
- Lingkungan menjadi bagian penting yang menyatu dengan bangunan.

Contoh bangunan: Aula Barat dan Timur ITB, Stasiun Poncol Semarang, Gereja Pohsarang Kediri.
---

catatan Kuliah Arsitektur Kolonial pada 4 November 2015
oleh Bp. Dimas Wihardyanto

6 Okt 2015

Self Dialogue

*self dialogue*
Hey Mie, blogmu meh 10 tahun tapi kok banyak gak mutu isinya? Gak kayak yang lain, yang "layak jual". Udah gitu banyak hutang konten yang gak jelas. White Rose? mana kelanjutannya? Si Kyoko akhirnya mati apa enggak? Dokumentasi kepergian juga gak dilanjut. Mbok ngeksis kayak temen-temenmu itu lho.

Uhuk.

Sudah hampir 9 tahun sejak aku menulis pos pertama di blog ini. Mulai dari menjadikannya sebuah diary, bahkan sebagian besarnya hingga sekarang tetap diary, hingga pos tentang perjalanan. Sejak judul blog masih sekedar "Rimie Ramadan", dengan template seadanya. Lalu pengubahan judul jadi "A Little Corner of the Green Jail" sejalan aku masuk SMA IIBS RI. Hingga akhirnya menjadi "Pondok Rimie" dengan tagline "tempat kaburnya Rimie Ramadan". Yep, this is my hut. If you may not find me, try to look at the posts here. For maybe i post it from another IP address. I also find tranquility in this blog. I find it as my hut-to-hide.

Pada waktu senggang setelah nulis entri baru, aku sering membaca ulang pos lama. Cekikikan, sedih, rindu, marah, bete, semua itu keluar sendiri saat membacanya. Emang sih, aku gampang "baper" istilah anak sekarang, semacam larut dalam perasaan. Makanya aku sendiri heran aku mendadak jadi masuk arsitektur. Dan akhirnya kewalahan. Hahaha.

Seheboh apapun blog komersil, blog perjalanan, makanan, atau apapun itu, kayaknya aku akan menjaga Pondok Rimie sebagai pencecar perasaan. Isinya kalo bukan diary, puisi, cerpen, yaa disisipin entah studi atau berbau religi. Haha.

Hei Pondok Rimie, tetaplah bersamaku selalu. Sabar ya kalo aku lagi "ngumpet". Hehe..

Memberi

Ketika kita memberi, menandakan kita ingin melihat orang yang kita beri menjadi bahagia. Kita memberi, karena kita sayang. Kita memberi, karena kita merasa cukup dengan apa yang dimiliki, karena itu kelebihannya kita beri. Kita memberi, karena sadar orang yang kita beri lebih membutuhkan dari kita, tanpa bermaksud mengangkuhkan diri bahwa kita “punya” atau meremehkan si penerima bahwa dia “kurang”. Ketika kita memberi, kita tidak berharap imbalan apapun melebihi sebuah senyuman.

Senyum bahagia yang membuat kita yang memberi turut merasa bahagia, karena rasa sayang kita diterima dengan rasa syukur pada Pencipta. Cukup pada Sang Pencipta, tak perlu kepada kita. 

Cukup pada Sang Pencipta, tak perlu kepada kita. Diulang? Ya, karena selama ini ada yang salah kaprah dalam menerima sebuah “pemberian”. Pemberian yang tulus, ia artikan sebagai sebuah hutang budi yang harus dibalas secara langsung, tunai. Hal ini yang justru memutarbalikkan makna dari sebuah pemberian.
Mengartikan pemberian sebagai sebuah “suap” yang harus dibalas agar “putih” kembali. Bahkan justru membuat sang pemberi merasa tidak enak untuk memberi lagi di kemudian hari. Terkadang timbul rasa jengkel karena mendapat “balasan” yang terlampau hebat. Huft, entahlah. Adek lelah, bang.


21 Agu 2015

Please Don't

There you are. Caught easily by my eyes. Looking seriously at automotive magazine. Wearing aqua blue polo shirt and jeans, as usual. Slowly I walk into you. I sit across you. You still didn't notice.

"When will u put it down, huh?" I said.

"Just take your order. I will wait." Without any cling, he just said that and keep going.

Taking 10 minutes choosing my order, then the waiter flew giggling.

"Why? is there something wrong with me?" I am confused.

The boy in front of me just smile. He puts the magazine off, said "No one will keep quiet seeing a 40 kg body orders 2 pan of pizza, salad, and also the dessert.All for yourself." and laugh.

"Anyway, I should tell you something." He picks a flyer from bag. "Here." he shows.

---bosen dulu, lanjut kalo mood---

18 Agu 2015

RidhoMu Tuhan, berasal dari Ridho Orangtuaku

Bahkan mengubur perasaan dan keinginan ternyata justru menumbuhkan salah paham.

Kadang ingin menggalinya lagi dan mengambilnya diam-diam, tapi terpaksa dikubur lagi.

Demi senyuman mereka. Kebahagiaan mereka. Supaya mereka senang.

Dan ternyata apa yang telah dikubur itu adalah benih, yang justru tumbuh seiring waktu.

Membungakan rasa tidak percaya, dan membuahkan ketakutan.

Apa daya, benih itu telah menjadi pohon serupa beringin.

Besar mengakar, buahnya pun banyak namun tak terlihat.

Berjatuhan, atau dimakan makhluk yang lain.

Manusia punya akal, berhak memilih.

Berhak menentukan keputusan, dan bertanggung jawab atasnya.



Di sini, hanya diri ini yang tak pandai berkomunikasi.

Bahkan ekspresi sering tak serasi dengan kondisi.

Apa yang kuinginkan?

Apa yang kubutuhkan?

Hidupku serasa sebuah dikte dari kecil

Hingga bahkan aku tak bisa memilih sendiri hal yang kusukai

Semua berkomentar, dan aku patuhi mereka



Sehingga aku pandai membahagiakan orang lain

Dan menganiaya diriku sendiri

Sudah sedari dulu



Maaf, aku tak menyangka

Bahwa kepatuhan ini memiliki batas

Maaf, jika akhirnya

Aku pun menyalahkan kalian untuk masa laluku

Maaf, dan bolehkah aku pergi?

Aku ingin mencari hidupku sendiri

Hidup yang buatku bahagia secara murni

Bahagia pada diriku sendiri



Bolehkah?

25 Jul 2015

Kalaulah boleh memilih

usahlah kau urus sisi diriku
aku pun tak peduli lagi
kau boleh katakan sesukamu
tapi jangan kau korek lukaku lagi

luka ini, sekalipun tertutup debu dan waktu
akan memiliki bekas, setidaknya memori
kuhargai pemberianmu ini
dan kuingat sampai nafas berhenti

indah hidup yang kau katakan
bijaksana yang kau bandingkan
tak lihatkah kau aku punya hak
untuk putuskan

beribu kali maaf kau lantunkan
sebanding dengan pertambahan tusuk dan lebam yang kautanam
dan semakin hari
semakin kuperkokoh benteng ini
kumuseumkan luka ini agar abadi

tak pernah sekalipun kau coba menembus benteng itu
meski kucoba gelarkan karpet merah padamu

jika kini kau baru mencoba masuki
bernegosiasi dengan negri yg kubangun ini
tidakkah kau lihat
karpet merah itu telah kugulung kembali
gerbang telah kukunci rapat
ganda
kuncinya pun telah kutelan

sekalipun aku keluarkan kemaafan
bukan berarti luka itu berangsur pulih
karena sejatinya ku telah lumpuh
hilang segala daya juga rasa percaya

kuanggap kau hanya ada
tanpa identitas apa-apa
entah siapa yang mampu membuatku
luluh dan memaafkanmu
dialah yang akan menjadi penolongmu
untuk bantu membujukku
membuka gerbang kembali
untukmu, dan memberikanmu
kemaafan yang paling tulus

dia yang jadi tabib pengobat
kelumpuhanku yang nyaris abadi

kalaulah boleh memilih
aku akan tinggal bersamanya
mengobati luka secara perlahan
dan menjauh darimu
penyebab luka terdalam

---

Ria R. Ramadan
Yogya, 25.07.2015
setelah subuh gempa dan dialog airmata

1 Jul 2015

Anak Petani Tembakau (2)

kelanjutan dari Anak Petani Tembakau (1)

Anak gadis itu didiagnosa menderita Bronkhitis. Ia harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk perawatan terapi lebih lanjut. Anak gadis ini mengelak, keberatan dengan pertimbangan biaya RS yang tidak sedikit. Bersikeras dijalani dengan biasa, ia pun tidak mengabari orangtuanya. Tidak ada yang perlu tahu, menurutnya.

Dua minggu berjalan, batuknya semakin parah, bahkan disertai pingsan akibat kehilangan nafas. Hal ini membuat pihak sekolah menghubungi orang tuanya di desa.

Orangtuanya kaget bukan kepalang. Ibunya yang menerima telepon bergegas lari menuju ladang tembakau yang sedang digarap sang suami. Nafasnya terburu, dadanya tercekat, panik memanggil nama suaminya. Mengabari apa yang disampaikan sekolah.

Sang suami sempat terdiam mendengar apa yang disampaikan. Sejenak kemudian, ia melempar sabit yang sedang dipakai untuk menyiangi rumput liar di lahan tembakau. Tergesa ia menghampiri istrinya, lalu berlari ke rumah.

One Fine Day

One Fine Day
OST: “One Fine Day” by Jung Yong Hwa
--
“Where are you? Oh, right there!” The girl waves to a certain place. “How are you?”
“Fine, thanks. How ‘bout you?”
“Despite of this engi-math task, I’m fine too, haha.” They giggles.
“That’s why I’m here, right?”
“Yes, I need you! Oops, I mean your textbook!”
--
That day, the girl make a she-thought-is-good-but-actually-bad scenario. And ended make the boy confessing love. A not-direct confession, but she accept it anyway later. She made him cried, thought he was a softened heart boy. Indeed he is.
--
That moments were the ones who girl can’t erase. When boy started a plan of making property developing company, and they talked about architecture and building plan since they studied the similar field. Girl learned a lot, also the boy. About the love, it gradually grown positively.
--
They made a company of pasteurized milk together. The boy bravely made a decision to borrow some money also from the girl’s mom. That was when all the bad news were coming. All the way, the company works, but the income didn’t met the BEP. They could not extend the rent. It went bankrupt yet it left so much debt. The girl’s mom who’s very idealist and already spent a big money there feel displeased and started to hate the boy.
--
The boy is graduated. They’re still in relationship, but started messed up. First of the mess was the boy couldn’t get a job, the girl helps him and put him on her mom’s company. There’s a miscommunication between him and the field supervisor, and it made him in a bad situation. Her mom started feeling annoyed and take the anger to the girl. She did not know what to do, since she still in belief that she can rely on him. But the idealist mom always took her chance to blame him diplomaticly.
--
The mom forced them to stop meeting each other. The girl who has a deep pain started to have a backstreet movement. They still come visit each other but not informed the mom.
--
On the worst move, the girl started become an idealist too. She thought a bad side which happened to her. And she started blaming him too. She didn’t want him to be more killed, so she thought of a real broke up. And yes, they broke up in a worst moment, yet it happened on the Fitri Day, which should be a forgiveness moment.
--
Now, almost half-a-year of the dismission. The girl is in the do-the-script condition. They still contact each other, but in a friend relationship. When it comes the girl have problems with mom, she came to the boy. Then the boy said that he’s already in an enclosure relationship with some girl. The girl become excited and support him so much.
The boy asked, “is it really okay?”
“Yea, it is up to you. You who do the rel..”
“Nope! I mean, you.” He cut her words. “Is it really okay with you? Do you really allow me to be with a girl?”
“Yup!” the girl ensures. “If she can do better with you than me, then you deserve it.” Girl said happily. All she could think that moment was her final project and the other schedules coming in.
“Okay then. Well, see you another time. Don’t cry if I take her with me, okay?”
“Nope! I won’t!”
--
Six months later
Girl called the boy. Told him some business offer that would require her mom’s money and permission. She wants to inform her mom, but she was so scared caused of the big money required. The boy said it’s okay to give him a call.
She called.
They talks about the problem. Then girl cries because of her true feeling about her relationship with her mom. The boy agrees. He said felt the same way towards them. He also felt the awkwardness in my family. The girl worried about having a future husband like her mom. She could not even imagine it. Only the boy would understand how she feels. Only the boy whom could share the same feeling. As their relationship stayed for 3 years.
Then they change the topic to divert the sadness in her eyes. They talked about the boy and his on-enclosure girl. He said that they already in a relationship. But that girl always cried whenever he talked about her. That girl afraid she could not replace her in his life. He always said that it’s a different story between her and that girl. The girl listened well and just laugh, proud of her state in him, but in heart, she feels sorry for that girl. She really does, cause as a girl too, she could feel it. Three years is not a short time. There were many memories, so much memories they both learnt from.
“One who could make it worst, but I could not tell her, was the cat. If she about to know it was a share of me and you, she will died crying.” He said.
“All the times when I was with you, were the best moments I cannot forget.” He continues. “You know what, I made a photos slide video which was supposed to be sent to you on your birthday. But I’m too afraid to send it. I’m afraid you would reject it or even made you cry with it.”
“Why? You should send it! Don’t think about my reaction first, just send it as your project. I’ll receive it by heart.” She said wisely. “Me too, you taught me so much lessons. I spent half of my college life with you. So you are still my best friend of life.”
--
They talked for hours. Like they always did years ago. A time that would be a big notes for them. They filled in each other. ‘Til everyone also thought they would reach marriage. But they broke up. And that was a big shock news for every one to hear. Her too sometimes, thought about it. And feeling sorry to displeased everyone. But life should be improved to a better stage. This is their examination. This would be a valued lesson for each selves. They last for 3 years, but there’s more years ahead and they should do better things than reconstruct old moments. Like for the girl will concentrated on her academic life and some social responsibility, then the boy with his work and brand new relationship.
That 100 days. 200 days. Just lasted until 1000th day.
But those days were appreciable for them. They learnt from it. Take the lessons from, and awaken by it.
That one fine day.

--

RRR.

22 Jun 2015

Sedikit waktu bersapa

Bunyi ketukan di pintu membuatku bangkit dari kepenatan membuat presentasi. Terbukalah dan muncul tanteku dengan seorang wanita yang belum kukenal. "Hei, Ri!" sapa tanteku hangat.

"Nah, ini lho! Anaknya mbak Sofi!" katanya kepada wanita di sampingnya.
"Lha, udah segede ini to? Sik sik, kufoto dulu ya dek!" membiarkanku dengan ekspresi melongo. Selang 2 detik, tanteku mengenalkan wanita ini sebagai Mbak Jumartini, anak dari Yu Djum. Menambah kebingunganku. "Siapa Yu Djum? Pemilik gudeg terkenal itukah?" batinku. Kemudian penjelasan tambahan yang membuatku berkesimpulan, "ini murid ngaji ibuku dahulu." Barulah aku mempersilakannya masuk sembari aku ngeloyor ke kamar mengganti pakaian yang pantas.

Beliau ogah duduk dan memilih memotret isi rumah. Dengan bangga memuji segala yang ada di dalam rumah. Dia bahkan bersyukur bahwa ibuku memiliki rumah di sini, di Jogja. Aku mengabari ibu, dan melalui ponselku mereka berbincang dan Mbak Jumarti pindah ke sudut lain. Wanita itu kembali dengan mata basah. Menggambarkan keharuan dan kerinduan yang membuncah. Ia pun kembali bercerita.

Melalui lisannya, kutelusuri masa lalu ibuku. Saat beliau masih muda, beliau mengajari Mbak Jumarti dan kakaknya mengaji. Katanya sering dimarahi bila bacaannya salah. Dalam kondisi yang sama-sama susah pun keluarga Mbah Dul Kahar selalu bersiap membantu. Bahkan pada saat kakak Mbak Jumarti sakit, pakde Mukson yang mengantarnya ke RS. Sardjito.

Makanya wanita berbaju hitam itu menatap bangga seisi rumah Omah Teko. Serasa itu adalah rumah saudaranya sendiri. Ada keharuan ketika mengetahui saudara yang jauh di rantau memiliki kesuksesan. Bukan sikap iri, justru bangga dan senang hati. Ia dengan kondisi yang apa adanya, bukan dibuat-buat. Lalu ibu berpesan padaku, titip sejumlah uang untuknya.

Aku bercerita ini bukan untuk kesombongan, tetapi untuk mengambil pelajaran. Sekian banyak orang yang bilang padaku, salah satu contoh kesuksesan itu ada pada ibumu sendiri. Sampai kemarin aku masih sering meragukan. Tapi yaa itu semua terbukti hari ini.

Dari yang awalnya makan ceker ayam saja terasa begitu berharga. Telur 1 butir dibagi 16 orang. Akhirnya bersekolah di UGM dengan pesan dari simbah, "Sekolah yang baik, lalu kerja. Kemudian bantulah saudara-saudaramu yang kesulitan." Dan akhirnya terbukti. Bahkan sebelum perbaikan seluruh nilai, beliau sudah dipersunting sebuah perusahaan minyak terkemuka saat itu. Perusahaan tersebut "meminta" UGM segera meluluskan ibu agar bisa segera kerja. Buktinya adalah sebuah gelas mug yang hingga sampai sekarang masih dipakai, sebuah hadiah kelulusan dari perusahaan tersebut.

Yeah, sometimes i feel ashamed with my mom. She is not only genius, but also humble and generous. I am a proud daughter. It's too late, but better than ever. I don't know if i could do better than you, mom. You're so amazing.

Saya minta maaf kalo postingan kali ini berkesan curhat atau menjijikkan. Tapi saya ingin sekali mencatat pelajaran berharga ini hari ini. Sebelum tidur menghapus semua ingatan. Hehe.

10 Mar 2015

Coward

Well


I must


Shout out


that I want


to give up



But everyone


will see me


as a coward


Everyone won't


see me suicide



But it chokes me up


Nothing different


Than a living dead


It always leave scars


Even when I think it back


All the scores I had had in the past


I don't know how to face the world


anymore


I hate me


I hate being a dumbfounded trash


I hate cause I can't do well


I hate everything that support me


Cause it makes me sad


They are living


They support me


But what do I do?


I must pick a pack


And won't go back



Being alive is hurt


It takes hours to see


Who will be with you


Being myself is hurt


Cowardness.

Self motivation: Dialog Hati

Tetiba lagi diriku murung. Awan mendung menggelembung di atas dahiku. Aku layu.

Haruskah bercerita pada khalayak, penat yang kurasa?

Haruskah mundur dari nyata, lari menuju fana?

Patah arang, akalku hanya seujung lutut.

Aku lebur kepada tanah. Aku sembunyi di hampar ilalang.

Bukanlah aku seorang yang pandai

Ibuku yang pandai, aku bukan.

Namun tuntutan seorang wanita haruslah pandai demi generasi berkualitas.

Namun aku hendak menyerah

Tak pandai lidah mengurut kalimat.

Tak pandai jari menari demi alinea

Sepatah dua patah agar jadi buku ilmu

Buku persyaratan lulus

Dilarang lulus jika tak selesai

Haruskah aku lari?

Nilaiku di belakang pun hancur

Empat tahun yang percuma

Aku hanyalah gembel belaka

Aku hanya menumpang hidup

Memakai topeng kemana-mana

Topeng bernama mahasiswa

Mahasiswa yang tak pernah bisa

Menggapai impian


Haruskah pergi sembunyi-sembunyi

Atau terus melangkah walau terlampau berat

Aku ingin tidur seribu tahun

Aku pengecut, nyaliku ciut


Mungkinkah Tuhan memaafkan

Apa yang sudah kulakukan


Mengapa berat, mengapa takut

Mengapa sembunyi

Mengapa lari



Mau kau lari kemana

Bumi ini kecil bagiNya

Ruang angkasa pun kecil

dibanding arasy Nya

Dia yang Maha Besar

Sanggupkah dirimu yang kecil melawanNya

Beranikah dirimu yang kecil menantangNya


Perjuanganmu belum harus usai

Perjuanganmu baru dimulai

Perjuangan, ujian dan cobaan ini hanya kecil

Sekecil dirimu dibanding semesta

Maka berterimakasihlah atas ujian itu

Karena itu tanda sayangNya padamu

Dia berharap besar padamu agar menyelesaikannya

Agar menjadi bukti, kecilmu bukanlah masalah

Agar menjadi bukti, kamu pantas kembali padaNya

dengan senyuman dan dada yang besar

karena telah menyelesaikan urusan itu

karena kamu adalah khalifah yang baik di muka bumi


Allah dan semesta, menaruh harapan besar

Padamu, ya hanya kamu yang bisa

Bukan siapa-siapa.

Kamu yang terpilih, jadi selesaikanlah dengan sempurna.

Jika tak bisa sempurna, baik pun cukup.

Karena itu perjuangan terbaikmu.

6 Mar 2015

MV Checkmate - Jung Yonghwa feat. JJ Lin

Buat yang tau saya secara pribadi, udah gak heran kenapa saya posting video ini. Saya sukak buanget sama CNBLUE especially Leader Jung! Nah, karena beliau ini baru ngeluarin solo album dua bulan lalu, dan saya baru sempet googling sekarang, maka saya baru liat video ini.

Menurut saya, MV ini yang terbaik secara konsep. Baru sekali ini Yonghwa ngonsep video maskulin abissss, atau mungkin pengaruh lawan duetnya alias JJ Lin? Entahlah, yang pasti kegantengan mereka berdua bertambah 3 kali lipat di sini! Dan suaranyaa alamaaakkkk! Ganteng combo deh! Sok, tonton aja. Saya juga mau nonton lagi. Hehe..

https://www.youtube.com/watch?v=nUyq02k6-sE

10 Feb 2015

Rainy Rain

Tick, splash. Tick, splash. Going with bless.

As long as it's water, and no thunder. As long as it water, not ashes.

The rain comes with angel Michael, then fly back with human prayers.

The rain comes for us to pray, for it becomes a grace.

Grace for souls, grace for earth, for the seeds to grow.

Rain is our friend, but flood is our causalities.


-Rimie Ramadan-
Yogyakarta, 10.02.2015
"first try making english poetry, does it required poetry? haha"

25 Jan 2015

Pemandu Wisata

Semua orang punya keinginan yang berbeda. Mulai dari hal-hal kecil yang bisa dibuat, hingga sesuatu yang merampok isi brankas kita. Bahkan kadang ada keinginan yang tak wujud, bahkan kadang jauh dari realita untuk mendapatkannya. Ada juga yang tertunda, meski harus menunggu untuk waktu yang lama.

Sekilas saja, aku senang mendapat pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar Indonesia. Bukan soal gengsi, tapi lebih kepada mempelajari budaya dan cara bergaul mereka. Alhamdulillah, sampai saat ini pekerjaan yang kudapatkan dan berkaitan dengan mereka adalah pekerjaan lurus dan mengasah otak. Yang lebih penting, pekerjaan tersebut mengenalkan tentang Indonesia kepada negara lain. Saya bangga menjadi orang Indonesia.

Waktu kecil, mungkin kelas 6 SD, aku sempat memiliki keinginan hati untuk menjadi pemandu wisata. Sasarannya turis mancanegara. Saat itu aku masih ingat bahkan aku memutuskan memilih Jogja untuk jenjang sekolah menengah atau tinggi, hanya karena ingin mendobel kuliah sambil bekerja sebagai tour guide. Sejujurnya, pada pertengahan kuliah aku sempat terpikir lagi, namun sengaja melupakannya melihat tugas yang seabrek. Sudahlah, jalani saja.

Sekarang lihatlah, baru saja aku mengantarkan orang asing berkeliling Cangkringan. Memang ada tujuan khusus yaitu penelitian mengenai Huntap Merapi, bukan sekedar jalan-jalan. Tapi aku bersyukur, setidaknya aku dapat menjadi tour guide dalam bidangku sendiri, yaitu arsitektur. Aku mendapat banyak ilmu, sekaligus mengamalkan/menyampaikan ilmu, juga mengenalkan Jogja dengan Merapi yang cantik, mengenalkan Indonesia. Aku bersyukur keinginan itu belum sepenuhnya terhapus dalam ingatan. Beginilah ternyata, skenarioNya jauh lebih indah dan tepat pada waktunya.

Alhamdulillah ya Allah.. Sibuk tapi senang. :)

Menjadi Air

Bukan sekedar mengikuti kehendak alam, mengalir hulu ke hilir.
Tapi juga menyesuaikan keadaan. Ketika terjun meluncur tajam.
Menyegarkan. Ketika tenang meneduhkan. Inilah airku. Ini diriku.

28 Agu 2014

Yonghwa Seohyun


Berharap kalian bersanding lagi
sebagai lawan main dalam sebuah drama
atau berduet mesra

Sinar mata kalian sangatlah terang
Kala berbincang keseharian
Mencipta nada, merangkai kata

Aku rindu kalian
Kalian yang sangat menggemaskan

12 Jul 2014

Secercah Darah

Bukan lagi setahun dua. Bukan lagi perang saudara. Ini tentang dua negara memperebutkan tanah kuasa.

Dua negara dengan dua basis agama langit. Dua negara dengan fungsi yang saling membabi buta. Saling menghancurkan, membunuh demi kejayaan dunia.

Dulu kala, ku sempati bersinggah ke sebuah danau raksasa. Yang saking besarnya dinamakan laut. Laut Mati. Dari sebuah bukit di laut bernama seram itu, konon dapat disaksikan tembakan-tembakan yang melayang. Dari bumi para Yahudi ke bumi Palestina yang mulia. Perang yang tiada akhiran. Perang tanpa bukti kebenaran. Perang membawa panji masing-masing.

Bumi Palestina, penduduknya berkali ditawari pindah dan perlindungan. Namun mereka tak sedikitpun menyerah. Para ahli Qur'an memegang janji untuk menjaga Al Aqsha, pusaka sejarah, dimana Rasulullah SAW menapakkan jejaknya sebelum berangkat menerima wahyu shalat yang lima. Shalat yang menjadi tonggak agama dan yang pertama kali dihitung kala di Mahsyar.

Semua hati yang beriman tergerak. Air mata menetes begitu dalam. Hanya mendengar berita saudara yang tak pernah dijumpa namun selalu dirindu kembali diserang. Sebuah rumah ibadah bantuan Indonesia pun turut terkena dampak kehancurannya.

Allah rabbi, haruskah? Haruskah di bulan suci ini mereka terus bersimbah darah? Namun puasa ini justru menguatkan mereka. Tidak seperti dugaan musuh. Teruslah berjuang saudaraku. Berkah Allah bersamamu.

31 Mei 2014

I Miss You

Nope. Nothing new. Just me, and i miss you. I miss to write. I miss the feel i filled in the draft. I miss it, when the time flew by and i just ignored. When I am being me. Confronting in my beyond self.

I, am, still confronting with my pre-final task. And i easily get bored. I, I miss you. I really do. I am missing to write whatever I do like. Not Something I forced to write. I, you. It's so hard and i wanna kiss you. I wanna hug you with my teary eyes. 'Cause today i finally meet you.

My heart is just pounding hard. Let us dating again! Chu!

6 Des 2013

Titik Temu

Judul. Hal dimana aku selalu berbenturan. Bagiku, menulis isi seratus halaman masih bisa ditolerir. Namun bila judul saja masih belum pasti, aku harus apa?

Judul itu esensi. Tulang punggung seluruh isi. Muka bagi kepala. Benang merah dari seluruh halaman dalam karya. Yang ketika kau selesai menjelajahi karya itu, kau mengerti mengapa karya itu diberi judul demikian.

Entahlah. Aku sudah tak berminat. Sejak lama. Sejak aku terjungkir balik oleh fakta. Sejak telah kuungsikan diri pada semesta. Sejak aku berlutut untuk minta pengampunan atas dia. Duniaku berubah. Tak lagi secerah dulu. Ibarat hijab, duniaku sekarang dua lapis. Di luar cerah, warna warni. Namun di dalam hitam kelam.

Semangatku hanya untuk menghindarinya. Menghindar dari semuanya. Semua orang semua hal memaksaku menghadapi. Namun aku jenuh. Ketika ingin kuhadapi, seakan aku ingin menangis. Ketakutanku terlalu besar, sedang otakku makin menyempit. Otak yang dulu cair, kini mengental. Beku.

Titik Temu. Hanyalah kata ketika aku bisa menjawabnya. Ketika aku bisa tersenyum dan membusung dada. Mengangkat dagu, tanpa emosi meledak. Aku tak tahu kapan itu terjadi.

25 Nov 2013

Row Your Boat

row row row your boat gently down the stream, merrily merrily merrily merrily life is but a dream.

Selama saya menjadi mahasiswa, dan sekarang pun masih, entah mengapa kehidupan saya makin kacau balau. Akhir-akhir ini saya terombang ambing. Banyak serangan datang tanpa henti. Entahlah, tapi rasanya begitu.

Sabar. Entah berapa orang bilang ini pada saya. Tapi sejak beberapa bulan menginjakkan kaki di dunia perkuliahan, saya sudah muak. Sempat ingin pindah jurusan atau universitas. Bahkan hingga sekarang yang sebenarnya sudah tahap akhir, saya sedikit menyesal.

Saya pusing. Ditambah banyaknya masalah pribadi tentang hubungan yang sedang saya jalani. Bukan dua pihak saja, namun beberapa pihak turut bercampur. Sabar. Lagi-lagi itu yang dikatakan hati. Saya terlalu pesimis dan memang daya juang saya rendah. Saya sudah bosan.

Terlalu banyak ombak dan karang. Jika tersandung sedikit saja, lukanya bisa lebar atau dalam. Cukup, itu saja. Saya ingin sebuah rakit. Tak perlu kapal mewah, saya hanya butuh sebuah rakit. Rakit dari Langit. Ya, jika itu ada.

29 Okt 2013

Heart Blows

Life is under the name of Love. Love from God, parents, you can find it everywhere. And it would be special  if you find them under some-unknown-body's heart. It suddenly came. Makes your heart beats faster. Make your dreams nicer. Makes everything seems new. That's when you found a soul mate.

Things you cannot do, they do. Things they cannot see, you see. The world seems beautiful if you treasure it in two. Like you live in such fantasy.

But why, dear? You made it so hard lately. I can't trust you in things. You made shame of me. You betray me, never can do things right. You said "A", i did "A". You said "K", i do like your order. But when i'm mistaken, you just stood there out of me, and laugh like i made a very-very-very-silly thing. Have you ever fell into that thing? Since you're a heart of mine, i always forgive you then. But again and again you made this stress on me.

You know what? I'm not a rational minded. I'm most did everything on my will, on my heart. So when i'm stuck on this kinda matter, i just cannot do things right. Same with another past. When I fell in love with somebody here in this damn campus. And i just cannot do anything. I messed up my work, my study, everything. Back then, you came. Think of some fairy tale, i thought you are the mend of my heart. Things are easier back then.

Now it's up and down. I don't know what to do.

7 Okt 2013

Aidan Hamzah

Namanya Aidan. Wajahnya biasa, berkacamata dengan rambut cepak. Tingginya sekitar 170 cm, pun tidak setegap model majalah remaja. Warna kulitnya sawo matang, tipikal pribumi Jawa. Hanya saja, dia adalah manusia yang membuat semua wanita terpesona. Satu kata kunci, senyumannya.

Pemuda itu senang berkebun. Tak jarang ia membawa hasil kebunnya ke kampus untuk dicicipi oleh mahasiswa lainnya. Ia tahu bahwa buah-buahnya merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi mahasiswa ngekos. Seistimewa dirinya yang masih sempat berkebun di antara tugas kuliah yang menumpuk.

Aidan atau Dan saja, begitu teman-temannya biasa memanggilnya. Bukan tergolong mahasiswa dengan kejeniusan tinggi, pun tidak dengan kerajinan superpesat. Tapi keloyalannya terhadap teman-temannya bisa diacungi jempol. Ia selalu tersenyum, tanpa pernah berkata tidak. Terutama jika ia sedang tersipu malu, semua wanita gemas ingin mencubit pipinya. Terlalu manis, mengalahkan gula jawa.

24 Jul 2013

Dentang

Tik.

Aku duduk di ruang tamumu. Isi pikiranku masih ringan.

Tik. Detik kelima.

Kupandangi langkahmu yang terburu, mengambil ponsel yang deringnya memanggilmu.

Tik. Detik keenam puluh.

Kujelajahi jejakmu dengan ekor mataku. Engkau kemudian pamit, lalu mengejar waktu. "Tunggulah sebentar," katamu.

Tik. Detik keenam puluh lima.

Aku iri. Aku memaki pada ponselmu. Memaki pada gerak-gerikmu yang luputkan aku. Rupanya ia lebih menarik perhatianmu ketimbang aku.

Tik. Detik keempat ribu delapan ratus.

Engkau tak kunjung tiba. Aku resah. Segenap waktu kau di sini pun, kau tak jua memberiku perhatian. Padahal, kau janjikan tahun ini kita menikah. Tapi nyatanya, Setiap aku menghampirimu, kau malah memisahkan diri.

Tik. Detik kesembilan puluh.

Bel rumahmu berbunyi. Aku melihat bayangan seseorang di sana. Yang kuharap adalah engkau yang memberi kejutan. Meski kuakui kau bukan tipe pria romantis. Penuh rasa penasaran, aku menuju pintu.
Rona merah semerbak di wajahku kala sebuket penuh mawar merah tepat di hadapanku. Namun sedikit kecewa, kau tidak mengantarnya sendiri. Petugas toko bunga itu kemudian pamit pergi.

Tik. Detik keseratus.
Aku bosan. Aku hendak menjemputmu yang tak lagi pasti. Aku tak mau lagi bermain dengan khayalan. Kusembunyikan nyaris hendak kubuang.

Tik. Detik keseratus lima puluh tiga.
Lampu penyebrangan hijau menyala. Kuambil langkah seribu.

Tik. Detik keseratus lima puluh lima.
Bug! Badanku tersenggol dan entah mengapa semua menjadi samar. Aku melayang, mungkin akan menjadi kupu-kupu. Biarlah aku berubah, mungkin dengan begitu, ku bisa mendampingimu.

Rindu

Lama sudah tak bersua. Jaring laba-laba mulai menggelayut di sudut ruangmu. Hampa.
Sudah hampir dua bulan, kasihku. Lagu sunyi mulai bermain seiring jemarimu melangkah. Tentang sepi, yang mengoyak minggu ini. Di dasar sana, penuh abu rindu. Aku rindu padamu.

3 Mei 2013

Anak Petani Tembakau (1)

Suatu ketika di negeri yang terkenal damai...

Seorang gadis kecil sedang bermain di ladang bersama ayahnya. Ayahnya seorang petani tembakau. Setiap hari, si gadis kecil selalu ikut ayahnya bekerja. Sambil bermain ceria.

Waktu terus berjalan dan gadis itu pun semakin dewasa. Ia memasuki usia remaja. Karena kecerdasannya, ia mendapat beasiswa di sebuah sekolah menengah negeri favorit di kota. Kota selalu menjadi tempat yang ramai dan penuh oleh hiruk pikuk manusia. Memang menjanjikan, namun juga penuh jebakan.

Kehidupan di kota memaksa si gadis bergelut dengan debu dan asap. Kendaraan umum yang tidak pernah dirawat oleh pemerintah, motor dua tak yang masih berasap, pembakaran sampah, asap dari warung kaki lima, dan juga asap rokok. Untuk yang terakhir, dia paling sering menjadi korban.

Hingga suatu ketika usai istirahat, dia merasakan sesak pada dadanya. Kemudian ia terbatuk dengan suara yang tidak biasa. Bahkan teman sebangkunya merasa iba dan segera menuntunnya ke UKS.

something right

Hello blog. At this kinda time i really miss hearing westlife's songs. Their songs are much lovable. Really need it now.


"Never thought that I'd be so inspired
Never thought that I'd find the higher truth
I believed that love was overrated
'Till the moment I found you

Now baby I know I don't deserve
The love you give me
But now I understand that

If you want me I must be doing something right
I got nothing left to prove
And it's all because of you
So if you need me
And baby I make you feel alive
I know I must be doing
Doing something right.."

- "Something Right", Westlife

Salah satu lagu yang paling sering terngiang di kuping saya

29 Apr 2013

Dewi Musim

Bagai sepasang penjaga, kita berdua
Dalam satu bingkai purnama
Aku berjaga pada gerbang pembuka
Sedang kau berjaga pada gerbang keluar

Inilah kita, sepasang dewi musim
Bertugas menjaga perjalanan April
serta gerbang musim tropis yang berganti

---

Rimie Ramadan
29.04.2013

Sunyi

Kau duduk di sana. Melamun. Memikirkan hal di luar ruang kita. Pandanganmu menyelusup ke dimensi yang tak pernah kusentuh. Ada ruang dimana kau bercerita, tanpa sepatah kata yang aku pernah punya. Aku diam, membiarkan imajimu melayang.

"Ini masa sulit," katamu. "Kita harus begini dan begitu. Harus mengejar ini dan itu. Tapi modal sudah lagi habis."

Sejak kenal kamu, duniaku berganti. Dunia yang dulu penuh kata dan romansa, menjadi dunia dengan seribu bahasa. Dunia itu bernama sunyi. Walaupun bibirku mencoba beradu, namun sia-sia. Kau tak pernah hiraukan. Sunyi kembali kupilih. Bermain kata dalam imajiku sendiri.

22 Apr 2013

Sekarat!!

Risih!
Ricuh!
Bekah!
Bekuh!
Rongga dada menggelegak!
Gigi gemeretak!

Hak tak lagi terbagi
Keinginan tak dihormati
Kesepakatan pun diingkari

Bodoh kau!
Kalau saja kau tak menghitung
Habislah usiamu dalam perdaya orang
Kata hatiku

Muak!
Muaklah aku
Sudah untung aku bersabar setahun ini
Tanpa ada kabar hasil yang memadai
Masih saja kau ganggu aku
di tengah kewajibanku

Bangkai
Bahkan bisa lebih terhormat
daripada diriku yang sekarat

Terserah!
Langkahku tak lagi butuh menujumu
Tanganku bisa melukis dengan lebih baik
bila ku tak di sini

Aku terjerembap
Dan telat membalikkan otak
Kini ku sekarat
Sekarat!

---
22.04.2013
Ria R. Ramadan

Labil

Mungkin saya terkena dampak perang pemikiran. Saya mengalami konflik dengan batin saya sendiri. Entah saya harus mengambil dalil yang mana. Yang jelas saya masih berkeyakinan Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan kita dihidupkan untuk menyembahNya. Dialah pemilik segala apa yang ada di langit dan bumi, termasuk jiwa kita. Dialah tempat kembali segala urusan. Ya, saya yakin semua itu.

Sayangnya saya belum benar-benar belajar kapan turunnya setiap ayat dalam AlQur'an. Saya bingung, karena dewasa ini manusia banyak menafsirkan Qur'an dengan ideologi masing-masing. Sehingga saya mengikuti kaidah, "Islam itu gampang, tapi tidak menggampangkan." Rukun Islam wajib dijalankan, rukun Iman wajib dipercaya. Saya mengambil yang pokoknya saja. Dalil cukup dari Qur'an dan Sunnah. Namun satu yang luput, tarikh dari qur'an dan sunnah itu sendiri. Kecuali beberapa yang pernah saya pelajari.

Sebenarnya, apa yang menjadi perang pikiran di sini simpel tapi rumit, yaitu cara mencari nafkah. Oke, kita bisa mencari nafkah dari 2 segi yang dibebaskan Allah, Bekerja dan Memberi Pekerjaan. Keduanya harus halal.

Nah, di sini tafsiran halal pun sudah agak tergolong ke beberapa macam. Pertama, benar-benar bekerja hanya untuk ridhoNya. jadi apapun yang kita usahakan, tidak ada unsur pemaksaan terhadap orang lain. Yang kini populer disebut spiritual company. Intinya lebih kepada merayu Allah dengan segala cara yang dianjurkan agama, Dhuha-Tahajud-Jama'ah5waktu, sedekah, dsb. Lalu kemudian Allah lah yang akan mendatangkan mereka kepadamu.

Kedua, yang dikenal dengan sebutan profesionalisme. Sistem yang lebih dipopulerkan oleh bangsa barat sejak lama. Kerja maksimal, target tercapai, hasil maksimal, konsumen puas. Jadi perusahaan paling top sejagat raya. Semua orang memimpikan bekerja di sana dengan gaji yang menggiurkan.

Sayangnya, kebanyakan spiritual company kurang menjunjung profesionalisme sehingga cenderung berpikir dangkal. Begitu pun sebaliknya, profesionalisme terkadang menuntut kerja terlalu keras sehingga lalai dalam ibadah.

Beberapa perusahaan Spiritual Company yang pernah kumasuki sebagai konsumen, bisa dibilang kurang layak pakai alias kinerjanya mengecewakan. Saya seringkali merasa malu untuk mengakuinya. Mereka muslim, dengan identitas kokoh (celana gantung dan kumis-jenggot, poster nasehat alQur'an dimana-mana) namun manajemen perusahaannya bikin konsumen ngelus dada. Kebanyakan modal nekat juga sih. Jadi sedih, kayak liat pengemis berjilbab di jalanan.

27 Mar 2013

Simbah Putri

Wajah berpadu dengan remang cahya
Di sela kau tuliskan sebuah kisah
Tentang dirimu

Di tiap lembarnya
Kau tinggalkan segores nama
seorang wanita

Kau berkata, cantik parasnya
Kau jelaskan, anggun tata lakunya
Kau sematkan, kelembutan tutur katanya

Dan jemarinya
yang tak pernah terpangku
Ada saja yang dia lakukan
untukmu, kebutuhanmu
Tak pernah alpa kau cium
sebelum melangkah keluar rumah

Meski peluh membanjir
Meski keriput menggerus pipinya
yang dahulu ranum dan panen puji
Meski lelah memendam cita-citanya
Dia tahu, bahwa kamu
Kamulah yang akan mewujudkan cita-cita itu
Kamu yang akan berada di garda depan
Dengan ujung tombak terasah tajam
Siap berjuang mengumpulkan ilmu pengetahuan

Itulah yang membuat wajahnya nampak rupawan
Karena ia selalu tersenyum kala menyapamu pulang
Tak lupa menyuruhmu makan dan sembahyang
Menemanimu setiap malam

Demikian hebohnya engkau bercerita tentangnya
Seheboh tangismu kala kepergiannya
Seorang wanita yang merawat dirimu sejak kecil
Seorang nenek yang teramat sangat kau sayangi

Hingga selalu bila kubaca buku itu
Kutemukan bekas air mata
air mata bahagia
Rasa syukurmu pada Tuhan
telah dipertemukan dan dirawat sedemikian rupa
Serta doa yang tak pernah putus
hingga kini kau lulus dan memulai usahamu
Melangkah membuka jendela dunia

RRR. 27.03.2013
Teruntuk dirimu dan wanita terhormat itu
semoga Allah menempatkan beliau di sisiNya

26 Mar 2013

Rimie, Keep Your Head Down!

Hard to say, hard to move.
No words can said. No dreams to wander.
But feeling this i cannot assure.

Sekian hari sudah aktivitas kerja praktekku berakhir. Sekarang aku harus kemana? Next step: Membuat laporan KP. Tapi, aku sedikit terganggu dan malah ketika crossed itu berakhir, kekesalanku memuncak. Mungkinkah, karena selama kemarin aku berusaha menyisihkannya? Dan oh, rupanya karena seonggok kardus ini pula.

Masalah sepele, namun terkadang jika kesepelean itu terus diulang, menimbulkan keraguan orang lain dalam dirimu. Mungkinkah selamanya wanita yang harus ditempatkan dalam hal kepercayaan memegang hal detil? Dan ketika sang wanita penanggung jawab itu harus libur sementara untuk tugas yang lebih penting, masih harus dikejar dengan urusan itu semua? Bahkan dipaksa untuk menyelesaikannya hanya karena semua hal kecil itu dibuat atas nama dirinya?

Aku merasa ditipu.

Apakah aku terlalu polos sehingga mudah ditipu? Ya.
Apakah aku terlalu bodoh dan mudah diperdaya? Ya.
Bagaimana lantas seharusnya ku bersikap? Entah.

Ketika sebuah kepercayaan itu luntur, dan ketika saya merasa ketidakadilan berada di pihak saya, bisakah anda sedikit menurunkan hati dan kepala untuk mendengar dengan legawa apa yang saya utarakan?

"Dunia ini hanya permainan dan senda gurau."

13 Mar 2013

Gamang

Aku tahu, ini hanya sekedar keterlambatan pendaftaran KKN. Tapi karena satu dan lain hal, aku benar-benar galau akan hal ini. Bahkan nyaris bunuh diri.

Aku mungkin memang termasuk orang yang sangat sensitif terhadap perasaan yang kumiliki. Terlalu mengambil hati, terlalu kekanakan. Entahlah, namun yang kurasakan ini semua adalah buah. Buah dari didikan ibuku yang selalu membuatku mengalah, pertama terhadap adikku, namun kelamaan, aku menjadi orang yang mudah menyerah. Mudah patah arang, mental pengecut.

Dan juga, didikan ibuku yang jika kuistilahkan, "serba ada". Ya, sedari dulu ibu selalu bilang padaku, "Jangan khawatir, kan masih ada mama." Berkebalikan dengan sahabatku yang ibunya selalu mengingatkan, "Ibu tak selamanya ada, lho."

Mungkin itu sebabnya aku selalu menjadi orang yang sangat mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentinganku sendiri. Karena aku selalu merasa tak berhak, merasa masih ada yang akan memberiku itu. Dan kini, didikan itu berbuah keliru.

Aku menjadi seperti ini. Yang dibilang orang kurang prihatin lah, boros lah, gampangan lah, dan segalanya. Aku selalu takut menjadi pemimpin, meski sudah berkali mendapatkan Latihan Dasar Kepemimpinan ketika sekolah dulu. Karena lagi-lagi aku merasa tak pantas.

Aku yang sekarang, bertambah jauh lebih parah ketimbang dulu. Ditambah rasa malasku yang bermitosis lebih cepat dari yang kubayangkan. Diiringi oleh otakku yang entah mengapa semakin bodoh. Ya, aku memang bodoh. Bodoh, lagi pengecut.

Apa yang bisa kauharap dariku? Kata-kata basi yang tak pernah bisa dijual? Atau angan-angan hampa yang takkan pernah terwujud? Sesuatu yang tak nyata, yang hanya dapat kaujumpai di dunia maya.

Wujud sejatiku adalah bodoh, pengecut yang tiada tandingnya. Ya, inilah aku. Yang lagi-lagi terlambat untuk sesuatu yang seharusnya kucapai.

22 Des 2012

Teruntuk Ibunda

Terang telah menjadi petang
Seiring datangnya kumandang adzan
Dirimu berbalur wewangian
Cantik terbungkus rukuh yang kaukenakan
Siap menghadap Yang Maha Kuasa

Beralaskan sajadah
Kau tunduk dan pasrah
Menjadi imam bagi kami
Saat ayah ke masjid sendiri

Tak pernah kausebut lelah
Walau seharian tak pernah di rumah
Engkau yang selalu bekerja
Berangkat pagi pulang senja
Bagimu inilah amanah

Pernah sekali aku mengeluh
Karena tak pernah kucicipi masakanmu
Dan tak kutemukan hadirmu di kala jenuh
Tak kurasakan engkau hadir sebagai seorang ibu

Meski begitu aku selalu tersenyum
Saat kau menelpon di sela waktu istirahatmu
Saat kau dan ayah menjejak di depan pintu
Berlomba dengan ayah
Memberikan buah tangan untuk kami

Engkau memang ibu yang langka
Bukan seperti ibu lainnya
Namun engkau selalu setia
Tak pernah lupa pada kami semua

Satu kata yang mungkin belum pernah kuucap padamu
"Terimakasih Ibu"
Kini keluhku sudah terganti
digantikan oleh kekaguman yang kusadari kini
Ketika ku beranjak dewasa
Ketika ku mulai berpijak di kakiku sendiri
Semua usahamu, waktu yang kaukorbankan
Semua untuk kami, hanya kami
Karena kau sayang kami dan ingin kami tuk mandiri

Ibu, maafkan aku sering menzholimimu
dan tak pernah membuatmu bangga

Memilikiku, seakan hadiah terindah bagimu
Kau pertaruhkan nyawamu
Kau cukupkan semua kebutuhanku
Kau sempurnakan semua keinginanku semampumu
Kau menyayangiku, tak pernah luput mendoakanku
Meski ku tak bisa membalasnya
Tak pernah bisa menjadi seorang anak yang sempurna
Kau tetap tersenyum bangga

Ibu, inilah kutuliskan
Kisah kau dan aku
Tentang dirimu di mataku
Yang tak pernah kau tahu

Biarlah ini menjadi rahasia antara aku dan Allah
Seperti doamu padaNya tentangku
Doa yang telah mengantarku hingga detik ini

Satu kalimat terakhir tuk menutup airmata bahagia ini,

"Terimakasih ya Allah, Ibuku adalah malaikat terindah yang Kau anugerahkan bagiku. Bahagiakan ia, lebih daripada ia membahagiakanku. Karena kutahu, tak ada yang dapat membalas kebaikannya padaku, kecuali Engkau. Aku bersyukur telah terlahir dari rahimnya yang mulia. Terimakasih ya Allah, satu pinta terakhirku, berikan surga Firdaus untuknya. Amin."


Allahumma Shoyyiban Naafi'an, bersama gerimis dan malaikat yang menjaganya,
semoga doa ini sampai ke telingaMu ya Rabbi

 -Pogung Baru, 22 Des 2012
Ria R Ramadan

21 Des 2012

If Only

If only you were here beside me i won't get so lost in my mind
If only you were there to warn me, i won't get them spit my face out

If only you are here now, i'm begging you please be here
And comfort me, and tell me it's gonna be okay

If only
if only
only

you're the only one i need

now

18 Des 2012

Hidup Itu Pilihan


Hidup itu sederhana. Sesederhana kita menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida. Sesederhana menikmati tubuh yang sehat dan tersenyum untuk mensyukurinya.

Hidup juga terdiri dari pilihan-pilihan yang sederhana. Sesederhana kita benar-benar bangkit saat pertama membuka mata, atau sekedar berkedip lalu menarik selimut kembali. Sesederhana kita memilih mau makan apa, ketika kita berada di kafetaria. Sesederhana mensyukuri kesehatan kita, atau cemburu oleh kecantikan orang lain yang belum tentu alami.

Hidup itu sederhana. Kita sudah diberi suatu tawaran, hanya tinggal memilih, kemudian menikmati akibatnya. Sesederhana tawaran mengesahkan KRS, apakah di waktu yang tepat, atau menundanya sambil terus menabung alasan. Sesederhana apakah kita dapat menjumpai sang dosen di waktu dan kondisi yang menyenangkan, atau mendapatkan “kejutan” tak terduga.

Bahkan sering kita lupa, jawaban terbaik pun dapat kita diskusikan dan kita minta. Kepada siapa? Tentu kepada Sang Pemberi Kehidupan. Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Kembali lagi, hidup itu sederhana. Sesederhana kita mau berdoa dan meminta, atau menghindar dan menyakiti-Nya.

Ketika kita diberi kehidupan saja, sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Walaupun kelihatannya sederhana, tapi terdiri dari suatu yang juga kompleks. Betapa jika kita tidak bernapas sehari saja, bisa menimbulkan keributan luar biasa.

Syukur itu sederhana. Sesederhana sebuah senyuman dan doa setiap hari. Senyuman hangat lagi indah. Syukur itu sederhana lagi indah.

Seindah senyuman bapak dosen sore ini. Hehehe..

30 Okt 2012

once more, I'm fallin' in Love with........... Indonesia.

Pantaslah banyak yang cemburu dengan kita, yg tinggal di negeri surgawi. Lautannya luas berpesisir indah. Buah warna-warni bergelantung menggoda lidah. Rempahnya melimpah, khasanah budayanya pun tak hanya sejarah. 
Belanda menjajah karena rempah. Malaysia mengklaim karena keanekaragaman budaya. Bersyukurlah, namun jangan pernah mengambilnya lebih dari yang kau perlu. Jaga negeri, agar tetap cantik, segar dan berseri. Selamat siang, Indonesiaku! :)

17 Okt 2012

Kerajaan yang Tak Ternilai

Keluarga bagaikan sebuah kerajaan.
Ayah sebagai raja, ibu permaisurinya.
dan anak-anak sebagai pangeran dan putrinya.

Di keluargaku, raja dan permaisuri hidup rukun dan bahagia.
Belum pernah ada pertengkaran serius antara keduanya.
Pembicaraan serius pun dilakukan di belakang kami, putri-putrinya.

Raja di kerajaanku tidak terlalu banyak mengambil posisi.
Beliau adalah sang pemberi kebahagiaan, layaknya Sinterklas.
Makanya aku selalu heran kalau mendengar cerita temanku yang dikurung ayahnya.
Ayah sangat sayang kami bertiga. Beliau juga yang paling tampan.

Permaisuri yang bertugas layaknya perdana menteri sekaligus penasehat.
Beliau mengatur semua urusan rumah tangga, dan berjalan sangat baik.
Dulu aku sempat mengeluh tatkala beliau terlalu sering bekerja.
Ya, beliau pun seorang wanita karir yang mandiri.
Kini aku mengakui kekagumanku padanya.
Tak ada yang bisa menandingi kebijaksanaan beliau.

Putri kecil selalu meminta perhatianku. Lebih-lebih kini.
Ia sering bertutur tentang kesehariannya padaku.
Termasuk kisah barunya tentang sang pangeran yang mengoyak hati.
Sabar ya sayang, ku selalu di sini.

Aku sering membayangkan apa jadinya.
Bila kerajaan lain telah mempersunting kami berdua.
Lalu raja dan ratu hanya hidup berdua.
Hilanglah cericit putri kecilnya.
Hilanglah tawa besar putri sulungnya.

Bahkan kini, kerajaan itu saja sudah sepi.
Sekian tahun lamanya aku tidak bermukim di sana.
Hanya singgah, untuk kemudian pergi kembali.

Satu yang pasti, kemanapun kami pergi, kerajaan inilah yang pasti membuka gerbangnya saat kami kembali. Dan kami, adalah representasi dari pusaka kerajaan ini.

RRR-WedNite 2012

15 Okt 2012

untitled

tiap kali lembar ini terbuka, ketika ku hanya ingin melepas penat, semua ide kabur begitu saja. Apa yang kudapat, laksana hanya tercatat di permukaan, kemudian mengalir lenyap. Apa, apa esensinya? Apa,apa yang bisa melukiskan saat ini di dalam diri.

Kepalaku melayang, sepertinya angin begitu keras menggoyang. Lambungku pun tergerus, berputar, memeras kekosongan yang suci. kekosongan menuju satu impi. mengambil hatiNya, menuju surgaNya. Impian yang saat ini kumulai lagi. Aku terlahir lagi.

Ingin kubuang segala kenistaan, kuganti dengan pupuk kebaikan. Aku ingin nekad, tak lagi minta pada orangtua. Aku hanya ingin kasihMu, keajaiban yang selalu kurindu. Ingin kubuktikan bahwa diriku sanggup, diriku mampu untuk datang ke pelukanMu.

Ya Rabb, ini aku. Sambutlah aku dengan janjiMu. Janji bahwa selangkah ku datang padaMu, Kau akan seribu langkah mendekat padaku.

29 Sep 2012

Cericit Sore

Kuawali dengan kata maaf untuk sore yang begitu menyegarkan ini. Supaya para pembaca pun memaafkanku dengan hati yang lapang, kalau aku pernah melakukan/memposting hal kurang menyenangkan di blogku.

Tujuanku ngeblog sore ini ada dua. Pertama, bercerita tentang perjalanan survey tadi. Biasa, laporan blusuk-memblusuk kayak kemarin. Dan harusnya double chapter, soalnya saya sempet lupa mencatatnya untuk episode yang lalu. Tapi, sepertinya laporan itu bakal saya tulis di postingan berbeda.

Kalau begitu langsung saja yang kedua ya. Sebenarnya yang kedua nih adalah hasil blusukan pemikiranku yang suka menjalar-jalar kayak ular naga. Hehe. Dan sebenarnya adalah disebabkan oleh hal kurang menyenangkan yang kualami beberapa hari ini.

Aku menyimpulkannya sebagai "cinta itu sederhana". Banyak hal yang tidak kita mengerti yang sering terjadi dalam hidup kita. Dalam diriku, fenomena atheis jadi salah satunya. Anda bisa out dari blog saya jika kurang berkenan. Saya sedikit tergelitik akibat tulisan teman saya disini

Atheis, kehidupan tanpa Tuhan. Kehidupan tanpa percaya bahwa ada suatu dzat yang sudah berjasa tak terhingga dalam kehidupan. Dulu saya menganggapnya biasa karena saya tak ingin terjerumus. Tapi kini, jika saya mendengar seseorang tidak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan, saya jadi sedih dan takut.

Untuk membayangkan saja sudah ngeri, apalagi menjalaninya. Bahwa ketika kita terlahir ke dunia, kita hanya terlahir begitu saja. Tanpa tujuan dan pesan apa-apa. Lalu buat apa kita hidup? Buat apa kita kenal ayah-ibu, kenal alam sekitar, buat apa kita mencari uang, buat apa kita bertahan hidup? Hiii..

Padahal jika diulur dari awal sebelum kita lahir saja, ada suatu keajaiban yang telah digariskan. Dari sekian juta sel sperma ayah kita, hanya satu yang berhasil menembuas dinding sel telur di rahim ibu kita yang mulia, yang akhirnya menjadi kita. Dari situ, muncul keajaiban lagi. Sel-sel itu membelah menjadi bagian tubuh kita, hingga akhirnya tubuh itu terbentuk sempurna. Kemudian ditiupkan jiwa kita ke dalamnya. Sampai akhirnya kita terlahir ke dunia. Kelahiran kitalah yang membawa kabar gembira bagi dunia. Mustahil jika itu hanya sebuah kebetulan. Pastilah ada yang telah merencanakan. Dari situ kita mengenal Tuhan.

Ketika kita lahir, kelahiran kita bagaikan angin surga bagi orang tua. Tak ada orang tua yang tak gembira melihat kelahiran buah hatinya, se-tak sempurna apapun keadaan bayi itu. Bahkan jika kelahiran kita hanya sebentar.

Maaf, karena sekali lagi ini catatan acak, saya teringat lagu yang pernah saya buat. Kira-kira begini isinya,
"Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tiada. Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tak bersua."

Isi lagu itu kurang lebih sama dengan lagu ciptaan Dewi Lestari yang menjadi OST film Perahu Kertas yang isinya kurang lebih seperti ini, "Kubahagia, kau telah terlahir di dunia, dan kau ada di antara milyaran manusia."

Ya, penciptaan kita pastilah suatu kabar gembira bagi dunia. Bahwa kita ada, sudah cukup untuk membawa pengaruh sekecil apapun di dunia ini. Baik atau buruk, itu ada di tangan kita. Yang pasti semua kehidupan kita sebenarnya sudah didikte oleh Sang Pembuat Skenario. Sudah ada petanya. Tapi kita juga diberi pilihan, mau alur cerita seperti apa. Siapakah dibalik itu? Pastilah Dzat yang Maha Berkuasa di dunia. Dialah yang disebut Tuhan.

Cinta itu sederhana, sesederhana Tuhan menciptakan kita ke dunia. Maka cinta yang sederhana itu, harus kita balas dengan hal yang sama. Yaitu mencintaiNya. Dengan cara apa? Berterimakasihlah padaNya melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan melalui wakil-wakilNya.

Dalam agama saya, Islam, ibadah itu sederhana. Yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintahNya adalah solat 5 waktu. Masih banyak muslim yang sering meninggalkan solat. Berbagai alasan dibuat, ada kerjaan lain lah, males lah, kebanyakan lah. Dulu pun saya sering begitu. Tapi begitu sadar bahwa, semalas dan secuek apapun saya terhadap Allah, Allah masih dengan kasih sayangNya yang tak terhingga memberikan saya nafas, membangunkan saya di kemudian hari. Dan saya hanya harus membalas kasih sayang itu, minimal dengan 5 kali solat. Se-ringan itu.

Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta Tuhan terhadap kita. Yang tetap mencintai kita sebebal apapun kita terhadapNya. Makanya saya menganggap kalau atheis itu orang paling tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.

Sejujurnya alasan saya semangat menuliskan ini juga karena saya habis sakit hati. Saya punya kekasih yang seringkali tanpa sengaja menyakiti saya. Hanya dengan kata-kata. Ya, mungkin saya terlalu sensitif sehingga hanya dengan kata-kata atau perilaku dicuekin, saya jadi kesal bukan main. Di situlah saya bercermin, ada cinta yang takkan pernah menyakiti. Cinta yang bahkan membuat kita hidup setiap hari, setiap detik. Walaupun disakiti terang-terangan, tetap mencintai kita tanpa pamrih. Gak senyebelin pacar saya, apalagi sesensitif saya.

Lihat saja hari ini. Saya habis 2 hari kurang tidur dan kerja terus, plus hari ini survey dan nyaris dehidrasi. Saya curhat ke kekasih saya itu, bahwa hari ini saya lelah sekali sampai nyaris pingsan. Lalu dia bilang begini, "Bukannya kamu membonceng? Harusnya lebih capek yang boncengin kamu dong. Apalagi badan kamu besar." Hati saya panas. Niatnya mau curhat supaya lelah itu membaik, justru kebalikannya. Saya tambah sebal.

Lain sekali dengan takdir Allah hari ini. Dia mengerti saya lelah dan memberi tanda dengan lemasnya saya, dehidrasi saya. Lalu ketika saya menolak sebuah agenda dan lebih memilih istirahat, Dia memberikan saya ekstra waktu istirahat dengan cara membatalkan agenda saya yang rencananya setelah ashar hingga maghrib. Dia mengerti, bahwa saya berusaha merawat pemberianNya. Merawat tubuh saya dan Dia menggantikannya dengan tambahan waktu istirahat. Tuh kan, cinta itu sederhana? Sesederhana saling pengertian antara kedua pihak.

:')

Terimakasih ya Allah, Kau telah memberiku kesempatan hari demi hari tuk jalani kehidupan. Menjalani skenarioMu yang indah pada waktunya. Terimakasih untuk keajaiban dan rasa pengertianMu yang agung. Kaulah cinta sejati. :')

Sekian saja cericit sore hari ini, makasih juga buat pembaca yang sudah tahan membaca hingga baris ini. Semoga Tuhan memberikan kalian anugrah sesuai apa yang kalian butuhkan.

:D

Rimie pamit, mau solat Maghrib :D

25 Sep 2012

Skenario Tuhan

Tuhan, aku kembali
Kembali menggantungkan harapanku pada keputusanMu
pada Engkau Yang Mahaberkehendak

Siapalah aku
tega memberinya kepastian
tanpa ada restuMu disana

Siapalah aku
sok berhak menentukan pilihan
tanpa tahu skenario apa yang Kau berikan

Engkaulah pemilik kami
Seluruh jiwa, raga dan nurani
Engkaulah satu
Yang dapat membolak-balik hati

Ketika kau berfatwa, "Jadilah"
Maka terjadilah
Tak ada yang bisa mencegah

Begitu pula tentang jalan hidupku
Tentang skenario yang tak pernah kutahu

Engkaulah penulis yang Mahaagung
Penulis yang dapat melukiskan kisah sempurna
Se-tak sempurna apapun diri kami

Penulis yang bahkan dapat menegur tiap tokohNya
Melalui adegan singkat nan mudah diingat
Penulis yang  tak pernah membenci satu pun tokohNya
Meski mereka sering membenci skenarioNya

Tuhan, maafkan aku
Yang sering menyesali adegan kecil hidupku
Yang sering menertawai kisah orang lain
Yang sering berprasangka buruk tentang bab-bab sesudah ini

Padahal Engkau adalah sesuai prasangkaku
Engkau hanya mengabulkan apa yang terbersit di hatiku, otakku
Menerjemahkannya, mengukirnya menjadi nyata

Segala puji dan syukur kupanjatkan
Untuk setiap alur kisahku
Bahagia maupun duka
Dengan sadarku kini
Kubersaksi
Aku bahagia telah terlahir ke dunia ini

---
Rimie Ramadan
25.09.2012

22 Sep 2012

Pesanku

Apalah aku, ingin mengirim pesan ke hatimu,
tapi otakku beku, hanya tergambar parasmu
dalam dengkur merdu, di sela bunga tidur itu

Apalah aku, yang terpikir hanya untuk
membekaskan jejak di pipimu
Kau, dalam lamunmu tersenyum
Membalas pesan yang belum terketik

Rimie Ramadan
Yogya 22.09.2012 2:51am

20 Sep 2012

Ijinkan Satu Saja

masihkah
mawar itu merekah merah
seperti saat kau berserah
di hadapku
atau ia telah menghitam
layu ditelan zaman

masihkah
sayap itu mengepak
bersama sayapku
terbang menuju arah yang sama
atau ia telah terluka
tak ingin lagi mengudara

masihkah
lengkung pelangi berwarna
melukiskan rasa kita
dalam tiap halaman kosong
yang biasanya
kita isi berdua

keceriaan ini
seperti sebuah topeng
dibalik tempurung kosong
semua abu, semua menguap

hanya tersisa satu
pintaku,
ijinkan aku merindukanmu

Rimie Ramadan
20.09.2012

Terpikat Olehmu, Negriku

Fajar menyingsing di sudut langit. Menunggu awak negriku menggeliat dari pejamnya. Membasuh dirinya, sebagian bersujud pada Tuhannya, sebagian lagi bersiap menata hari.

Dhuha menganga, menyibak warna terindah dari langitNya. Biru, warna pembangkit kerja, warna penyemangat hari. Lihatlah mereka, dengan caranya masing-masing berkendara menuju tempat kerjanya.

Desa. Sawah menghampar siap digarap. Pepohon hutan menyeruak berlomba menyedot surya. Petani, peladang, penadah getah karet dan penebang pepohon kayu membanjir. Sepeda, motor, dan berjalan. Menyapa hampir seisi desa, menanggap tamu baru yang tersasar. Ramah, penuh senyum hangat. Sehangat teh manis yang mereka sesap waktu sarapan.

Kota. Gedung pencakar langit telah beroperasi. Bahan baku diap diolah. Manajer, Salesman, Office Boy dan Satpam berlalu lalang. Mobil, bus, taksi dan motor. Menghadap gadget masing-masing, bersebelah tapi saling diam. Disapa, berubah masam. Semasam bau keringat mereka ketika pulang kerja.

Bisakah, sinkronisasi nilai positif dari kedua paradoks ini? sebuah tempat dimana karakternya masih sopan dan ramah, namun juga memiliki intelektualitas tinggi. Harga bahan dapur tak terlalu mahal, terjangkau oleh semua. Meski yang satu berjalan dan yg lain bermobil, masih saling sapa, saling kenal, saling menjaga. Dengan begitu identitas Indonesia akan tetap terjaga. Takkan luntur atau diklaim oleh negara lain. This is Indonesia.

"Indonesia, hatiku, rumahku, bangsaku..
Indonesia, banyak pulau dan budaya menyatu..
Dari gunung ke laut wajah tersenyum di mana saja..
Slamat datang di Indonesia, rumahku bangsaku, Indonesiaku..

Indonesia, we love you forever.." -Indonesiaku, populared by Vincent Laghea.

Blusukan Gamping

Sebetulnya ini bukan hal yang terlalu wow. Hanya saja, saya yang terbiasa di kota selalu saja tertarik bila berada di daerah pedesaan. Baik itu di pegunungan, maupun wilayah pesisir pantai.

Serangkaian blusukan ini diawali oleh tugas studio yang bertema "Kawasan Perumahan Terpadu di Daerah Transisional Desa-Kota" dan bapak dosen pembimbing menyarankan ke daerah Gamping ini.

Awalnya tidak ada yang tahu jalan menuju kecamatan yang terletak di barat kota Jogja ini, kecuali saya. Kemudian, berbekal sedikit pengalaman nge-bus, saya memandu kawan-kawan se-tim yang kemudian sampai di kantor Camat Gamping. Lalu kami diarahkan ke Kelurahan Balecatur yang saat ini memang terkonsentrasi untuk pengembangan perumahan.

Gambaran Geografisnya, Kelurahan Balecatur ini membagi fungsi lahan berdasarkan jaraknya terhadap jalan. yang paling dekat dengan jalan tentu saja kawasan niaga. Kemudian jika kita masuk sekitar 500 meter ke dalam gang, kita menemui pabrik-pabrik yang dikelilingi sawah. Dibekali 3 buah peta yang salah satunya terbentang dan dipegang oleh motor paling depan, kami menyusuri pedesaan dan perbukitan Gamping.

Menemui hutan batu, aneka macam perkebunan, beberapa kumpulan rumah penduduk, kami menjumpai suatu komplek perumahan yang cukup meng-kota. I felt like, "ini persis perumahan dinas PU di Kelapa Dua, Tangerang." seriously.

Tapi yang saya takjub adalah, perubahan kondisi udara. Matahari masih sama teriknya, namun di sini, angin yang berhembus lebih sejuk ketimbang di kota.

Sekian menit kemudian, kami menemui sekelompok bapak-ibu yang sedang berbenah parit. Lalu sang pemegang peta bertanya pada mereka posisi saat itu dan jalan keluar kembali ke jogja. Mereka ganti bertanya tentang asal-muasal kami. Mereka lalu tersenyum mempersilakan ketika kami pamit dan bertolak pulang.

Kesepakatan sebelumnya, bahwa kami hari itu hendak mendetail salah satu desa, jadi bablas karena baru pukul 11 kami berhasil keluar dari rute tadi dan berjumpa dengan Jalan Lingkar Luar Selatan. Dan ternyata, kami sudah ada di kabupaten Bantul sejak bertemu sekelompok pembenah parit tadi.

Info yang dapat kami rekam hanyalah berupa foto-foto seputar tipe rumah, aktivitas penduduk, tempat ibadah, warung dan kantor pemda. Namun sepertinya cukup untuk bercerita kepada pak Toni, dosen pembimbing kami.

Sekian dulu yah, saya mau melanjutkan menafsirkan mimpi. Alias kembali bekerja dengan Corel Draw X4, hehe. Kali ini membuatkan kartu nama untuk seorang Master Distributor wilayah Jogja. Disusul pembuatan kardus packaging. Hehe. Sok sibuk ye saya? Doakan saja nantinya punya anak buah. Amiin :D

13 Sep 2012

A little corner of time i would spend with U

Selamat malam wahai halaman kosong.

Di detik-detik menjelang pergantian hari, ijinkan aku mengisimu.

Apa kabarmu? Lama sudah kita tak bersua. Rindu aku menarikan jemariku bebas di atas potongan-potongan hitam ini. Apakah kau merindukanku juga? Kuharap begitu. Hehe.

Ketika aku menelantarkanmu, bergelut dengan duniaku yang sebenarnya, adakah kau cemburu? Atau malah kau berbahagia, melihatku banyak beraktivitas di jalur yang seharusnya? Syukurlah bila begitu.

Terlalu panjang bergelut dan kini aku membawa setumpuk kisah tuk kubagikan padamu. Pertama adalah tentang liburanku. Liburan, yang mungkin berbeda dari biasanya. Meski sama-sama lebih banyak kuhabiskan di rumah saja, namun liburan kali ini aku memiliki sekian daftar pekerjaan. Sebut saja me-layout buku agder, mendesain pernak-pernik coklat-kuning, lalu projek yang tak kalah besar, yaitu ke panti bersama teman-teman di jakarta. Oh ya, satu lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga selama pembantu mudik. Yah, kira-kira begitu.

Perusahaan itu kini telah menginjak bulan ke-6. Kuakui perkembangannya lambat karena kami belum stabil dalam pergerakan dana. Namun kami sudah mulai eksis di pasaran. Alhamdulillah, semuanya tak lepas dari izin Allah SWT.

Aku masih menjadi perempuan tunggal sementara karena Mbak Kiki bisa disebut "fiktif" untuk saat ini. Tapi beliau masih me-maintain kami. Rapat kami sering mengambil waktu malam hari. Sehingga seringkali Putra khawatir dan mengingatkan akan kesehatanku. Syukurlah, paling banter aku hanya masuk angin. Hehe.

Hobiku untuk menulis dan blogging sementara kusisihkan dulu, duniaku sekarang bergelut dengan coreldraw. Menemukan keasikan tersendiri dalam memadu warna, bentuk dan karakter. Sesuatu yang sampai saat ini masih lemah kukuasai.

Mungkin sekian dulu curhatan dadakan ini, sudah pagi. Selamat malam dan mari berselimut! :D

25 Jun 2012

Celoteh di sela tugas

Habis lembur
Adalah ketika guyuran air pertama terasa begitu segar
Habis lembur
Adalah ketika pemandangan sehari-hari terlihat begitu indah
Habis lembur
Adalah ketika udara jam 11 pagi terasa begitu sejuk
Habis lembur
Adalah ketika perut menolak diisi karena cemilan dan sebah kopi
Habis lembur
Adalah ketika semua lelah harus diobati dengan tidur

Kalo kamu stres, jangan bilang mau mati
Karena masih terlalu banyak tugas menanti
Kalo kamu mati, ga ada yang bisa ngerjain lagi.

Kalo kamu stres, jangan kamu lari
Karena tugas akan terus mengejarmu
Jangan pula kamu sembunyi
Karena dia akan mudah memerangkapmu

Kamu dihidupkan, karena kamu ditugaskan
Kamu adalah panglima
Pedangmu ada di nafasmu
Kamu baru akan mati
Ketika tugasmu sudah benar-benar selesai

Rimie Ramadan
25.06.2012

27 Mei 2012

Newlywed Songs

The Love I Found in You. Sekedar menyimak lagu yg dibawakan Jim Brickman ini. Terlalu sayang bila dilewatkan. It's a perfect match for a newlywed couple. Let's look at the lyrics.

"You are the air I need to breathe
The river of life inside of me
You are the half that made me whole
You are the anchor of my soul"

Kau udara untukku bernafas
Aliran darah dalam tubuhku
Kau paruh yang buatku utuh
Kaulah tempat jiwaku berlabuh

Bait pertama begitu romantis ya? Begitulah, ini sebuah lagu yang benar-benar dipersembahkan untuk pasangan hidup yang sah. Yang berani menanggung segalanya bersama. Mengarungi samudra kehidupan berdua. Saling mengisi, tuk meraih impian bersama.

Sekarang, saya berikan juga secuplik lagu Warren Barfield yang beberapa waktu lalu dikirimkan oleh sahabat saya. Judulnya "Love is Not A Fight" silakan disimak.

"Love is not a place
To come n go as we please
It's a house we answer in
Then commit to never leave

Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of the war
And if we try to leave
May God send angels to guard the door
No, love is not a fight
But it's something worth fighting for"

Pernikahan pun tak selamanya manis dan lurus. Masalah diciptakan untuk mengompakkan satu sama lain. Namun jika masalah tak kunjung reda, kadang hubungan yang sudah mencapai usia emas pun bisa bercerai. Karena itu, lagu di atas seperti sebuah reminder supaya maintenance dalam sebuah rumah tetap berjalan indah dan rukun. :)

Kenapa tiba-tiba saya posting cuplikan lagu seperti ini? Karena kebetulan saya mendapatkannya dalam waktu berdekatan dan sepertinya saling mengisi satu sama lain. Seperti pernikahan itu sendiri. :)

Semoga semua pasangan di dunia ini, tidak hanya langgeng sampai kakek nenek, tapi juga di surga di kehidupan kedua nanti. :)

------
Ria R. Ramadan
27.05.2012

Selamat 8 bulan Mas Bryan, moga sampai nikah n kupersembahkan 2 lagu ini buat kalian. :)

17 Mei 2012

Hujan II

Hujan, kuharap engkau datang malam ini. Atau esok pagi. Secepatnya.
Biarlah kawanmu si awan mendung menyamarkan keberadaan kami.

Hujan, datanglah. Deraslah. Sapulah. Sapu semua kedamaian yang ada di dalam diri ini.
Sapu dengan rasa syukur terindah yang pernah ada. Rasa syukur yang membuatku mengerti.
Adanya mereka adalah alasanku di sini. Alasanku untuk berjuang dalam arus globalisasi.
Keluarga, tempatku berasal. Tempatku kembali.

Hujan, Iringilah. Setiap detak yang tak henti. Setiap butir yang bergulir.
Jatuh ke pangkuanku. Menembus pakaian dan menyayat kulit.

Hujan, hujan, hujan. Kupanggil engkau. Sebagai selimut untuknya berlindung.
Gantikan aku. Hibur dia, jagalah ia. Lindungi matanya agar engkau tak berpindah ke bola matanya yang tajam. Bola matanya yang hitam, yang selalu menatap diriku dalam. Menatap diriku dalam malam.

Hujan. Hujan. Hujan.

---
Rimie Ramadan
17.05.2012

16 Mei 2012

Gaga Gagal Gara-Gara Gerakan Radikal

Sori nih, bukan mau offense atau apa. Hanya sedikit tergelitik dengan isu Lady Gaga yang baru ngerti gara-gara nonton teve. Saya sendiri cuma mau berpendapat, bukan berkomplot, apalagi menjelek-jelekkan yang bersangkutan. Saya netral.

Sebenernya gini, beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah video tentang persaudaraan pemuja setan, Illuminati, yang mungkin sebagian besar orang di luar sana terutama USA sudah menjadikannya lifestyle atau gaya hidup. Dimana gaya hidup itu terus terbawa (baca: didistribusikan) salah satunya melalui entertainment alias dunia hiburan, yang secara tidak langsung akan menjadi trademark artis dan akan diikuti terus oleh para penggemarnya. Bagi orang awam, hal itu ya hanya akan diterima sebagai trademark sang artis tanpa menelisik lebih dalam filosofi di dalamnya.

"Beruntungnya", Lady Gaga adalah salah satu tentara, atau bahkan menurut isu yang beredar, sudah diangkat menjadi "putri" di "kerajaan" tersebut. Sehingga setiap style, video, dan gaya yang dilakukannya pastilah menyimpan unsur kesetanan. Misal, erotisme di setiap video dan live perform, hanya memperlihatkan sebelah matanya di setiap foto dan cover album, dan banyak lainnya.

Dan ketika Sang Putri hendak menggelar konser di negeri yang mayoritasnya muslim ini, tidak ada respon pada saat tiket dijual. Entah kenapa, dengan sangat tiba-tiba, FPI bangun ketika konser hanya tinggal hitungan hari. Mengundang begitu banyak kontroversi dan kecaman dari para Monster (fans Lady Gaga, rrr.)

Saya sendiri antara sedih dan senang, juga takut saat menulis post ini. Karena saya pribadi mengagumi lagu dan fashion style Gaga yang "ajaib" tetapi saya sendiri sudah mengetahui latar belakang Lady Gaga yang seperti itu.

Sebagian besar masyarakat negeri ini sendiri rasanya masih terlalu polos dan naif. Menerima dan menyerap apa adanya. Sedangkan FPI sendiri adalah ormas yang anggotanya adalah mantan preman yang insyaf dan justru kepremanannya tersebut jadi benteng kuat untuk mempertahankan agama Islam. Jadinya terkesan frontal dan radikal.

Tapi kalau dipikir-pikir, kalau tidak ada ormas Islam tersebut, saya sendiri akan lupa kalau Gaga adalah Sang Putri Pembawa Misi. But I love her unique style, maksudnya materialnya tuh, unpredictable.

13 Mei 2012

Trap!

Harapan.Semu.Kautanam.Dalam Mimpiku

Remuk.Redam.Patah.Arang

Sengajakah?
Atau
Aku yang melankolis?

Hebat.Kaurancangkan.Skenario Masa Depan

Kauceritakan.Kautunjukkan.Padaku

Sang Pemujamu

Tak kusangka
Kauberikan Peran Utama.pada yang lain

Bukan Aku

Haruskah mengemis?
Meminta kembali manuskrip yang kauceritakan dulu?

Tidak.Aku memang tak berbakat menjadi aktris.
Biarlah keserasian itu menjadi hak milik yang sepantasnya dapat.
Aku bersyukur dan berdoa, semoga manuskrip itu lancar dan berakhir bahagia.