22 Jun 2015

Sedikit waktu bersapa

Bunyi ketukan di pintu membuatku bangkit dari kepenatan membuat presentasi. Terbukalah dan muncul tanteku dengan seorang wanita yang belum kukenal. "Hei, Ri!" sapa tanteku hangat.

"Nah, ini lho! Anaknya mbak Sofi!" katanya kepada wanita di sampingnya.
"Lha, udah segede ini to? Sik sik, kufoto dulu ya dek!" membiarkanku dengan ekspresi melongo. Selang 2 detik, tanteku mengenalkan wanita ini sebagai Mbak Jumartini, anak dari Yu Djum. Menambah kebingunganku. "Siapa Yu Djum? Pemilik gudeg terkenal itukah?" batinku. Kemudian penjelasan tambahan yang membuatku berkesimpulan, "ini murid ngaji ibuku dahulu." Barulah aku mempersilakannya masuk sembari aku ngeloyor ke kamar mengganti pakaian yang pantas.

Beliau ogah duduk dan memilih memotret isi rumah. Dengan bangga memuji segala yang ada di dalam rumah. Dia bahkan bersyukur bahwa ibuku memiliki rumah di sini, di Jogja. Aku mengabari ibu, dan melalui ponselku mereka berbincang dan Mbak Jumarti pindah ke sudut lain. Wanita itu kembali dengan mata basah. Menggambarkan keharuan dan kerinduan yang membuncah. Ia pun kembali bercerita.

Melalui lisannya, kutelusuri masa lalu ibuku. Saat beliau masih muda, beliau mengajari Mbak Jumarti dan kakaknya mengaji. Katanya sering dimarahi bila bacaannya salah. Dalam kondisi yang sama-sama susah pun keluarga Mbah Dul Kahar selalu bersiap membantu. Bahkan pada saat kakak Mbak Jumarti sakit, pakde Mukson yang mengantarnya ke RS. Sardjito.

Makanya wanita berbaju hitam itu menatap bangga seisi rumah Omah Teko. Serasa itu adalah rumah saudaranya sendiri. Ada keharuan ketika mengetahui saudara yang jauh di rantau memiliki kesuksesan. Bukan sikap iri, justru bangga dan senang hati. Ia dengan kondisi yang apa adanya, bukan dibuat-buat. Lalu ibu berpesan padaku, titip sejumlah uang untuknya.

Aku bercerita ini bukan untuk kesombongan, tetapi untuk mengambil pelajaran. Sekian banyak orang yang bilang padaku, salah satu contoh kesuksesan itu ada pada ibumu sendiri. Sampai kemarin aku masih sering meragukan. Tapi yaa itu semua terbukti hari ini.

Dari yang awalnya makan ceker ayam saja terasa begitu berharga. Telur 1 butir dibagi 16 orang. Akhirnya bersekolah di UGM dengan pesan dari simbah, "Sekolah yang baik, lalu kerja. Kemudian bantulah saudara-saudaramu yang kesulitan." Dan akhirnya terbukti. Bahkan sebelum perbaikan seluruh nilai, beliau sudah dipersunting sebuah perusahaan minyak terkemuka saat itu. Perusahaan tersebut "meminta" UGM segera meluluskan ibu agar bisa segera kerja. Buktinya adalah sebuah gelas mug yang hingga sampai sekarang masih dipakai, sebuah hadiah kelulusan dari perusahaan tersebut.

Yeah, sometimes i feel ashamed with my mom. She is not only genius, but also humble and generous. I am a proud daughter. It's too late, but better than ever. I don't know if i could do better than you, mom. You're so amazing.

Saya minta maaf kalo postingan kali ini berkesan curhat atau menjijikkan. Tapi saya ingin sekali mencatat pelajaran berharga ini hari ini. Sebelum tidur menghapus semua ingatan. Hehe.

10 Mar 2015

Coward

Well


I must


Shout out


that I want


to give up



But everyone


will see me


as a coward


Everyone won't


see me suicide



But it chokes me up


Nothing different


Than a living dead


It always leave scars


Even when I think it back


All the scores I had had in the past


I don't know how to face the world


anymore


I hate me


I hate being a dumbfounded trash


I hate cause I can't do well


I hate everything that support me


Cause it makes me sad


They are living


They support me


But what do I do?


I must pick a pack


And won't go back



Being alive is hurt


It takes hours to see


Who will be with you


Being myself is hurt


Cowardness.

Self motivation: Dialog Hati

Tetiba lagi diriku murung. Awan mendung menggelembung di atas dahiku. Aku layu.

Haruskah bercerita pada khalayak, penat yang kurasa?

Haruskah mundur dari nyata, lari menuju fana?

Patah arang, akalku hanya seujung lutut.

Aku lebur kepada tanah. Aku sembunyi di hampar ilalang.

Bukanlah aku seorang yang pandai

Ibuku yang pandai, aku bukan.

Namun tuntutan seorang wanita haruslah pandai demi generasi berkualitas.

Namun aku hendak menyerah

Tak pandai lidah mengurut kalimat.

Tak pandai jari menari demi alinea

Sepatah dua patah agar jadi buku ilmu

Buku persyaratan lulus

Dilarang lulus jika tak selesai

Haruskah aku lari?

Nilaiku di belakang pun hancur

Empat tahun yang percuma

Aku hanyalah gembel belaka

Aku hanya menumpang hidup

Memakai topeng kemana-mana

Topeng bernama mahasiswa

Mahasiswa yang tak pernah bisa

Menggapai impian


Haruskah pergi sembunyi-sembunyi

Atau terus melangkah walau terlampau berat

Aku ingin tidur seribu tahun

Aku pengecut, nyaliku ciut


Mungkinkah Tuhan memaafkan

Apa yang sudah kulakukan


Mengapa berat, mengapa takut

Mengapa sembunyi

Mengapa lari



Mau kau lari kemana

Bumi ini kecil bagiNya

Ruang angkasa pun kecil

dibanding arasy Nya

Dia yang Maha Besar

Sanggupkah dirimu yang kecil melawanNya

Beranikah dirimu yang kecil menantangNya


Perjuanganmu belum harus usai

Perjuanganmu baru dimulai

Perjuangan, ujian dan cobaan ini hanya kecil

Sekecil dirimu dibanding semesta

Maka berterimakasihlah atas ujian itu

Karena itu tanda sayangNya padamu

Dia berharap besar padamu agar menyelesaikannya

Agar menjadi bukti, kecilmu bukanlah masalah

Agar menjadi bukti, kamu pantas kembali padaNya

dengan senyuman dan dada yang besar

karena telah menyelesaikan urusan itu

karena kamu adalah khalifah yang baik di muka bumi


Allah dan semesta, menaruh harapan besar

Padamu, ya hanya kamu yang bisa

Bukan siapa-siapa.

Kamu yang terpilih, jadi selesaikanlah dengan sempurna.

Jika tak bisa sempurna, baik pun cukup.

Karena itu perjuangan terbaikmu.

6 Mar 2015

MV Checkmate - Jung Yonghwa feat. JJ Lin

Buat yang tau saya secara pribadi, udah gak heran kenapa saya posting video ini. Saya sukak buanget sama CNBLUE especially Leader Jung! Nah, karena beliau ini baru ngeluarin solo album dua bulan lalu, dan saya baru sempet googling sekarang, maka saya baru liat video ini.

Menurut saya, MV ini yang terbaik secara konsep. Baru sekali ini Yonghwa ngonsep video maskulin abissss, atau mungkin pengaruh lawan duetnya alias JJ Lin? Entahlah, yang pasti kegantengan mereka berdua bertambah 3 kali lipat di sini! Dan suaranyaa alamaaakkkk! Ganteng combo deh! Sok, tonton aja. Saya juga mau nonton lagi. Hehe..

https://www.youtube.com/watch?v=nUyq02k6-sE

10 Feb 2015

Rainy Rain

Tick, splash. Tick, splash. Going with bless.

As long as it's water, and no thunder. As long as it water, not ashes.

The rain comes with angel Michael, then fly back with human prayers.

The rain comes for us to pray, for it becomes a grace.

Grace for souls, grace for earth, for the seeds to grow.

Rain is our friend, but flood is our causalities.


-Rimie Ramadan-
Yogyakarta, 10.02.2015
"first try making english poetry, does it required poetry? haha"

25 Jan 2015

Pemandu Wisata

Semua orang punya keinginan yang berbeda. Mulai dari hal-hal kecil yang bisa dibuat, hingga sesuatu yang merampok isi brankas kita. Bahkan kadang ada keinginan yang tak wujud, bahkan kadang jauh dari realita untuk mendapatkannya. Ada juga yang tertunda, meski harus menunggu untuk waktu yang lama.

Sekilas saja, aku senang mendapat pekerjaan yang berhubungan dengan orang luar Indonesia. Bukan soal gengsi, tapi lebih kepada mempelajari budaya dan cara bergaul mereka. Alhamdulillah, sampai saat ini pekerjaan yang kudapatkan dan berkaitan dengan mereka adalah pekerjaan lurus dan mengasah otak. Yang lebih penting, pekerjaan tersebut mengenalkan tentang Indonesia kepada negara lain. Saya bangga menjadi orang Indonesia.

Waktu kecil, mungkin kelas 6 SD, aku sempat memiliki keinginan hati untuk menjadi pemandu wisata. Sasarannya turis mancanegara. Saat itu aku masih ingat bahkan aku memutuskan memilih Jogja untuk jenjang sekolah menengah atau tinggi, hanya karena ingin mendobel kuliah sambil bekerja sebagai tour guide. Sejujurnya, pada pertengahan kuliah aku sempat terpikir lagi, namun sengaja melupakannya melihat tugas yang seabrek. Sudahlah, jalani saja.

Sekarang lihatlah, baru saja aku mengantarkan orang asing berkeliling Cangkringan. Memang ada tujuan khusus yaitu penelitian mengenai Huntap Merapi, bukan sekedar jalan-jalan. Tapi aku bersyukur, setidaknya aku dapat menjadi tour guide dalam bidangku sendiri, yaitu arsitektur. Aku mendapat banyak ilmu, sekaligus mengamalkan/menyampaikan ilmu, juga mengenalkan Jogja dengan Merapi yang cantik, mengenalkan Indonesia. Aku bersyukur keinginan itu belum sepenuhnya terhapus dalam ingatan. Beginilah ternyata, skenarioNya jauh lebih indah dan tepat pada waktunya.

Alhamdulillah ya Allah.. Sibuk tapi senang. :)

Menjadi Air

Bukan sekedar mengikuti kehendak alam, mengalir hulu ke hilir.
Tapi juga menyesuaikan keadaan. Ketika terjun meluncur tajam.
Menyegarkan. Ketika tenang meneduhkan. Inilah airku. Ini diriku.

28 Agu 2014

Yonghwa Seohyun


Berharap kalian bersanding lagi
sebagai lawan main dalam sebuah drama
atau berduet mesra

Sinar mata kalian sangatlah terang
Kala berbincang keseharian
Mencipta nada, merangkai kata

Aku rindu kalian
Kalian yang sangat menggemaskan

12 Jul 2014

Secercah Darah

Bukan lagi setahun dua. Bukan lagi perang saudara. Ini tentang dua negara memperebutkan tanah kuasa.

Dua negara dengan dua basis agama langit. Dua negara dengan fungsi yang saling membabi buta. Saling menghancurkan, membunuh demi kejayaan dunia.

Dulu kala, ku sempati bersinggah ke sebuah danau raksasa. Yang saking besarnya dinamakan laut. Laut Mati. Dari sebuah bukit di laut bernama seram itu, konon dapat disaksikan tembakan-tembakan yang melayang. Dari bumi para Yahudi ke bumi Palestina yang mulia. Perang yang tiada akhiran. Perang tanpa bukti kebenaran. Perang membawa panji masing-masing.

Bumi Palestina, penduduknya berkali ditawari pindah dan perlindungan. Namun mereka tak sedikitpun menyerah. Para ahli Qur'an memegang janji untuk menjaga Al Aqsha, pusaka sejarah, dimana Rasulullah SAW menapakkan jejaknya sebelum berangkat menerima wahyu shalat yang lima. Shalat yang menjadi tonggak agama dan yang pertama kali dihitung kala di Mahsyar.

Semua hati yang beriman tergerak. Air mata menetes begitu dalam. Hanya mendengar berita saudara yang tak pernah dijumpa namun selalu dirindu kembali diserang. Sebuah rumah ibadah bantuan Indonesia pun turut terkena dampak kehancurannya.

Allah rabbi, haruskah? Haruskah di bulan suci ini mereka terus bersimbah darah? Namun puasa ini justru menguatkan mereka. Tidak seperti dugaan musuh. Teruslah berjuang saudaraku. Berkah Allah bersamamu.

31 Mei 2014

I Miss You

Nope. Nothing new. Just me, and i miss you. I miss to write. I miss the feel i filled in the draft. I miss it, when the time flew by and i just ignored. When I am being me. Confronting in my beyond self.

I, am, still confronting with my pre-final task. And i easily get bored. I, I miss you. I really do. I am missing to write whatever I do like. Not Something I forced to write. I, you. It's so hard and i wanna kiss you. I wanna hug you with my teary eyes. 'Cause today i finally meet you.

My heart is just pounding hard. Let us dating again! Chu!

6 Des 2013

Titik Temu

Judul. Hal dimana aku selalu berbenturan. Bagiku, menulis isi seratus halaman masih bisa ditolerir. Namun bila judul saja masih belum pasti, aku harus apa?

Judul itu esensi. Tulang punggung seluruh isi. Muka bagi kepala. Benang merah dari seluruh halaman dalam karya. Yang ketika kau selesai menjelajahi karya itu, kau mengerti mengapa karya itu diberi judul demikian.

Entahlah. Aku sudah tak berminat. Sejak lama. Sejak aku terjungkir balik oleh fakta. Sejak telah kuungsikan diri pada semesta. Sejak aku berlutut untuk minta pengampunan atas dia. Duniaku berubah. Tak lagi secerah dulu. Ibarat hijab, duniaku sekarang dua lapis. Di luar cerah, warna warni. Namun di dalam hitam kelam.

Semangatku hanya untuk menghindarinya. Menghindar dari semuanya. Semua orang semua hal memaksaku menghadapi. Namun aku jenuh. Ketika ingin kuhadapi, seakan aku ingin menangis. Ketakutanku terlalu besar, sedang otakku makin menyempit. Otak yang dulu cair, kini mengental. Beku.

Titik Temu. Hanyalah kata ketika aku bisa menjawabnya. Ketika aku bisa tersenyum dan membusung dada. Mengangkat dagu, tanpa emosi meledak. Aku tak tahu kapan itu terjadi.

25 Nov 2013

Row Your Boat

row row row your boat gently down the stream, merrily merrily merrily merrily life is but a dream.

Selama saya menjadi mahasiswa, dan sekarang pun masih, entah mengapa kehidupan saya makin kacau balau. Akhir-akhir ini saya terombang ambing. Banyak serangan datang tanpa henti. Entahlah, tapi rasanya begitu.

Sabar. Entah berapa orang bilang ini pada saya. Tapi sejak beberapa bulan menginjakkan kaki di dunia perkuliahan, saya sudah muak. Sempat ingin pindah jurusan atau universitas. Bahkan hingga sekarang yang sebenarnya sudah tahap akhir, saya sedikit menyesal.

Saya pusing. Ditambah banyaknya masalah pribadi tentang hubungan yang sedang saya jalani. Bukan dua pihak saja, namun beberapa pihak turut bercampur. Sabar. Lagi-lagi itu yang dikatakan hati. Saya terlalu pesimis dan memang daya juang saya rendah. Saya sudah bosan.

Terlalu banyak ombak dan karang. Jika tersandung sedikit saja, lukanya bisa lebar atau dalam. Cukup, itu saja. Saya ingin sebuah rakit. Tak perlu kapal mewah, saya hanya butuh sebuah rakit. Rakit dari Langit. Ya, jika itu ada.

29 Okt 2013

Heart Blows

Life is under the name of Love. Love from God, parents, you can find it everywhere. And it would be special  if you find them under some-unknown-body's heart. It suddenly came. Makes your heart beats faster. Make your dreams nicer. Makes everything seems new. That's when you found a soul mate.

Things you cannot do, they do. Things they cannot see, you see. The world seems beautiful if you treasure it in two. Like you live in such fantasy.

But why, dear? You made it so hard lately. I can't trust you in things. You made shame of me. You betray me, never can do things right. You said "A", i did "A". You said "K", i do like your order. But when i'm mistaken, you just stood there out of me, and laugh like i made a very-very-very-silly thing. Have you ever fell into that thing? Since you're a heart of mine, i always forgive you then. But again and again you made this stress on me.

You know what? I'm not a rational minded. I'm most did everything on my will, on my heart. So when i'm stuck on this kinda matter, i just cannot do things right. Same with another past. When I fell in love with somebody here in this damn campus. And i just cannot do anything. I messed up my work, my study, everything. Back then, you came. Think of some fairy tale, i thought you are the mend of my heart. Things are easier back then.

Now it's up and down. I don't know what to do.

7 Okt 2013

Aidan Hamzah

Namanya Aidan. Wajahnya biasa, berkacamata dengan rambut cepak. Tingginya sekitar 170 cm, pun tidak setegap model majalah remaja. Warna kulitnya sawo matang, tipikal pribumi Jawa. Hanya saja, dia adalah manusia yang membuat semua wanita terpesona. Satu kata kunci, senyumannya.

Pemuda itu senang berkebun. Tak jarang ia membawa hasil kebunnya ke kampus untuk dicicipi oleh mahasiswa lainnya. Ia tahu bahwa buah-buahnya merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi mahasiswa ngekos. Seistimewa dirinya yang masih sempat berkebun di antara tugas kuliah yang menumpuk.

Aidan atau Dan saja, begitu teman-temannya biasa memanggilnya. Bukan tergolong mahasiswa dengan kejeniusan tinggi, pun tidak dengan kerajinan superpesat. Tapi keloyalannya terhadap teman-temannya bisa diacungi jempol. Ia selalu tersenyum, tanpa pernah berkata tidak. Terutama jika ia sedang tersipu malu, semua wanita gemas ingin mencubit pipinya. Terlalu manis, mengalahkan gula jawa.

24 Jul 2013

Dentang

Tik.

Aku duduk di ruang tamumu. Isi pikiranku masih ringan.

Tik. Detik kelima.

Kupandangi langkahmu yang terburu, mengambil ponsel yang deringnya memanggilmu.

Tik. Detik keenam puluh.

Kujelajahi jejakmu dengan ekor mataku. Engkau kemudian pamit, lalu mengejar waktu. "Tunggulah sebentar," katamu.

Tik. Detik keenam puluh lima.

Aku iri. Aku memaki pada ponselmu. Memaki pada gerak-gerikmu yang luputkan aku. Rupanya ia lebih menarik perhatianmu ketimbang aku.

Tik. Detik keempat ribu delapan ratus.

Engkau tak kunjung tiba. Aku resah. Segenap waktu kau di sini pun, kau tak jua memberiku perhatian. Padahal, kau janjikan tahun ini kita menikah. Tapi nyatanya, Setiap aku menghampirimu, kau malah memisahkan diri.

Tik. Detik kesembilan puluh.

Bel rumahmu berbunyi. Aku melihat bayangan seseorang di sana. Yang kuharap adalah engkau yang memberi kejutan. Meski kuakui kau bukan tipe pria romantis. Penuh rasa penasaran, aku menuju pintu.
Rona merah semerbak di wajahku kala sebuket penuh mawar merah tepat di hadapanku. Namun sedikit kecewa, kau tidak mengantarnya sendiri. Petugas toko bunga itu kemudian pamit pergi.

Tik. Detik keseratus.
Aku bosan. Aku hendak menjemputmu yang tak lagi pasti. Aku tak mau lagi bermain dengan khayalan. Kusembunyikan nyaris hendak kubuang.

Tik. Detik keseratus lima puluh tiga.
Lampu penyebrangan hijau menyala. Kuambil langkah seribu.

Tik. Detik keseratus lima puluh lima.
Bug! Badanku tersenggol dan entah mengapa semua menjadi samar. Aku melayang, mungkin akan menjadi kupu-kupu. Biarlah aku berubah, mungkin dengan begitu, ku bisa mendampingimu.

Rindu

Lama sudah tak bersua. Jaring laba-laba mulai menggelayut di sudut ruangmu. Hampa.
Sudah hampir dua bulan, kasihku. Lagu sunyi mulai bermain seiring jemarimu melangkah. Tentang sepi, yang mengoyak minggu ini. Di dasar sana, penuh abu rindu. Aku rindu padamu.

3 Mei 2013

Anak Petani Tembakau (1)

Suatu ketika di negeri yang terkenal damai...

Seorang gadis kecil sedang bermain di ladang bersama ayahnya. Ayahnya seorang petani tembakau. Setiap hari, si gadis kecil selalu ikut ayahnya bekerja. Sambil bermain ceria.

Waktu terus berjalan dan gadis itu pun semakin dewasa. Ia memasuki usia remaja. Karena kecerdasannya, ia mendapat beasiswa di sebuah sekolah menengah negeri favorit di kota. Kota selalu menjadi tempat yang ramai dan penuh oleh hiruk pikuk manusia. Memang menjanjikan, namun juga penuh jebakan.

Kehidupan di kota memaksa si gadis bergelut dengan debu dan asap. Kendaraan umum yang tidak pernah dirawat oleh pemerintah, motor dua tak yang masih berasap, pembakaran sampah, asap dari warung kaki lima, dan juga asap rokok. Untuk yang terakhir, dia paling sering menjadi korban.

Hingga suatu ketika usai istirahat, dia merasakan sesak pada dadanya. Kemudian ia terbatuk dengan suara yang tidak biasa. Bahkan teman sebangkunya merasa iba dan segera menuntunnya ke UKS.

something right

Hello blog. At this kinda time i really miss hearing westlife's songs. Their songs are much lovable. Really need it now.


"Never thought that I'd be so inspired
Never thought that I'd find the higher truth
I believed that love was overrated
'Till the moment I found you

Now baby I know I don't deserve
The love you give me
But now I understand that

If you want me I must be doing something right
I got nothing left to prove
And it's all because of you
So if you need me
And baby I make you feel alive
I know I must be doing
Doing something right.."

- "Something Right", Westlife

Salah satu lagu yang paling sering terngiang di kuping saya

29 Apr 2013

Dewi Musim

Bagai sepasang penjaga, kita berdua
Dalam satu bingkai purnama
Aku berjaga pada gerbang pembuka
Sedang kau berjaga pada gerbang keluar

Inilah kita, sepasang dewi musim
Bertugas menjaga perjalanan April
serta gerbang musim tropis yang berganti

---

Rimie Ramadan
29.04.2013

Sunyi

Kau duduk di sana. Melamun. Memikirkan hal di luar ruang kita. Pandanganmu menyelusup ke dimensi yang tak pernah kusentuh. Ada ruang dimana kau bercerita, tanpa sepatah kata yang aku pernah punya. Aku diam, membiarkan imajimu melayang.

"Ini masa sulit," katamu. "Kita harus begini dan begitu. Harus mengejar ini dan itu. Tapi modal sudah lagi habis."

Sejak kenal kamu, duniaku berganti. Dunia yang dulu penuh kata dan romansa, menjadi dunia dengan seribu bahasa. Dunia itu bernama sunyi. Walaupun bibirku mencoba beradu, namun sia-sia. Kau tak pernah hiraukan. Sunyi kembali kupilih. Bermain kata dalam imajiku sendiri.