Hari Jumat seharusnya menjadi hari penuh makna, penuh semangat, penuh kebahagiaan karena Jumat adalah hari penuh rahmat yang dijanjikan Allah. Jumat adalah hari dimana muslimin di dunia berlibur dan bersuka cita mengagungkan Allah Yang Maha Kuasa. Asmaul Husna, tasbih, tahmid dan tahlil, serta ayat-ayat Al Quranul karim berkumandang menantikan tengah hari. Sebagai puncak syukur kehadirat Allah atas limpahan karuniaNya di muka bumi.
Hari Jumat, bagiku adalah hari pertaubatan. Hari perubahan. Hari hijrah. Maksudnya adalah, aku berusaha menjadi 'muslimah sejati'. Karena di hari ini aku menetapkan pergi keluar rumah (kuliah, red) dengan menggunakan gamis atau rok. Sedangkan di hari lain aku menggunakan celana. Ya, memang belum sepenuhnya setiap hari aku memakai rok. Aku belum siap seutuhnya. Kan ada pepatah bilang 'sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit'. Dan dalam Islam juga lebih dianjurkan sedikit tapi berkelanjutan ketimbang langsung banyak tapi hanya 2 atau 3 kali selanjutnya ditinggal.
Tetapi, hal ini agak kontradiktif dengan jadwal rutinitasku yang kayanya makin mundur. Bangun pagi hari ini baru jam setengah 7 pagi. Dan semalam seperti ada beban 5 kwintal yang menghinggapi mataku. Untunglah hal itu terjadi setelah aku menyelesaikan poster unntuk KMT. Entah akan dihargai tidak pengorbanan yang setengah-setengah ini. Setelah bangun dan salat, aku sungguh malas beranjak ke kamar mandi. Kuisi waktu dengan menggambarkan denah konsepku yang lumayan matang ke sebuah alas karton 20 x 20. Niatnya sih mau bikin maket studi di kampus nanti. Tapi sampai sekarang, kemalasan itu masih menyangkut dalam diriku. Aku malah ngeblog gini. And doing nothing. Berangkat dari BSR aja baru jam 8 pagi. Gak tau sampe kapan bertahan. Yang jelas aku gak langsung pulang ke BSR lagi. Soalnya jam 11 ada rapat buletin n harus koordinasi ke Pak Bayu Kurniawan soal desain posternya. Hurraaahh... ^^
Booooboooookkkk... I wanna come home to Tangerang, please!!
30 Apr 2010
27 Apr 2010
jerawat aneh kaya upil 270410
Hm.. hari ini ada tamu di wajahku. Memang dari kemarin sore ada daerah yang gatal bukan main. Tapi tak menyangka hal itu menjadi bagian utama permasalahan pubertas.
Sesuatu itu muncul di bawah hidungku. persis di tengah. aku baru disadarkan oleh temanku yang mengira sesuatu itu adalah upil. padahal bukan.
Kalo dipikir-pikir, aku memang masih mengalami siklus jerawat musiman. Tapi itu hanya terjadi sebelum aku haid atau selama haid. Entah mengapa jerawat itu muncul padahal haidku serasa baru kemarin.
EH!! iya!! ini kan tanggal 27. Tanggal tua alias sebentar lagi tanggal muda. It means, jerawat itu datang tepat waktu. Hohoo, harus siap-siap alat tempur!!
Hmm.. studio ku parah banget hari ini. MENTAH ABISSS.. Gebleknya lagi, yang nguji adalah Ibu Kurnia Widiastuti yang notabene dosen super egois alias super self-opinion. Huwwooo..
STOP STOP STOP!!! KULIAH SUDAH DIMULAI!!
Sesuatu itu muncul di bawah hidungku. persis di tengah. aku baru disadarkan oleh temanku yang mengira sesuatu itu adalah upil. padahal bukan.
Kalo dipikir-pikir, aku memang masih mengalami siklus jerawat musiman. Tapi itu hanya terjadi sebelum aku haid atau selama haid. Entah mengapa jerawat itu muncul padahal haidku serasa baru kemarin.
EH!! iya!! ini kan tanggal 27. Tanggal tua alias sebentar lagi tanggal muda. It means, jerawat itu datang tepat waktu. Hohoo, harus siap-siap alat tempur!!
Hmm.. studio ku parah banget hari ini. MENTAH ABISSS.. Gebleknya lagi, yang nguji adalah Ibu Kurnia Widiastuti yang notabene dosen super egois alias super self-opinion. Huwwooo..
STOP STOP STOP!!! KULIAH SUDAH DIMULAI!!
1 Apr 2010
Habislah waktu
Hari ini hari yang spesial.
Hari ini biasanya dinanti.
Hari ini biasanya hari yang berharga
Tapi aku belum merasakannya.
Hari ini hari ulang tahun. Tapi aku tak ingin mengakuinya.
Aku tak ingin beranjak. Tak ingin beranjak ke nominal umur yang lebih besar.
Karena tanggung jawabku akan semakin besar.
Aku sebenarnya tak ingin. Tapi sudah lahiriah jadwal itu, takdir itu, terjadi.
Maafkan hambaMu ini ya Allah, bukannya hamba tak sudi, bukan maksud hamba menolak.
Hamba hanya belum merasa siap..
Lalu kapan kamu siap, Hah??
Hari ini biasanya dinanti.
Hari ini biasanya hari yang berharga
Tapi aku belum merasakannya.
Hari ini hari ulang tahun. Tapi aku tak ingin mengakuinya.
Aku tak ingin beranjak. Tak ingin beranjak ke nominal umur yang lebih besar.
Karena tanggung jawabku akan semakin besar.
Aku sebenarnya tak ingin. Tapi sudah lahiriah jadwal itu, takdir itu, terjadi.
Maafkan hambaMu ini ya Allah, bukannya hamba tak sudi, bukan maksud hamba menolak.
Hamba hanya belum merasa siap..
Lalu kapan kamu siap, Hah??
24 Mar 2010
Pak Harry's Angels made by Mie
Tertawala sekencang-kencangnya!!
Permalukan aku sehina-hinanya!!
Berikan aku hukuman sesiksa-siksanya!!
Mengapa?
Karena hari ini aku sama sekali gak konsen kuliah Estetika Arsitektur. Sporadis isi kuliah itu di telingaku. Mataku hanya menuju ke sebuah buku di hadapanku. Buku kecil berisikan sebuah gambar yang membuatku tak mempedulikan Pak Harry berbicara.
Di buku kecil itu, ada sesuatu yang membuatku lebih tertarik untuk bergumul. Sesuatu yang lucu dan ingin kulanjutkan. Sesuatu yang lebih menarik daripada gambar-gambar menakjubkan di Slideshow Pak Harry.
Dan sesuatu itu adalah
Sebuah gambar.
Gambar yang kuciptakan karena terinspirasi Iffa, Nyit, Yuni, dan Tika. Mereka begitu tertarik pada sang dosen. Dari sebelum masuk, mereka sudah mengetahui bahwa dosen yang akan mengisi kuliah adalah Pak Harry. Maka mereka berebut tempat duduk paling depan. Tapi saat itu, Tika tidak bersama mereka.
Aku termasuk dalam rombongan yang berada di musola teknik dan bersama-sama menuju ke kelas. N, I, dan Y langsung menuju ke depan. Tampaknya Nyit paling getol, dia hendak mengisi barisan kedua dari depan. Sementara barisan kursi yang ramai terisi saat itu adalah barisan keempat. Uti memilih baris ketiga saja, Iffa setuju. Nyit pun mengikuti dengan mimik sedikit kecewa. Aku pun ikut mereka.
Beberapa saat setelah duduk, rombongan Haris, Hanief, Gata, Gery dan 2 orang lagi datang dan berjalan ke depan mencari tempat duduk. Mereka mengambil barisan di depan kami. Bisa kulihat jelas ekspresi kecewa Iffa dan Nyit, tampaknya Yuni tak terpengaruh. Mereka protes kepada pria-pria di depan itu. Mereka heran sesaat, tapi langsung maklum dan malah sedikit memanas-manasi.
Entah kapan tibanya, tapi sesaat sebelum mulai, satu kursi di pojok tengah (baca : paling dekat dengan podium) diduduki oleh TIKA. Begitu Iffa dan Nyit menyadarinya, mereka memanggil gadis berkacamata bingkai tebal itu. Mereka menunjukkan muka iri. Sedangkan Tika hanya membalasnya dengan senyuman. Senyuman Kemenangan.
Dan sepanjang kuliah, yang kuperhatikan mereka lebih banyak membahas si pembicara daripada yang dibicarakan oleh si pembicara. Dalam hati aku berujar, "Dasar, masa muda!"
Lalu mulailah aku terpikir ide itu. Ide untuk membuat sketsa mereka berempat plus sang idola. Aku menamai gambar itu Pak Harry's Angel. Lalu kuberi frame kecil dan kugambar dua gadis berjilbab di kiri-kanannya (satu kiri, satu kanan). Satunya heran, satunya tertawa sampai sakit perut. Lalu kutunjukkan pada Iffa dan Nyit. Mereka tersenyum dan tersipu malu. Lucunya dua bocah ini, batinku. Sebaliknya dengan Tika. dia malah excited banget. Sekian.
Permalukan aku sehina-hinanya!!
Berikan aku hukuman sesiksa-siksanya!!
Mengapa?
Karena hari ini aku sama sekali gak konsen kuliah Estetika Arsitektur. Sporadis isi kuliah itu di telingaku. Mataku hanya menuju ke sebuah buku di hadapanku. Buku kecil berisikan sebuah gambar yang membuatku tak mempedulikan Pak Harry berbicara.
Di buku kecil itu, ada sesuatu yang membuatku lebih tertarik untuk bergumul. Sesuatu yang lucu dan ingin kulanjutkan. Sesuatu yang lebih menarik daripada gambar-gambar menakjubkan di Slideshow Pak Harry.
Dan sesuatu itu adalah
Sebuah gambar.
Gambar yang kuciptakan karena terinspirasi Iffa, Nyit, Yuni, dan Tika. Mereka begitu tertarik pada sang dosen. Dari sebelum masuk, mereka sudah mengetahui bahwa dosen yang akan mengisi kuliah adalah Pak Harry. Maka mereka berebut tempat duduk paling depan. Tapi saat itu, Tika tidak bersama mereka.
Aku termasuk dalam rombongan yang berada di musola teknik dan bersama-sama menuju ke kelas. N, I, dan Y langsung menuju ke depan. Tampaknya Nyit paling getol, dia hendak mengisi barisan kedua dari depan. Sementara barisan kursi yang ramai terisi saat itu adalah barisan keempat. Uti memilih baris ketiga saja, Iffa setuju. Nyit pun mengikuti dengan mimik sedikit kecewa. Aku pun ikut mereka.
Beberapa saat setelah duduk, rombongan Haris, Hanief, Gata, Gery dan 2 orang lagi datang dan berjalan ke depan mencari tempat duduk. Mereka mengambil barisan di depan kami. Bisa kulihat jelas ekspresi kecewa Iffa dan Nyit, tampaknya Yuni tak terpengaruh. Mereka protes kepada pria-pria di depan itu. Mereka heran sesaat, tapi langsung maklum dan malah sedikit memanas-manasi.
Entah kapan tibanya, tapi sesaat sebelum mulai, satu kursi di pojok tengah (baca : paling dekat dengan podium) diduduki oleh TIKA. Begitu Iffa dan Nyit menyadarinya, mereka memanggil gadis berkacamata bingkai tebal itu. Mereka menunjukkan muka iri. Sedangkan Tika hanya membalasnya dengan senyuman. Senyuman Kemenangan.
Dan sepanjang kuliah, yang kuperhatikan mereka lebih banyak membahas si pembicara daripada yang dibicarakan oleh si pembicara. Dalam hati aku berujar, "Dasar, masa muda!"
Lalu mulailah aku terpikir ide itu. Ide untuk membuat sketsa mereka berempat plus sang idola. Aku menamai gambar itu Pak Harry's Angel. Lalu kuberi frame kecil dan kugambar dua gadis berjilbab di kiri-kanannya (satu kiri, satu kanan). Satunya heran, satunya tertawa sampai sakit perut. Lalu kutunjukkan pada Iffa dan Nyit. Mereka tersenyum dan tersipu malu. Lucunya dua bocah ini, batinku. Sebaliknya dengan Tika. dia malah excited banget. Sekian.
4 Jan 2010
28 Des 2009
BERKUMPUL BERSAMA ^^
Dua hari yang terlewati adalah dua hari membahagiakan bagiku. Hari Sabtu(26/12) aku ikut pengajian di rumah bude Isti. Pengajian ini bukan pengajian yang membosankan. Karena yang hadir adalah keluarga Abdul Kahar. Mengumpulkan sanak famili yang satu sumber itu butuh suatu jaringan yang tidak sederhana. Haha. Sampai akhirnya kami bisa berkumpul di kediaman Mas Riza dss.
Walaupun aku membawakan acara dengan setengah gagap karena belum terbiasa, aku senang.
Pertama, karena dapat makan siang gratis. Ini adalah fenomena umum anak kos. Yaa, bukan karena sulit mencari makan atau butuh dana lebih. Tapi sulit untuk menentukan 'mau makan apa'.
Kedua, karena bisa ngumpul dan bertukar info tentang 'what happened in the world'. Ketiga, foto-foto dong pastinya. Hahaha. Ini satu yang tak boleh terlewat.
Sepulangnya dari acara itu, aku menawarkan diri membantu rekan sekelompokku yang memang seharusnya ngerjain SK dan kekurangan orang. Aku juga membawakan makanan yang kuperoleh dari hajatan itu.
Nah, kemarin Minggu nih, aku berwisata ke dua pantai sekaligus. Pantai Drini dan Pantai Sundak. Bersama para pejuang MEDPRO. Ada Mas Fajri, Mba Novi, Mas Enggar, Maruti, Mas Mursyid, Aku, Habib, Hidha, Mbak2 sesepuh seperti Mba Heni, Mbak Indri, dan Mbak siapa yaa? aku lupa yang satu ini. Oya, ada juga seorang penyusup yaitu mas Iwan.
Di Drini, kami berwisata karang bermain dan --terpaksa-- menginjak-injak bintang laut. Kami juga menemukan Mrs. Puff alias ikan gembung. Lucu deh.. Ada juga bulu babi-bulu babi yang mendiami lubang-lubang karang. Hati-hati, durinya beracun lhoo. Mas Fajri sangat senang bermain dengan bintang laut. Oiya, kami juga menemukan udang berwarna hijau. Uniknya.. Pokoe asik banget. Kami sempat menaruh binatang2 itu dlm gelas aqua. Tapi hanya untuk sementara kok. Sebelum pulang, kami melepas hewan-hewan itu lagi.
Di Sundak, gerimis mulai meluncur dari pekatnya awan. Aku awalnya tidak ikut menyusuri pasir. Tapi duduk bersama Hidha yang ternyata dari awal ikut, lagi sakit. Uti juga gak jadi deh ke pasir. Haha. Dia gak mau kalo ga ada aku. (GR abis). Akhirnya kami malah duduk bersama Mas Enggar yang menanti bakaran ikan. Hahaha.. Tapi lama-kelamaan aku ingin juga ke pasir. Akhirnya aku mengajak Uti menyusul rombongan besar. Mas Enggar yang menjaga Hidha. Di pasir, aku duduk di saping Mas Fajri yang lagi bobo. Haha. Udah kayak orang mati. Kami sempat mengobrol sebelum ia terlelap. Menunjuk seekor burung yang hinggap di karang. Lalu aku bernyanyi 'burung camaar' dengan suara--yang sengaja-- false. haha. Lalu beberapa menit kemudian, baru kunyanyikan yang sebenarnya. Saat makanan datang, barulah kami berpesta. diakhiri tukar kado dan nyeburin Mas Fajri ke laut, lalu kami pulang di tengah hujan lebat.
Walaupun aku membawakan acara dengan setengah gagap karena belum terbiasa, aku senang.
Pertama, karena dapat makan siang gratis. Ini adalah fenomena umum anak kos. Yaa, bukan karena sulit mencari makan atau butuh dana lebih. Tapi sulit untuk menentukan 'mau makan apa'.
Kedua, karena bisa ngumpul dan bertukar info tentang 'what happened in the world'. Ketiga, foto-foto dong pastinya. Hahaha. Ini satu yang tak boleh terlewat.
Sepulangnya dari acara itu, aku menawarkan diri membantu rekan sekelompokku yang memang seharusnya ngerjain SK dan kekurangan orang. Aku juga membawakan makanan yang kuperoleh dari hajatan itu.
Nah, kemarin Minggu nih, aku berwisata ke dua pantai sekaligus. Pantai Drini dan Pantai Sundak. Bersama para pejuang MEDPRO. Ada Mas Fajri, Mba Novi, Mas Enggar, Maruti, Mas Mursyid, Aku, Habib, Hidha, Mbak2 sesepuh seperti Mba Heni, Mbak Indri, dan Mbak siapa yaa? aku lupa yang satu ini. Oya, ada juga seorang penyusup yaitu mas Iwan.
Di Drini, kami berwisata karang bermain dan --terpaksa-- menginjak-injak bintang laut. Kami juga menemukan Mrs. Puff alias ikan gembung. Lucu deh.. Ada juga bulu babi-bulu babi yang mendiami lubang-lubang karang. Hati-hati, durinya beracun lhoo. Mas Fajri sangat senang bermain dengan bintang laut. Oiya, kami juga menemukan udang berwarna hijau. Uniknya.. Pokoe asik banget. Kami sempat menaruh binatang2 itu dlm gelas aqua. Tapi hanya untuk sementara kok. Sebelum pulang, kami melepas hewan-hewan itu lagi.
Di Sundak, gerimis mulai meluncur dari pekatnya awan. Aku awalnya tidak ikut menyusuri pasir. Tapi duduk bersama Hidha yang ternyata dari awal ikut, lagi sakit. Uti juga gak jadi deh ke pasir. Haha. Dia gak mau kalo ga ada aku. (GR abis). Akhirnya kami malah duduk bersama Mas Enggar yang menanti bakaran ikan. Hahaha.. Tapi lama-kelamaan aku ingin juga ke pasir. Akhirnya aku mengajak Uti menyusul rombongan besar. Mas Enggar yang menjaga Hidha. Di pasir, aku duduk di saping Mas Fajri yang lagi bobo. Haha. Udah kayak orang mati. Kami sempat mengobrol sebelum ia terlelap. Menunjuk seekor burung yang hinggap di karang. Lalu aku bernyanyi 'burung camaar' dengan suara--yang sengaja-- false. haha. Lalu beberapa menit kemudian, baru kunyanyikan yang sebenarnya. Saat makanan datang, barulah kami berpesta. diakhiri tukar kado dan nyeburin Mas Fajri ke laut, lalu kami pulang di tengah hujan lebat.
23 Des 2009
Kebodohan yang Kulakukan Hari Ini : Ngumpulin Tugas Besar dengan Sangat BWOOSSSYYOOKK
Aarghh. Semua ini gara-gara info yang menyebar tidak rata. Desas desus awal kumpul tugas jam 12 siang. Lalu ada info jam 10 pagi. Ehh, kenapa yang terjadi malah jam 3 sore. Aku terlanjur menyerah dan mengumpulkan gambarku seadanya. Toh, aku tadi tak membawa apa-apa ke kampus. Dan juga, aku ingin hari ini aku beristirahat. Please, kenapa gak pada sms dulu kek, atau gimana. Aku udah buru-buru banget dan pasrah dengan apa yang terjadi. Pas pingin balik kosan, aku pengen ambil tu gambar lagi terus tak lanjutin dengan pensil warna. Tapi sayangnya, kertas pengumpulan tugas sudah kutandatangani. Padahal gambarku BOSOK tenan. Cuma SAMPAH yang di rapido sama cat air. TOK. KEtek emang tuh temen-temen dan Bapak LAborannya. Huuh.
Tapi ya sudahlah. kembali ke 6 huruf tadi. P A S R A H. Allah, give me a miracle please. Mana tadi nyampah waktu banget : jadi Kambing Congek antara Sandhika dan Iqbal. DAN, berita paling buruk aku ga jadi nonton bareng nak Medpro. Jiaah. Aku BETE banget. Untungnya aku siang ini bisa tidur nyenyak. Tapi karena menulis ini aku jd teringat lagi dan moodku jd agak BETE lagi.
Oiya, aku sampe bela-belain gak mandi dulu buat ngumpulin tu tugas sial. Kampret emang. T 41. Kalo mas Dhoni liat, bisa dikeplak dan didamprat abis-abisan tuh karya dan mukaku. Hilanglah sudah kepercayaan diriku di hadapannya. Tapi aku gak mau nyerah. Aku akan terus berusaha untuk menjadi seorang arsitek. Walau harus mati muda. Walau mas F***i tak menghargai. But please, jgn mundur Ria. Banyak orang yang berharap padamu. Dan kamu harus bisa wujudin cita-cita utamamu : Membuat papa mama tersenyum bangga. Kamu gak lupa kan?
Lagi-lagi aku menangis jika ingat tujuanku itu. Aku belum bisa. aku belum berhasil menggoreskan lengkungan manis itu di wajah mereka. Apa? Apa yang selama ini kudapat masih jerih payah mereka dan mereka belum pernah tersenyum untuk prestasiku. Ibu, Ayah, maafkan aku. Tapi aku masih ingin berusaha mendapatkan senyum itu dari bibir kalian. :'))
Tapi ya sudahlah. kembali ke 6 huruf tadi. P A S R A H. Allah, give me a miracle please. Mana tadi nyampah waktu banget : jadi Kambing Congek antara Sandhika dan Iqbal. DAN, berita paling buruk aku ga jadi nonton bareng nak Medpro. Jiaah. Aku BETE banget. Untungnya aku siang ini bisa tidur nyenyak. Tapi karena menulis ini aku jd teringat lagi dan moodku jd agak BETE lagi.
Oiya, aku sampe bela-belain gak mandi dulu buat ngumpulin tu tugas sial. Kampret emang. T 41. Kalo mas Dhoni liat, bisa dikeplak dan didamprat abis-abisan tuh karya dan mukaku. Hilanglah sudah kepercayaan diriku di hadapannya. Tapi aku gak mau nyerah. Aku akan terus berusaha untuk menjadi seorang arsitek. Walau harus mati muda. Walau mas F***i tak menghargai. But please, jgn mundur Ria. Banyak orang yang berharap padamu. Dan kamu harus bisa wujudin cita-cita utamamu : Membuat papa mama tersenyum bangga. Kamu gak lupa kan?
Lagi-lagi aku menangis jika ingat tujuanku itu. Aku belum bisa. aku belum berhasil menggoreskan lengkungan manis itu di wajah mereka. Apa? Apa yang selama ini kudapat masih jerih payah mereka dan mereka belum pernah tersenyum untuk prestasiku. Ibu, Ayah, maafkan aku. Tapi aku masih ingin berusaha mendapatkan senyum itu dari bibir kalian. :'))
11 Des 2009
song : My Prince
i see you
in the field of crowd
i know you
from your brightest shine
you're not something special
you're one of a kind
but i can't understand how come
i'm so interested with you
would you please come here to me
would you lend your hand for me
i wanna ensure my feeling to you
would you please come here to me
would you sit beside me
and all i can do just to watch you move
but you never come to me
and i never be with you
cause i know your heart has filled
with someone you had to feel
oh my prince charming
oh my first falling
oh my deepest love ever
everlasting real
Rimie 10.12
Ramadan 2009
--* Haha. ini baruu kutuliskan dari hati.. kalo yg buat mas dhoni sih kagak..
Tlg cek grammar nya jg yaa, kalo ada yg salah..
in the field of crowd
i know you
from your brightest shine
you're not something special
you're one of a kind
but i can't understand how come
i'm so interested with you
would you please come here to me
would you lend your hand for me
i wanna ensure my feeling to you
would you please come here to me
would you sit beside me
and all i can do just to watch you move
but you never come to me
and i never be with you
cause i know your heart has filled
with someone you had to feel
oh my prince charming
oh my first falling
oh my deepest love ever
everlasting real
Rimie 10.12
Ramadan 2009
--* Haha. ini baruu kutuliskan dari hati.. kalo yg buat mas dhoni sih kagak..
Tlg cek grammar nya jg yaa, kalo ada yg salah..
10 Des 2009
Mengapa jam bisa berdetik lambat?
Hahahaa. Ini semua karena makulnya aja yang ngeri dan mengenaskan. Hihi. Sebenarnya tetep aja kecepatan jam berjalan sama. hanya saja dosen yang rada geblek tapi gak segeblek kadep medpro, ngomong uda kaya ombak laut. Gak abis abis. Yah, walaupun kadang pasang kadang surut. Pelan, ninggi gitu.
19 Nov 2009
My Second Love Letter
*ini dikarenakan makrab arsi ugm ditugaskan bikin surat cinta, maka mengalirlah kesungguhan untuk menjiwai.. bukan sepenuh hati asli..
Teruntuk Yang selama ini kukagumi Mas Dhoni Yudhanto
Assalamualaikum Dengan penuh rasa hormat dan bahagia kuhantarkan surat ini bersama doaku agar engkau sehat, sukses, dan dalam lindungan Allah SWT selalu. Dan kuharap engkau selalu bersemangat dan bahagia menghadapi harimu. Izinkanlah aku membuka surat ini dengan permintaan maaf. Maafkan aku, karena selama ini terus mengamatimu. Maafkan aku, karena aku tak bisa membuangmu dari pikiranku. Maafkan aku, karena mungkin aku tak lagi sabar ingin mengutarakan perasaanku. Tapi, sejujurnya aku takut. Aku terlalu takut padamu. Sejak awal, ketika Mas memberi sambutan di orientasi lalu, entah kenapa, aku merasa takut. Walau banyak yang bilang Mas menenangkan hati, tapi kehadiranmu malah membuatku tidak tenang. Apalagi jika matamu sudah menangkapku dan menatapku. Makanya aku sering menunduk atau berbalik kalau Mas melihatku. Untuk hal ini, maafkan aku lagi, ya Mas. Di balik rasa takutku, aku penasaran akan kepribadianmu , Mas Dhoni. Mungkin rasa penasaranku ini timbul karena rasa takut tapi nyaman kalau mendengarmu bicara. Dan untungnya, ketika kaderisasi kemarin aku berkesempatan mewawancara Mas Dhoni. Tapi tetap saja aku menjumpai wajah datar dan dingin Mas Dhoni. Aku menangkap kesan seperti itu. Aku cukup bersyukur. Setidaknya aku sedikit mengenali kepribadianmu. Aku ingin, ingin sekali mengenalmu. Yah, bukan menjadi seseorang yang hafal biodata atau silsilah keluargamu. Hanya bisa tersenyum atau menyapamu dan kau membalasnya, itu sudah lebih dari cukup. ...
*aku udah lupa lanjutannya. Abisnya, suratku habis dibaca langsung dikasih ke orangnya. Dan aku-tepatnya suratku itu-satu-satunya yang dikasih ke orang yang dituju. Uuh.. padahal blm kudokumentasikan.. hiks.. dan setelah itu aku jadi bulan-bulanan anak arsi. Hahaha.. seru kok seru!!
Teruntuk Yang selama ini kukagumi Mas Dhoni Yudhanto
Assalamualaikum Dengan penuh rasa hormat dan bahagia kuhantarkan surat ini bersama doaku agar engkau sehat, sukses, dan dalam lindungan Allah SWT selalu. Dan kuharap engkau selalu bersemangat dan bahagia menghadapi harimu. Izinkanlah aku membuka surat ini dengan permintaan maaf. Maafkan aku, karena selama ini terus mengamatimu. Maafkan aku, karena aku tak bisa membuangmu dari pikiranku. Maafkan aku, karena mungkin aku tak lagi sabar ingin mengutarakan perasaanku. Tapi, sejujurnya aku takut. Aku terlalu takut padamu. Sejak awal, ketika Mas memberi sambutan di orientasi lalu, entah kenapa, aku merasa takut. Walau banyak yang bilang Mas menenangkan hati, tapi kehadiranmu malah membuatku tidak tenang. Apalagi jika matamu sudah menangkapku dan menatapku. Makanya aku sering menunduk atau berbalik kalau Mas melihatku. Untuk hal ini, maafkan aku lagi, ya Mas. Di balik rasa takutku, aku penasaran akan kepribadianmu , Mas Dhoni. Mungkin rasa penasaranku ini timbul karena rasa takut tapi nyaman kalau mendengarmu bicara. Dan untungnya, ketika kaderisasi kemarin aku berkesempatan mewawancara Mas Dhoni. Tapi tetap saja aku menjumpai wajah datar dan dingin Mas Dhoni. Aku menangkap kesan seperti itu. Aku cukup bersyukur. Setidaknya aku sedikit mengenali kepribadianmu. Aku ingin, ingin sekali mengenalmu. Yah, bukan menjadi seseorang yang hafal biodata atau silsilah keluargamu. Hanya bisa tersenyum atau menyapamu dan kau membalasnya, itu sudah lebih dari cukup. ...
*aku udah lupa lanjutannya. Abisnya, suratku habis dibaca langsung dikasih ke orangnya. Dan aku-tepatnya suratku itu-satu-satunya yang dikasih ke orang yang dituju. Uuh.. padahal blm kudokumentasikan.. hiks.. dan setelah itu aku jadi bulan-bulanan anak arsi. Hahaha.. seru kok seru!!
31 Mei 2009
Haduh. Sebenernya bingung mo nulis apa. Liburan ga ada kerjaan. Males jalan2 akhirnya ngenet aja. Nunggu 2 bulan lagi sebelum disantap dosen2 killer. Tapi moga aja dosennya gak killer2 amat. Atau minimal ada yang ganteng diantara yang killer. Biar ga bete emo nya. Haha.
Ada gak ya.. cara menghilangkan kebosanan yang gak harus keluar rumah dan menghabiskan duit kecuali tidur? Sebetulnya pertanyaan ini tak memerlukan jawaban. Sudah terpatri duluan di otak.
Tapi satu musuh besar manusia yang-menurut aku-sangat susah dikalahkan. Satu hal itu adalah MALAS. Atau terkadang emang mentok gak ada ide. Aku sendiri sampai sekarang masih ogah-ogahan dikasih kerjaan, tapi giliran orang nanyain bilangnya gak ada kerjaan. Huh dasar. Manusia. Kebanyakan hitamnya.
Ada gak ya.. cara menghilangkan kebosanan yang gak harus keluar rumah dan menghabiskan duit kecuali tidur? Sebetulnya pertanyaan ini tak memerlukan jawaban. Sudah terpatri duluan di otak.
Tapi satu musuh besar manusia yang-menurut aku-sangat susah dikalahkan. Satu hal itu adalah MALAS. Atau terkadang emang mentok gak ada ide. Aku sendiri sampai sekarang masih ogah-ogahan dikasih kerjaan, tapi giliran orang nanyain bilangnya gak ada kerjaan. Huh dasar. Manusia. Kebanyakan hitamnya.
21 Mar 2009
NICE GOAL!!
ALHAMDULILLAH...
after the d-day has left and the announcement was informed, many good news come to me.
reuni lantoe, my mom's bday, and it will be celebrated all today 'til night. Okay, I'll see you later.
THANKS FOR ALL PEOPLE THAT SUPPORT ME UNTIL THE LAST SECOND. HOPE YOU ALL GET THE BEST THING YOU NEED FROM YOUR HOPES AND WISHES. I TAKE THE GOAL.
19 Mar 2009
Apa kabar??
Apa kabar?
Setelah lama ku tak menyentuh dirimu. Huhh..aku terlalu sibuk dengan kegiatan masa depan. Mempersiapkan bangku kuliah.
Aku terlalu pusing. Apalagi hari ini. seperti kerasukan sesuatu. Aku ketiban sial terus. Tapi ada juga kok, keberuntungan yang melirik. Hiyahaa..
Make it simple, child..
Just close your eyes and take enough breathe. Feel the air and look at the stars. You'll be entertained. Ok, Ria??
Mas Brian juga sedang berjuang kok.. sama sama lulus, sama sama bahagia, sama sama sukses, amiiiinnn..
*Now you can see me at facebook.. user id : Ria Rahmawati Ramadan
Setelah lama ku tak menyentuh dirimu. Huhh..aku terlalu sibuk dengan kegiatan masa depan. Mempersiapkan bangku kuliah.
Aku terlalu pusing. Apalagi hari ini. seperti kerasukan sesuatu. Aku ketiban sial terus. Tapi ada juga kok, keberuntungan yang melirik. Hiyahaa..
Make it simple, child..
Just close your eyes and take enough breathe. Feel the air and look at the stars. You'll be entertained. Ok, Ria??
Mas Brian juga sedang berjuang kok.. sama sama lulus, sama sama bahagia, sama sama sukses, amiiiinnn..
*Now you can see me at facebook.. user id : Ria Rahmawati Ramadan
31 Jan 2009
Heyy!!
Heyy aku menemukan malaikat dari seribu bintang yang terus menyinariku. Yang takkan biarkanku sedih. Yang kan buat hatiku terus ceria dan bersemangat untuk hadapi hari.
Walau sekolah sudah layaknya kapal pecah dengan kapten seorang pengebom atom.. hehe!!
Hai malaikatku, bidadarimu merindukanmu. Sadarkah engkau aku memperhatikanmu?
BTW ini first in 2009 ya?? waduhh. belum cerita tentang unprideless dong. Yaudah deh gak usah aja yaa. Daa..have a nice sun and soft moon above you..
Walau sekolah sudah layaknya kapal pecah dengan kapten seorang pengebom atom.. hehe!!
Hai malaikatku, bidadarimu merindukanmu. Sadarkah engkau aku memperhatikanmu?
BTW ini first in 2009 ya?? waduhh. belum cerita tentang unprideless dong. Yaudah deh gak usah aja yaa. Daa..have a nice sun and soft moon above you..
5 Nov 2008
31 Agu 2008
17 Agustus 2008
Di sebuah keramaian yang menggigit telinga di sanalah Ira berada. Di hari yang panas dan sumpek begini, dia harus mondar mandir mengatur segala kegiatan. Sungguh, dia tak akan tahan. Dia nggak bakalan tahan kalau harus terjadi seumur hidupnya.
"Ira!" panggil sebuah suara. Suara yang ia kenal."Kerupuknya udah
selesai. Nih, laporannya!!!" Pemuda itu menyerahkan 3 lembar kertas.
"Oke, Ris. You did it very best!" pujinya.
Faris tersenyum."Thank you. You too!" Dia tertawa. "Kamu jangan lupa makan,lho. Ntar sakit." ada nada khawatir dalam ucapannya.
"Tenang aja. Kamu gak lihat badanku? Cadangan makananku banyak..!" Ira dan Faris tertawa bersama. Sepasang kawan lama itu terlihat mesra.
"Ya udah. Aku lihat yang lain dulu ya!" akhir Faris. Melambaikan tangannya
sekali lalu berjalan menghilang di tengah keramaian.
Kalau saja. Kalau saja tak ada Faris yang juga menjadi panitia 17an. Ia tak akan sanggup mengatur semuanya. Menjadi seorang ketua pelaksana tidaklah semudah mengedipkan mata. Semuanya begitu mendadak. Aku mendadak jadi ketua. Dan Faris mendadak dipasangkan denganku sebagai wakil ketua. ‘Faris, andai kau tahu..’ batinnya sendu.
“Ira!!” Seru Liya dan Anur bersamaan. Sontak Ira kaget. Ia menghadapkan muka ke arah suara. ‘Oh, mereka.’ Batinnya. “Hei, kok bengong sih, Ra?” lanjut Liya.
“Tau nih, bengong sendiri gak ngajak-ngajak!!” Tambah Anur.
Ira meringis. “Nggak ada apa-apa kok,” Ia tersadar. “Eh, aku ke gudang dulu ya! Lupa ngambil karungnya! Daah..”
“Lho, Ira kok pergi?” Sapa Isa dari belakang tepat saat Ira berbalik.
“Iya, Ira mau ngambil karung dulu buat lomba balap karung.” Jelas Anur.
Ira akan menolehkan wajah secepat Ira menyadari siapa yang berdialog di belakangnya. Sudah jadi rahasia umum Anur dan Isa bersaing menyukai Faris. Entah mereka saling tau atau tidak. ‘Bukan urusanku.’ Batin Ira.
‘Tapi, bagaimana denganku? Apakah aku akan terus menutup diri? Apakah itu berarti aku membohongi hatiku? Tapi, aku juga nggak mau melibatkan diri dalam pertempuran itu. Cukuplah aku bangga sebagai yang mengenalnya paling dekat.’
Sesampainya di depan pintu gudang, Ira mendaratkan tangannya di handle pintu dan membukanya. Ia melangkah beberapa jejak sebelum mendapati sebuah tubuh tergeletak di lantai. Tubuh yang sangat ia kenal. Itu adalah raga Faris.
Ira menghampiri tubuh itu. Meraih tangannya. Memeriksa denyut nadinya.
Fuuh..ketakutannya berkurang. Faris cuma pingsan. “Pasti kecapekan kamu,” lirih Ira. Ia lalu meminta bantuan untuk membawa Faris ke UKS.
Namun Ira tak bisa menemuinya. Ira harus tetap standby untuk acara-acara berikutnya.
Sementara itu di dua lorong yang berbeda, yang bermuara ke sebuah lorong dimana terlihat pintu UKS tertutup rapat, berdiri dua orang gadis di masing-masing lorong. Kedua lorong itu penuh kekhawatiran tentang pasien yang ada didalam UKS.
Di lorong pertama ada Anur dan Diva. Sangat terlihat kecemasan di wajah Anur. Diva terus berusaha membuatnya kembali ke kelas.
Di lorong kedua ada Isa dan Ita. Ita terus memegang tangan sahabatnya. Agar dia tak terlalu membicarakan Faris.
Selesai acara. Dan laporan-laporan telah berada di tangannya. Ira merasa sudah cukup melakukan tugasnya hari ini. ‘Oh, iya.’ Ira ingat akan sesuatu. Ia lalu meninggalkan tempat dia berdiri.Ira berjalan cepat menuju UKS. Tanpa memedulikan Isa yang dilewatinya. Ira langsung memeriksa suhu badan Faris. Ia demam. Ira segera memencet nomor supirnya yang lebih ia hafal daripada nomor ibunya.
“Pak, tolong jemput ke sini, ya. Oh iya! Bawa Mang Dadang juga buat ngebawa motornya Faris. Oke! Makasih ya Pak!” Ira mengembalikan pandangannya ke wajah Faris. Yang ternyata sudah bangun dan memandang ke arahnya.
Tak dipungkiri, Ira salah tingkah. Tak nyaman.
“Makasih ya, Ra.” Ucap Faris. “Sorry, aku belum bisa jaga diriku sendiri. Gimana aku bisa njagain kamu?”
‘Heh?? Bilang apa Faris tadi?? Uwaa!!’ Pipi Ira merona.
“Dasar! Lagian kamu ini! Kan ibumu udah bilang badan kamu tuh lemah, sok-sokan nggak sarapan lagi!! Gini nih, akibatnya!!” Bentak Ira sayang.
“Huhuu! Aku dimarahin lagi! Ibu, aku dimarahin Ira! Huwee..Hehe!!” goda Faris. Ira tertawa. Faris juga.
‘Sungguh, aku ingin begini saja terkecuali Dia punya rencana lain. Aku menikmati kebersamaan yang seperti ini saja. Bukan yang terlalu berlebihan. Juga yang tidak memaksa.’ Batin Ira. ‘Ya Tuhan, jika Kau punya rencana lain di ujung persahabatan kami, maka aku ikhlas. Kalaupun tidak, aku ingin ini menjadi silaturahmi persahabatan yang abadi.’ Doanya.
Sementara awan mega mulai memerah di angkasa, mobil Ira sampai di sana untuk menjemput Ira dan Faris. Meninggalkan segala yang tertinggal. Dan yang harus ditinggalkan. Hari ini. 17 Agustus 2008. Tangis, luka dan jerit. Menguapkan doa di langit yang bisu.
Cikarang, 17 Agustus 2008
^Rimie Ramadan^
"Ira!" panggil sebuah suara. Suara yang ia kenal."Kerupuknya udah
selesai. Nih, laporannya!!!" Pemuda itu menyerahkan 3 lembar kertas.
"Oke, Ris. You did it very best!" pujinya.
Faris tersenyum."Thank you. You too!" Dia tertawa. "Kamu jangan lupa makan,lho. Ntar sakit." ada nada khawatir dalam ucapannya.
"Tenang aja. Kamu gak lihat badanku? Cadangan makananku banyak..!" Ira dan Faris tertawa bersama. Sepasang kawan lama itu terlihat mesra.
"Ya udah. Aku lihat yang lain dulu ya!" akhir Faris. Melambaikan tangannya
sekali lalu berjalan menghilang di tengah keramaian.
Kalau saja. Kalau saja tak ada Faris yang juga menjadi panitia 17an. Ia tak akan sanggup mengatur semuanya. Menjadi seorang ketua pelaksana tidaklah semudah mengedipkan mata. Semuanya begitu mendadak. Aku mendadak jadi ketua. Dan Faris mendadak dipasangkan denganku sebagai wakil ketua. ‘Faris, andai kau tahu..’ batinnya sendu.
“Ira!!” Seru Liya dan Anur bersamaan. Sontak Ira kaget. Ia menghadapkan muka ke arah suara. ‘Oh, mereka.’ Batinnya. “Hei, kok bengong sih, Ra?” lanjut Liya.
“Tau nih, bengong sendiri gak ngajak-ngajak!!” Tambah Anur.
Ira meringis. “Nggak ada apa-apa kok,” Ia tersadar. “Eh, aku ke gudang dulu ya! Lupa ngambil karungnya! Daah..”
“Lho, Ira kok pergi?” Sapa Isa dari belakang tepat saat Ira berbalik.
“Iya, Ira mau ngambil karung dulu buat lomba balap karung.” Jelas Anur.
Ira akan menolehkan wajah secepat Ira menyadari siapa yang berdialog di belakangnya. Sudah jadi rahasia umum Anur dan Isa bersaing menyukai Faris. Entah mereka saling tau atau tidak. ‘Bukan urusanku.’ Batin Ira.
‘Tapi, bagaimana denganku? Apakah aku akan terus menutup diri? Apakah itu berarti aku membohongi hatiku? Tapi, aku juga nggak mau melibatkan diri dalam pertempuran itu. Cukuplah aku bangga sebagai yang mengenalnya paling dekat.’
Sesampainya di depan pintu gudang, Ira mendaratkan tangannya di handle pintu dan membukanya. Ia melangkah beberapa jejak sebelum mendapati sebuah tubuh tergeletak di lantai. Tubuh yang sangat ia kenal. Itu adalah raga Faris.
Ira menghampiri tubuh itu. Meraih tangannya. Memeriksa denyut nadinya.
Fuuh..ketakutannya berkurang. Faris cuma pingsan. “Pasti kecapekan kamu,” lirih Ira. Ia lalu meminta bantuan untuk membawa Faris ke UKS.
Namun Ira tak bisa menemuinya. Ira harus tetap standby untuk acara-acara berikutnya.
Sementara itu di dua lorong yang berbeda, yang bermuara ke sebuah lorong dimana terlihat pintu UKS tertutup rapat, berdiri dua orang gadis di masing-masing lorong. Kedua lorong itu penuh kekhawatiran tentang pasien yang ada didalam UKS.
Di lorong pertama ada Anur dan Diva. Sangat terlihat kecemasan di wajah Anur. Diva terus berusaha membuatnya kembali ke kelas.
Di lorong kedua ada Isa dan Ita. Ita terus memegang tangan sahabatnya. Agar dia tak terlalu membicarakan Faris.
Selesai acara. Dan laporan-laporan telah berada di tangannya. Ira merasa sudah cukup melakukan tugasnya hari ini. ‘Oh, iya.’ Ira ingat akan sesuatu. Ia lalu meninggalkan tempat dia berdiri.Ira berjalan cepat menuju UKS. Tanpa memedulikan Isa yang dilewatinya. Ira langsung memeriksa suhu badan Faris. Ia demam. Ira segera memencet nomor supirnya yang lebih ia hafal daripada nomor ibunya.
“Pak, tolong jemput ke sini, ya. Oh iya! Bawa Mang Dadang juga buat ngebawa motornya Faris. Oke! Makasih ya Pak!” Ira mengembalikan pandangannya ke wajah Faris. Yang ternyata sudah bangun dan memandang ke arahnya.
Tak dipungkiri, Ira salah tingkah. Tak nyaman.
“Makasih ya, Ra.” Ucap Faris. “Sorry, aku belum bisa jaga diriku sendiri. Gimana aku bisa njagain kamu?”
‘Heh?? Bilang apa Faris tadi?? Uwaa!!’ Pipi Ira merona.
“Dasar! Lagian kamu ini! Kan ibumu udah bilang badan kamu tuh lemah, sok-sokan nggak sarapan lagi!! Gini nih, akibatnya!!” Bentak Ira sayang.
“Huhuu! Aku dimarahin lagi! Ibu, aku dimarahin Ira! Huwee..Hehe!!” goda Faris. Ira tertawa. Faris juga.
‘Sungguh, aku ingin begini saja terkecuali Dia punya rencana lain. Aku menikmati kebersamaan yang seperti ini saja. Bukan yang terlalu berlebihan. Juga yang tidak memaksa.’ Batin Ira. ‘Ya Tuhan, jika Kau punya rencana lain di ujung persahabatan kami, maka aku ikhlas. Kalaupun tidak, aku ingin ini menjadi silaturahmi persahabatan yang abadi.’ Doanya.
Sementara awan mega mulai memerah di angkasa, mobil Ira sampai di sana untuk menjemput Ira dan Faris. Meninggalkan segala yang tertinggal. Dan yang harus ditinggalkan. Hari ini. 17 Agustus 2008. Tangis, luka dan jerit. Menguapkan doa di langit yang bisu.
Cikarang, 17 Agustus 2008
^Rimie Ramadan^
Label:
cerpen
30 Agu 2008
IIBS PAYAAAHHH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
29 Agustus 2008. Nyebelin!! Kenapa harus Mr. Ichii??
Hari ini hari penuh tangis di IIBS. Itu karena Mr. Ichii akan pergi dari IIBS dan gak akan ngajar lagi. Beliau mengundurkan diri dengan bijaksana. Beliau udah gak tahan dengan kondisi IIBS yang gak lagi bermutu. Setelah dipindahtugaskannya Pak Qadri dan Pak Tris ke pusat, semua guru-guru terutama yang menduduki jabatan tinggi telah haus kekuasaan. Mereka berebut mempengaruhi kebijaksanaan Pak Budi selaku Principal of SMA IIBS. Masing-masing dengan keotoriterannya berusaha meraih hati Pak Budi dengan ide-ide yang seenak udel mereka sendiri. Aku sebagai murid juga mengaku kecewa karena di sekolah ini keislaman hanyalah muka topeng mereka. Mereka hanya berlandaskan satu patokan ayat untuk menindas kami semua. Mereka tidak sadar bahwa ayat tersebut bukan hanya 'sendiri' dalam AlQur'an ataupun sunnah Rasul SAW. Bahkan mereka munafik. Dengan mengatakan musik itu syaitan lah, padahal mereka juga menyanyikan lagu-lagu yang bukan berbau Islam. Dan kalaulah Islam mengharamkan musik, untuk apalah nasyid-nasyid itu, hah??
Kenyataan ini sangat berbeda dengan saat aku bersekolah di IsVill(baca:Islamic Village). Di sana kekeluargaan antara siswa-guru dan guru-guru sangatlah kental. Semua saling membantu. Bukannya saling menjatuhkan dan bersikap tidak mau tahu urusan yang lain alias individualistis kaya gini...
Hari ini hari penuh tangis di IIBS. Itu karena Mr. Ichii akan pergi dari IIBS dan gak akan ngajar lagi. Beliau mengundurkan diri dengan bijaksana. Beliau udah gak tahan dengan kondisi IIBS yang gak lagi bermutu. Setelah dipindahtugaskannya Pak Qadri dan Pak Tris ke pusat, semua guru-guru terutama yang menduduki jabatan tinggi telah haus kekuasaan. Mereka berebut mempengaruhi kebijaksanaan Pak Budi selaku Principal of SMA IIBS. Masing-masing dengan keotoriterannya berusaha meraih hati Pak Budi dengan ide-ide yang seenak udel mereka sendiri. Aku sebagai murid juga mengaku kecewa karena di sekolah ini keislaman hanyalah muka topeng mereka. Mereka hanya berlandaskan satu patokan ayat untuk menindas kami semua. Mereka tidak sadar bahwa ayat tersebut bukan hanya 'sendiri' dalam AlQur'an ataupun sunnah Rasul SAW. Bahkan mereka munafik. Dengan mengatakan musik itu syaitan lah, padahal mereka juga menyanyikan lagu-lagu yang bukan berbau Islam. Dan kalaulah Islam mengharamkan musik, untuk apalah nasyid-nasyid itu, hah??
Kenyataan ini sangat berbeda dengan saat aku bersekolah di IsVill(baca:Islamic Village). Di sana kekeluargaan antara siswa-guru dan guru-guru sangatlah kental. Semua saling membantu. Bukannya saling menjatuhkan dan bersikap tidak mau tahu urusan yang lain alias individualistis kaya gini...
27 Agu 2008
Horee.bentar lagi pulangg..
kelas gw COFI3NT di IIBS mau bikin sweater kelas liburan ini. Mereka pada mau ke Bandung. Hiks, gw gak ikut. Bukannya gak diajak, tapi emang gwnya yang ga ada waktu n transport plus ijin dari ortu. Kadang emang bosen sii di rumah doang. Pengennya skalian yang jauu, ke Swiss or France. Yyahh..saat ini gw baru bisa ngimpi, Bos! Dan gw belum juga nemuin Second Love gw. Aargh, ga pentingg...!!!
Ohh, God. It's so boring!! Apalagi mengingat minggu ini minggu yang gak 'aman', gw jadi gak megang hape. Serasa balik ke masa awal di IIBS..
And readers, gw ga tau nii. Nape ye, aye bisa bandel kaya gini?? Ndableg!! kalo kata orang Jawa. Aduuaduu. Uda, ga usa banyak mikir ah. Mana pelajaran terakhir biologi lagi!! UUccHH..
kelas gw COFI3NT di IIBS mau bikin sweater kelas liburan ini. Mereka pada mau ke Bandung. Hiks, gw gak ikut. Bukannya gak diajak, tapi emang gwnya yang ga ada waktu n transport plus ijin dari ortu. Kadang emang bosen sii di rumah doang. Pengennya skalian yang jauu, ke Swiss or France. Yyahh..saat ini gw baru bisa ngimpi, Bos! Dan gw belum juga nemuin Second Love gw. Aargh, ga pentingg...!!!
Ohh, God. It's so boring!! Apalagi mengingat minggu ini minggu yang gak 'aman', gw jadi gak megang hape. Serasa balik ke masa awal di IIBS..
And readers, gw ga tau nii. Nape ye, aye bisa bandel kaya gini?? Ndableg!! kalo kata orang Jawa. Aduuaduu. Uda, ga usa banyak mikir ah. Mana pelajaran terakhir biologi lagi!! UUccHH..
19 Agu 2008
3 hari 1 malam
Haduu..cape euy.
pengen cerita tapi ga tau mau mulai darimana.
Jadi, hari Sabtu gw brgkat k JogJa buat nghadirin acara nikahannya spupu gw. Acara akadnya malem. And, baru kali ini gw ngeliat pernikahan yg bner" dipisah cewe ma cowo. Ga di akad atopun resepsi saMi maWoN. yya..alhamdulillah mknannya enaak. Sorry gga bisa bagi"..
Tapi inti dari judul diatas blum tersampaikan. Dari 3 hari gw ada di JogJa dan 2 hari acara kawinannya, cuma 1 malem yg bner" bikin gw seneeng plus nyesel. UwaAA..ada grup nasyid namanya FATIH. They're really cooL.
Gw disuru keluarga buat nyanyi bareng mreka. gw ga mau karna gw takut ada yg bkal jealous..
wal akhiru..akhirnya Mas Ade yg nyanyi bareng mreka..
pengen cerita tapi ga tau mau mulai darimana.
Jadi, hari Sabtu gw brgkat k JogJa buat nghadirin acara nikahannya spupu gw. Acara akadnya malem. And, baru kali ini gw ngeliat pernikahan yg bner" dipisah cewe ma cowo. Ga di akad atopun resepsi saMi maWoN. yya..alhamdulillah mknannya enaak. Sorry gga bisa bagi"..
Tapi inti dari judul diatas blum tersampaikan. Dari 3 hari gw ada di JogJa dan 2 hari acara kawinannya, cuma 1 malem yg bner" bikin gw seneeng plus nyesel. UwaAA..ada grup nasyid namanya FATIH. They're really cooL.
Gw disuru keluarga buat nyanyi bareng mreka. gw ga mau karna gw takut ada yg bkal jealous..
wal akhiru..akhirnya Mas Ade yg nyanyi bareng mreka..
Langganan:
Postingan (Atom)