29 Okt 2013

Heart Blows

Life is under the name of Love. Love from God, parents, you can find it everywhere. And it would be special  if you find them under some-unknown-body's heart. It suddenly came. Makes your heart beats faster. Make your dreams nicer. Makes everything seems new. That's when you found a soul mate.

Things you cannot do, they do. Things they cannot see, you see. The world seems beautiful if you treasure it in two. Like you live in such fantasy.

But why, dear? You made it so hard lately. I can't trust you in things. You made shame of me. You betray me, never can do things right. You said "A", i did "A". You said "K", i do like your order. But when i'm mistaken, you just stood there out of me, and laugh like i made a very-very-very-silly thing. Have you ever fell into that thing? Since you're a heart of mine, i always forgive you then. But again and again you made this stress on me.

You know what? I'm not a rational minded. I'm most did everything on my will, on my heart. So when i'm stuck on this kinda matter, i just cannot do things right. Same with another past. When I fell in love with somebody here in this damn campus. And i just cannot do anything. I messed up my work, my study, everything. Back then, you came. Think of some fairy tale, i thought you are the mend of my heart. Things are easier back then.

Now it's up and down. I don't know what to do.

7 Okt 2013

Aidan Hamzah

Namanya Aidan. Wajahnya biasa, berkacamata dengan rambut cepak. Tingginya sekitar 170 cm, pun tidak setegap model majalah remaja. Warna kulitnya sawo matang, tipikal pribumi Jawa. Hanya saja, dia adalah manusia yang membuat semua wanita terpesona. Satu kata kunci, senyumannya.

Pemuda itu senang berkebun. Tak jarang ia membawa hasil kebunnya ke kampus untuk dicicipi oleh mahasiswa lainnya. Ia tahu bahwa buah-buahnya merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi mahasiswa ngekos. Seistimewa dirinya yang masih sempat berkebun di antara tugas kuliah yang menumpuk.

Aidan atau Dan saja, begitu teman-temannya biasa memanggilnya. Bukan tergolong mahasiswa dengan kejeniusan tinggi, pun tidak dengan kerajinan superpesat. Tapi keloyalannya terhadap teman-temannya bisa diacungi jempol. Ia selalu tersenyum, tanpa pernah berkata tidak. Terutama jika ia sedang tersipu malu, semua wanita gemas ingin mencubit pipinya. Terlalu manis, mengalahkan gula jawa.

24 Jul 2013

Dentang

Tik.

Aku duduk di ruang tamumu. Isi pikiranku masih ringan.

Tik. Detik kelima.

Kupandangi langkahmu yang terburu, mengambil ponsel yang deringnya memanggilmu.

Tik. Detik keenam puluh.

Kujelajahi jejakmu dengan ekor mataku. Engkau kemudian pamit, lalu mengejar waktu. "Tunggulah sebentar," katamu.

Tik. Detik keenam puluh lima.

Aku iri. Aku memaki pada ponselmu. Memaki pada gerak-gerikmu yang luputkan aku. Rupanya ia lebih menarik perhatianmu ketimbang aku.

Tik. Detik keempat ribu delapan ratus.

Engkau tak kunjung tiba. Aku resah. Segenap waktu kau di sini pun, kau tak jua memberiku perhatian. Padahal, kau janjikan tahun ini kita menikah. Tapi nyatanya, Setiap aku menghampirimu, kau malah memisahkan diri.

Tik. Detik kesembilan puluh.

Bel rumahmu berbunyi. Aku melihat bayangan seseorang di sana. Yang kuharap adalah engkau yang memberi kejutan. Meski kuakui kau bukan tipe pria romantis. Penuh rasa penasaran, aku menuju pintu.
Rona merah semerbak di wajahku kala sebuket penuh mawar merah tepat di hadapanku. Namun sedikit kecewa, kau tidak mengantarnya sendiri. Petugas toko bunga itu kemudian pamit pergi.

Tik. Detik keseratus.
Aku bosan. Aku hendak menjemputmu yang tak lagi pasti. Aku tak mau lagi bermain dengan khayalan. Kusembunyikan nyaris hendak kubuang.

Tik. Detik keseratus lima puluh tiga.
Lampu penyebrangan hijau menyala. Kuambil langkah seribu.

Tik. Detik keseratus lima puluh lima.
Bug! Badanku tersenggol dan entah mengapa semua menjadi samar. Aku melayang, mungkin akan menjadi kupu-kupu. Biarlah aku berubah, mungkin dengan begitu, ku bisa mendampingimu.

Rindu

Lama sudah tak bersua. Jaring laba-laba mulai menggelayut di sudut ruangmu. Hampa.
Sudah hampir dua bulan, kasihku. Lagu sunyi mulai bermain seiring jemarimu melangkah. Tentang sepi, yang mengoyak minggu ini. Di dasar sana, penuh abu rindu. Aku rindu padamu.

3 Mei 2013

Anak Petani Tembakau (1)

Suatu ketika di negeri yang terkenal damai...

Seorang gadis kecil sedang bermain di ladang bersama ayahnya. Ayahnya seorang petani tembakau. Setiap hari, si gadis kecil selalu ikut ayahnya bekerja. Sambil bermain ceria.

Waktu terus berjalan dan gadis itu pun semakin dewasa. Ia memasuki usia remaja. Karena kecerdasannya, ia mendapat beasiswa di sebuah sekolah menengah negeri favorit di kota. Kota selalu menjadi tempat yang ramai dan penuh oleh hiruk pikuk manusia. Memang menjanjikan, namun juga penuh jebakan.

Kehidupan di kota memaksa si gadis bergelut dengan debu dan asap. Kendaraan umum yang tidak pernah dirawat oleh pemerintah, motor dua tak yang masih berasap, pembakaran sampah, asap dari warung kaki lima, dan juga asap rokok. Untuk yang terakhir, dia paling sering menjadi korban.

Hingga suatu ketika usai istirahat, dia merasakan sesak pada dadanya. Kemudian ia terbatuk dengan suara yang tidak biasa. Bahkan teman sebangkunya merasa iba dan segera menuntunnya ke UKS.

something right

Hello blog. At this kinda time i really miss hearing westlife's songs. Their songs are much lovable. Really need it now.


"Never thought that I'd be so inspired
Never thought that I'd find the higher truth
I believed that love was overrated
'Till the moment I found you

Now baby I know I don't deserve
The love you give me
But now I understand that

If you want me I must be doing something right
I got nothing left to prove
And it's all because of you
So if you need me
And baby I make you feel alive
I know I must be doing
Doing something right.."

- "Something Right", Westlife

Salah satu lagu yang paling sering terngiang di kuping saya

29 Apr 2013

Dewi Musim

Bagai sepasang penjaga, kita berdua
Dalam satu bingkai purnama
Aku berjaga pada gerbang pembuka
Sedang kau berjaga pada gerbang keluar

Inilah kita, sepasang dewi musim
Bertugas menjaga perjalanan April
serta gerbang musim tropis yang berganti

---

Rimie Ramadan
29.04.2013

Sunyi

Kau duduk di sana. Melamun. Memikirkan hal di luar ruang kita. Pandanganmu menyelusup ke dimensi yang tak pernah kusentuh. Ada ruang dimana kau bercerita, tanpa sepatah kata yang aku pernah punya. Aku diam, membiarkan imajimu melayang.

"Ini masa sulit," katamu. "Kita harus begini dan begitu. Harus mengejar ini dan itu. Tapi modal sudah lagi habis."

Sejak kenal kamu, duniaku berganti. Dunia yang dulu penuh kata dan romansa, menjadi dunia dengan seribu bahasa. Dunia itu bernama sunyi. Walaupun bibirku mencoba beradu, namun sia-sia. Kau tak pernah hiraukan. Sunyi kembali kupilih. Bermain kata dalam imajiku sendiri.

22 Apr 2013

Sekarat!!

Risih!
Ricuh!
Bekah!
Bekuh!
Rongga dada menggelegak!
Gigi gemeretak!

Hak tak lagi terbagi
Keinginan tak dihormati
Kesepakatan pun diingkari

Bodoh kau!
Kalau saja kau tak menghitung
Habislah usiamu dalam perdaya orang
Kata hatiku

Muak!
Muaklah aku
Sudah untung aku bersabar setahun ini
Tanpa ada kabar hasil yang memadai
Masih saja kau ganggu aku
di tengah kewajibanku

Bangkai
Bahkan bisa lebih terhormat
daripada diriku yang sekarat

Terserah!
Langkahku tak lagi butuh menujumu
Tanganku bisa melukis dengan lebih baik
bila ku tak di sini

Aku terjerembap
Dan telat membalikkan otak
Kini ku sekarat
Sekarat!

---
22.04.2013
Ria R. Ramadan

Labil

Mungkin saya terkena dampak perang pemikiran. Saya mengalami konflik dengan batin saya sendiri. Entah saya harus mengambil dalil yang mana. Yang jelas saya masih berkeyakinan Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan kita dihidupkan untuk menyembahNya. Dialah pemilik segala apa yang ada di langit dan bumi, termasuk jiwa kita. Dialah tempat kembali segala urusan. Ya, saya yakin semua itu.

Sayangnya saya belum benar-benar belajar kapan turunnya setiap ayat dalam AlQur'an. Saya bingung, karena dewasa ini manusia banyak menafsirkan Qur'an dengan ideologi masing-masing. Sehingga saya mengikuti kaidah, "Islam itu gampang, tapi tidak menggampangkan." Rukun Islam wajib dijalankan, rukun Iman wajib dipercaya. Saya mengambil yang pokoknya saja. Dalil cukup dari Qur'an dan Sunnah. Namun satu yang luput, tarikh dari qur'an dan sunnah itu sendiri. Kecuali beberapa yang pernah saya pelajari.

Sebenarnya, apa yang menjadi perang pikiran di sini simpel tapi rumit, yaitu cara mencari nafkah. Oke, kita bisa mencari nafkah dari 2 segi yang dibebaskan Allah, Bekerja dan Memberi Pekerjaan. Keduanya harus halal.

Nah, di sini tafsiran halal pun sudah agak tergolong ke beberapa macam. Pertama, benar-benar bekerja hanya untuk ridhoNya. jadi apapun yang kita usahakan, tidak ada unsur pemaksaan terhadap orang lain. Yang kini populer disebut spiritual company. Intinya lebih kepada merayu Allah dengan segala cara yang dianjurkan agama, Dhuha-Tahajud-Jama'ah5waktu, sedekah, dsb. Lalu kemudian Allah lah yang akan mendatangkan mereka kepadamu.

Kedua, yang dikenal dengan sebutan profesionalisme. Sistem yang lebih dipopulerkan oleh bangsa barat sejak lama. Kerja maksimal, target tercapai, hasil maksimal, konsumen puas. Jadi perusahaan paling top sejagat raya. Semua orang memimpikan bekerja di sana dengan gaji yang menggiurkan.

Sayangnya, kebanyakan spiritual company kurang menjunjung profesionalisme sehingga cenderung berpikir dangkal. Begitu pun sebaliknya, profesionalisme terkadang menuntut kerja terlalu keras sehingga lalai dalam ibadah.

Beberapa perusahaan Spiritual Company yang pernah kumasuki sebagai konsumen, bisa dibilang kurang layak pakai alias kinerjanya mengecewakan. Saya seringkali merasa malu untuk mengakuinya. Mereka muslim, dengan identitas kokoh (celana gantung dan kumis-jenggot, poster nasehat alQur'an dimana-mana) namun manajemen perusahaannya bikin konsumen ngelus dada. Kebanyakan modal nekat juga sih. Jadi sedih, kayak liat pengemis berjilbab di jalanan.

27 Mar 2013

Simbah Putri

Wajah berpadu dengan remang cahya
Di sela kau tuliskan sebuah kisah
Tentang dirimu

Di tiap lembarnya
Kau tinggalkan segores nama
seorang wanita

Kau berkata, cantik parasnya
Kau jelaskan, anggun tata lakunya
Kau sematkan, kelembutan tutur katanya

Dan jemarinya
yang tak pernah terpangku
Ada saja yang dia lakukan
untukmu, kebutuhanmu
Tak pernah alpa kau cium
sebelum melangkah keluar rumah

Meski peluh membanjir
Meski keriput menggerus pipinya
yang dahulu ranum dan panen puji
Meski lelah memendam cita-citanya
Dia tahu, bahwa kamu
Kamulah yang akan mewujudkan cita-cita itu
Kamu yang akan berada di garda depan
Dengan ujung tombak terasah tajam
Siap berjuang mengumpulkan ilmu pengetahuan

Itulah yang membuat wajahnya nampak rupawan
Karena ia selalu tersenyum kala menyapamu pulang
Tak lupa menyuruhmu makan dan sembahyang
Menemanimu setiap malam

Demikian hebohnya engkau bercerita tentangnya
Seheboh tangismu kala kepergiannya
Seorang wanita yang merawat dirimu sejak kecil
Seorang nenek yang teramat sangat kau sayangi

Hingga selalu bila kubaca buku itu
Kutemukan bekas air mata
air mata bahagia
Rasa syukurmu pada Tuhan
telah dipertemukan dan dirawat sedemikian rupa
Serta doa yang tak pernah putus
hingga kini kau lulus dan memulai usahamu
Melangkah membuka jendela dunia

RRR. 27.03.2013
Teruntuk dirimu dan wanita terhormat itu
semoga Allah menempatkan beliau di sisiNya

26 Mar 2013

Rimie, Keep Your Head Down!

Hard to say, hard to move.
No words can said. No dreams to wander.
But feeling this i cannot assure.

Sekian hari sudah aktivitas kerja praktekku berakhir. Sekarang aku harus kemana? Next step: Membuat laporan KP. Tapi, aku sedikit terganggu dan malah ketika crossed itu berakhir, kekesalanku memuncak. Mungkinkah, karena selama kemarin aku berusaha menyisihkannya? Dan oh, rupanya karena seonggok kardus ini pula.

Masalah sepele, namun terkadang jika kesepelean itu terus diulang, menimbulkan keraguan orang lain dalam dirimu. Mungkinkah selamanya wanita yang harus ditempatkan dalam hal kepercayaan memegang hal detil? Dan ketika sang wanita penanggung jawab itu harus libur sementara untuk tugas yang lebih penting, masih harus dikejar dengan urusan itu semua? Bahkan dipaksa untuk menyelesaikannya hanya karena semua hal kecil itu dibuat atas nama dirinya?

Aku merasa ditipu.

Apakah aku terlalu polos sehingga mudah ditipu? Ya.
Apakah aku terlalu bodoh dan mudah diperdaya? Ya.
Bagaimana lantas seharusnya ku bersikap? Entah.

Ketika sebuah kepercayaan itu luntur, dan ketika saya merasa ketidakadilan berada di pihak saya, bisakah anda sedikit menurunkan hati dan kepala untuk mendengar dengan legawa apa yang saya utarakan?

"Dunia ini hanya permainan dan senda gurau."

13 Mar 2013

Gamang

Aku tahu, ini hanya sekedar keterlambatan pendaftaran KKN. Tapi karena satu dan lain hal, aku benar-benar galau akan hal ini. Bahkan nyaris bunuh diri.

Aku mungkin memang termasuk orang yang sangat sensitif terhadap perasaan yang kumiliki. Terlalu mengambil hati, terlalu kekanakan. Entahlah, namun yang kurasakan ini semua adalah buah. Buah dari didikan ibuku yang selalu membuatku mengalah, pertama terhadap adikku, namun kelamaan, aku menjadi orang yang mudah menyerah. Mudah patah arang, mental pengecut.

Dan juga, didikan ibuku yang jika kuistilahkan, "serba ada". Ya, sedari dulu ibu selalu bilang padaku, "Jangan khawatir, kan masih ada mama." Berkebalikan dengan sahabatku yang ibunya selalu mengingatkan, "Ibu tak selamanya ada, lho."

Mungkin itu sebabnya aku selalu menjadi orang yang sangat mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentinganku sendiri. Karena aku selalu merasa tak berhak, merasa masih ada yang akan memberiku itu. Dan kini, didikan itu berbuah keliru.

Aku menjadi seperti ini. Yang dibilang orang kurang prihatin lah, boros lah, gampangan lah, dan segalanya. Aku selalu takut menjadi pemimpin, meski sudah berkali mendapatkan Latihan Dasar Kepemimpinan ketika sekolah dulu. Karena lagi-lagi aku merasa tak pantas.

Aku yang sekarang, bertambah jauh lebih parah ketimbang dulu. Ditambah rasa malasku yang bermitosis lebih cepat dari yang kubayangkan. Diiringi oleh otakku yang entah mengapa semakin bodoh. Ya, aku memang bodoh. Bodoh, lagi pengecut.

Apa yang bisa kauharap dariku? Kata-kata basi yang tak pernah bisa dijual? Atau angan-angan hampa yang takkan pernah terwujud? Sesuatu yang tak nyata, yang hanya dapat kaujumpai di dunia maya.

Wujud sejatiku adalah bodoh, pengecut yang tiada tandingnya. Ya, inilah aku. Yang lagi-lagi terlambat untuk sesuatu yang seharusnya kucapai.

22 Des 2012

Teruntuk Ibunda

Terang telah menjadi petang
Seiring datangnya kumandang adzan
Dirimu berbalur wewangian
Cantik terbungkus rukuh yang kaukenakan
Siap menghadap Yang Maha Kuasa

Beralaskan sajadah
Kau tunduk dan pasrah
Menjadi imam bagi kami
Saat ayah ke masjid sendiri

Tak pernah kausebut lelah
Walau seharian tak pernah di rumah
Engkau yang selalu bekerja
Berangkat pagi pulang senja
Bagimu inilah amanah

Pernah sekali aku mengeluh
Karena tak pernah kucicipi masakanmu
Dan tak kutemukan hadirmu di kala jenuh
Tak kurasakan engkau hadir sebagai seorang ibu

Meski begitu aku selalu tersenyum
Saat kau menelpon di sela waktu istirahatmu
Saat kau dan ayah menjejak di depan pintu
Berlomba dengan ayah
Memberikan buah tangan untuk kami

Engkau memang ibu yang langka
Bukan seperti ibu lainnya
Namun engkau selalu setia
Tak pernah lupa pada kami semua

Satu kata yang mungkin belum pernah kuucap padamu
"Terimakasih Ibu"
Kini keluhku sudah terganti
digantikan oleh kekaguman yang kusadari kini
Ketika ku beranjak dewasa
Ketika ku mulai berpijak di kakiku sendiri
Semua usahamu, waktu yang kaukorbankan
Semua untuk kami, hanya kami
Karena kau sayang kami dan ingin kami tuk mandiri

Ibu, maafkan aku sering menzholimimu
dan tak pernah membuatmu bangga

Memilikiku, seakan hadiah terindah bagimu
Kau pertaruhkan nyawamu
Kau cukupkan semua kebutuhanku
Kau sempurnakan semua keinginanku semampumu
Kau menyayangiku, tak pernah luput mendoakanku
Meski ku tak bisa membalasnya
Tak pernah bisa menjadi seorang anak yang sempurna
Kau tetap tersenyum bangga

Ibu, inilah kutuliskan
Kisah kau dan aku
Tentang dirimu di mataku
Yang tak pernah kau tahu

Biarlah ini menjadi rahasia antara aku dan Allah
Seperti doamu padaNya tentangku
Doa yang telah mengantarku hingga detik ini

Satu kalimat terakhir tuk menutup airmata bahagia ini,

"Terimakasih ya Allah, Ibuku adalah malaikat terindah yang Kau anugerahkan bagiku. Bahagiakan ia, lebih daripada ia membahagiakanku. Karena kutahu, tak ada yang dapat membalas kebaikannya padaku, kecuali Engkau. Aku bersyukur telah terlahir dari rahimnya yang mulia. Terimakasih ya Allah, satu pinta terakhirku, berikan surga Firdaus untuknya. Amin."


Allahumma Shoyyiban Naafi'an, bersama gerimis dan malaikat yang menjaganya,
semoga doa ini sampai ke telingaMu ya Rabbi

 -Pogung Baru, 22 Des 2012
Ria R Ramadan

21 Des 2012

If Only

If only you were here beside me i won't get so lost in my mind
If only you were there to warn me, i won't get them spit my face out

If only you are here now, i'm begging you please be here
And comfort me, and tell me it's gonna be okay

If only
if only
only

you're the only one i need

now

18 Des 2012

Hidup Itu Pilihan


Hidup itu sederhana. Sesederhana kita menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida. Sesederhana menikmati tubuh yang sehat dan tersenyum untuk mensyukurinya.

Hidup juga terdiri dari pilihan-pilihan yang sederhana. Sesederhana kita benar-benar bangkit saat pertama membuka mata, atau sekedar berkedip lalu menarik selimut kembali. Sesederhana kita memilih mau makan apa, ketika kita berada di kafetaria. Sesederhana mensyukuri kesehatan kita, atau cemburu oleh kecantikan orang lain yang belum tentu alami.

Hidup itu sederhana. Kita sudah diberi suatu tawaran, hanya tinggal memilih, kemudian menikmati akibatnya. Sesederhana tawaran mengesahkan KRS, apakah di waktu yang tepat, atau menundanya sambil terus menabung alasan. Sesederhana apakah kita dapat menjumpai sang dosen di waktu dan kondisi yang menyenangkan, atau mendapatkan “kejutan” tak terduga.

Bahkan sering kita lupa, jawaban terbaik pun dapat kita diskusikan dan kita minta. Kepada siapa? Tentu kepada Sang Pemberi Kehidupan. Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Kembali lagi, hidup itu sederhana. Sesederhana kita mau berdoa dan meminta, atau menghindar dan menyakiti-Nya.

Ketika kita diberi kehidupan saja, sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Walaupun kelihatannya sederhana, tapi terdiri dari suatu yang juga kompleks. Betapa jika kita tidak bernapas sehari saja, bisa menimbulkan keributan luar biasa.

Syukur itu sederhana. Sesederhana sebuah senyuman dan doa setiap hari. Senyuman hangat lagi indah. Syukur itu sederhana lagi indah.

Seindah senyuman bapak dosen sore ini. Hehehe..

30 Okt 2012

once more, I'm fallin' in Love with........... Indonesia.

Pantaslah banyak yang cemburu dengan kita, yg tinggal di negeri surgawi. Lautannya luas berpesisir indah. Buah warna-warni bergelantung menggoda lidah. Rempahnya melimpah, khasanah budayanya pun tak hanya sejarah. 
Belanda menjajah karena rempah. Malaysia mengklaim karena keanekaragaman budaya. Bersyukurlah, namun jangan pernah mengambilnya lebih dari yang kau perlu. Jaga negeri, agar tetap cantik, segar dan berseri. Selamat siang, Indonesiaku! :)

17 Okt 2012

Kerajaan yang Tak Ternilai

Keluarga bagaikan sebuah kerajaan.
Ayah sebagai raja, ibu permaisurinya.
dan anak-anak sebagai pangeran dan putrinya.

Di keluargaku, raja dan permaisuri hidup rukun dan bahagia.
Belum pernah ada pertengkaran serius antara keduanya.
Pembicaraan serius pun dilakukan di belakang kami, putri-putrinya.

Raja di kerajaanku tidak terlalu banyak mengambil posisi.
Beliau adalah sang pemberi kebahagiaan, layaknya Sinterklas.
Makanya aku selalu heran kalau mendengar cerita temanku yang dikurung ayahnya.
Ayah sangat sayang kami bertiga. Beliau juga yang paling tampan.

Permaisuri yang bertugas layaknya perdana menteri sekaligus penasehat.
Beliau mengatur semua urusan rumah tangga, dan berjalan sangat baik.
Dulu aku sempat mengeluh tatkala beliau terlalu sering bekerja.
Ya, beliau pun seorang wanita karir yang mandiri.
Kini aku mengakui kekagumanku padanya.
Tak ada yang bisa menandingi kebijaksanaan beliau.

Putri kecil selalu meminta perhatianku. Lebih-lebih kini.
Ia sering bertutur tentang kesehariannya padaku.
Termasuk kisah barunya tentang sang pangeran yang mengoyak hati.
Sabar ya sayang, ku selalu di sini.

Aku sering membayangkan apa jadinya.
Bila kerajaan lain telah mempersunting kami berdua.
Lalu raja dan ratu hanya hidup berdua.
Hilanglah cericit putri kecilnya.
Hilanglah tawa besar putri sulungnya.

Bahkan kini, kerajaan itu saja sudah sepi.
Sekian tahun lamanya aku tidak bermukim di sana.
Hanya singgah, untuk kemudian pergi kembali.

Satu yang pasti, kemanapun kami pergi, kerajaan inilah yang pasti membuka gerbangnya saat kami kembali. Dan kami, adalah representasi dari pusaka kerajaan ini.

RRR-WedNite 2012

15 Okt 2012

untitled

tiap kali lembar ini terbuka, ketika ku hanya ingin melepas penat, semua ide kabur begitu saja. Apa yang kudapat, laksana hanya tercatat di permukaan, kemudian mengalir lenyap. Apa, apa esensinya? Apa,apa yang bisa melukiskan saat ini di dalam diri.

Kepalaku melayang, sepertinya angin begitu keras menggoyang. Lambungku pun tergerus, berputar, memeras kekosongan yang suci. kekosongan menuju satu impi. mengambil hatiNya, menuju surgaNya. Impian yang saat ini kumulai lagi. Aku terlahir lagi.

Ingin kubuang segala kenistaan, kuganti dengan pupuk kebaikan. Aku ingin nekad, tak lagi minta pada orangtua. Aku hanya ingin kasihMu, keajaiban yang selalu kurindu. Ingin kubuktikan bahwa diriku sanggup, diriku mampu untuk datang ke pelukanMu.

Ya Rabb, ini aku. Sambutlah aku dengan janjiMu. Janji bahwa selangkah ku datang padaMu, Kau akan seribu langkah mendekat padaku.

29 Sep 2012

Cericit Sore

Kuawali dengan kata maaf untuk sore yang begitu menyegarkan ini. Supaya para pembaca pun memaafkanku dengan hati yang lapang, kalau aku pernah melakukan/memposting hal kurang menyenangkan di blogku.

Tujuanku ngeblog sore ini ada dua. Pertama, bercerita tentang perjalanan survey tadi. Biasa, laporan blusuk-memblusuk kayak kemarin. Dan harusnya double chapter, soalnya saya sempet lupa mencatatnya untuk episode yang lalu. Tapi, sepertinya laporan itu bakal saya tulis di postingan berbeda.

Kalau begitu langsung saja yang kedua ya. Sebenarnya yang kedua nih adalah hasil blusukan pemikiranku yang suka menjalar-jalar kayak ular naga. Hehe. Dan sebenarnya adalah disebabkan oleh hal kurang menyenangkan yang kualami beberapa hari ini.

Aku menyimpulkannya sebagai "cinta itu sederhana". Banyak hal yang tidak kita mengerti yang sering terjadi dalam hidup kita. Dalam diriku, fenomena atheis jadi salah satunya. Anda bisa out dari blog saya jika kurang berkenan. Saya sedikit tergelitik akibat tulisan teman saya disini

Atheis, kehidupan tanpa Tuhan. Kehidupan tanpa percaya bahwa ada suatu dzat yang sudah berjasa tak terhingga dalam kehidupan. Dulu saya menganggapnya biasa karena saya tak ingin terjerumus. Tapi kini, jika saya mendengar seseorang tidak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan, saya jadi sedih dan takut.

Untuk membayangkan saja sudah ngeri, apalagi menjalaninya. Bahwa ketika kita terlahir ke dunia, kita hanya terlahir begitu saja. Tanpa tujuan dan pesan apa-apa. Lalu buat apa kita hidup? Buat apa kita kenal ayah-ibu, kenal alam sekitar, buat apa kita mencari uang, buat apa kita bertahan hidup? Hiii..

Padahal jika diulur dari awal sebelum kita lahir saja, ada suatu keajaiban yang telah digariskan. Dari sekian juta sel sperma ayah kita, hanya satu yang berhasil menembuas dinding sel telur di rahim ibu kita yang mulia, yang akhirnya menjadi kita. Dari situ, muncul keajaiban lagi. Sel-sel itu membelah menjadi bagian tubuh kita, hingga akhirnya tubuh itu terbentuk sempurna. Kemudian ditiupkan jiwa kita ke dalamnya. Sampai akhirnya kita terlahir ke dunia. Kelahiran kitalah yang membawa kabar gembira bagi dunia. Mustahil jika itu hanya sebuah kebetulan. Pastilah ada yang telah merencanakan. Dari situ kita mengenal Tuhan.

Ketika kita lahir, kelahiran kita bagaikan angin surga bagi orang tua. Tak ada orang tua yang tak gembira melihat kelahiran buah hatinya, se-tak sempurna apapun keadaan bayi itu. Bahkan jika kelahiran kita hanya sebentar.

Maaf, karena sekali lagi ini catatan acak, saya teringat lagu yang pernah saya buat. Kira-kira begini isinya,
"Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tiada. Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tak bersua."

Isi lagu itu kurang lebih sama dengan lagu ciptaan Dewi Lestari yang menjadi OST film Perahu Kertas yang isinya kurang lebih seperti ini, "Kubahagia, kau telah terlahir di dunia, dan kau ada di antara milyaran manusia."

Ya, penciptaan kita pastilah suatu kabar gembira bagi dunia. Bahwa kita ada, sudah cukup untuk membawa pengaruh sekecil apapun di dunia ini. Baik atau buruk, itu ada di tangan kita. Yang pasti semua kehidupan kita sebenarnya sudah didikte oleh Sang Pembuat Skenario. Sudah ada petanya. Tapi kita juga diberi pilihan, mau alur cerita seperti apa. Siapakah dibalik itu? Pastilah Dzat yang Maha Berkuasa di dunia. Dialah yang disebut Tuhan.

Cinta itu sederhana, sesederhana Tuhan menciptakan kita ke dunia. Maka cinta yang sederhana itu, harus kita balas dengan hal yang sama. Yaitu mencintaiNya. Dengan cara apa? Berterimakasihlah padaNya melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan melalui wakil-wakilNya.

Dalam agama saya, Islam, ibadah itu sederhana. Yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintahNya adalah solat 5 waktu. Masih banyak muslim yang sering meninggalkan solat. Berbagai alasan dibuat, ada kerjaan lain lah, males lah, kebanyakan lah. Dulu pun saya sering begitu. Tapi begitu sadar bahwa, semalas dan secuek apapun saya terhadap Allah, Allah masih dengan kasih sayangNya yang tak terhingga memberikan saya nafas, membangunkan saya di kemudian hari. Dan saya hanya harus membalas kasih sayang itu, minimal dengan 5 kali solat. Se-ringan itu.

Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta Tuhan terhadap kita. Yang tetap mencintai kita sebebal apapun kita terhadapNya. Makanya saya menganggap kalau atheis itu orang paling tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.

Sejujurnya alasan saya semangat menuliskan ini juga karena saya habis sakit hati. Saya punya kekasih yang seringkali tanpa sengaja menyakiti saya. Hanya dengan kata-kata. Ya, mungkin saya terlalu sensitif sehingga hanya dengan kata-kata atau perilaku dicuekin, saya jadi kesal bukan main. Di situlah saya bercermin, ada cinta yang takkan pernah menyakiti. Cinta yang bahkan membuat kita hidup setiap hari, setiap detik. Walaupun disakiti terang-terangan, tetap mencintai kita tanpa pamrih. Gak senyebelin pacar saya, apalagi sesensitif saya.

Lihat saja hari ini. Saya habis 2 hari kurang tidur dan kerja terus, plus hari ini survey dan nyaris dehidrasi. Saya curhat ke kekasih saya itu, bahwa hari ini saya lelah sekali sampai nyaris pingsan. Lalu dia bilang begini, "Bukannya kamu membonceng? Harusnya lebih capek yang boncengin kamu dong. Apalagi badan kamu besar." Hati saya panas. Niatnya mau curhat supaya lelah itu membaik, justru kebalikannya. Saya tambah sebal.

Lain sekali dengan takdir Allah hari ini. Dia mengerti saya lelah dan memberi tanda dengan lemasnya saya, dehidrasi saya. Lalu ketika saya menolak sebuah agenda dan lebih memilih istirahat, Dia memberikan saya ekstra waktu istirahat dengan cara membatalkan agenda saya yang rencananya setelah ashar hingga maghrib. Dia mengerti, bahwa saya berusaha merawat pemberianNya. Merawat tubuh saya dan Dia menggantikannya dengan tambahan waktu istirahat. Tuh kan, cinta itu sederhana? Sesederhana saling pengertian antara kedua pihak.

:')

Terimakasih ya Allah, Kau telah memberiku kesempatan hari demi hari tuk jalani kehidupan. Menjalani skenarioMu yang indah pada waktunya. Terimakasih untuk keajaiban dan rasa pengertianMu yang agung. Kaulah cinta sejati. :')

Sekian saja cericit sore hari ini, makasih juga buat pembaca yang sudah tahan membaca hingga baris ini. Semoga Tuhan memberikan kalian anugrah sesuai apa yang kalian butuhkan.

:D

Rimie pamit, mau solat Maghrib :D