Tak lepas dari sesuatu yang selalu kubanggakan, Lantoe United, mempunyai karakter khas yang unik-unik. Sementara waktu dan lingkungan mengubah kami sedikit-sedikit. Ya, semua itu terasa. Dua hari ini, dimana kami mengadakan reuni kecil-kecilan.
Satu yang tidak berubah. Sikap anak-anak lain (terutama cowo) kepada Farisi. Seseorang dengan karakter sabar, tapi eksplosif, ceria dan hobi tidur, dan tipe yang suka ngomong. Dulu dia dikenal terjayus, terpuitis (bareng aku), dan teraneh. Anak-anak sering ngomongin dia di belakang, tanpa dia tahu. Dan dua hari ini, aku lihat sikap mereka masih begitu. Mereka mengacuhkan Farisi seakan ia hanyalah angin yang berhembus. Seperti tak ada topik yang bisa mereka bahas bersama. Seperti Farisi adalah alien dari planet Pluto yang ternyata bahkan bukan planet. Tapi Farisi selalu bilang "Aduh, sumpah indah banget ya kita ngumpul lagi kaya gini. Walaupun cuma dikit, tapi udah lama kita gak ngobrol kaya gini. Bisa ngeliat satu sama lain. Dengan perubahan karakter masing-masing."
Karakter lain yang sangat kuat terpatri dalam benakku adalah Bagus. Satu yang tak berubah darinya. Sesuatu yang amat dan satu-satunya kusuka adalah wajahnya ketika tersenyum tulus. Aku senang jika ia tersenyum seperti itu. Tapi sifat jeleknya dialah sang provokator dan bintang. Begitulah karakternya yang sedari umur lima tahun tak pernah berubah.
Di hari pertama, ada sahabat yang sangat feminin. Figur anak yang berbakti pada orang tua. Sasha namanya. Bisa dibilang dia tempat curhat yang paling enak. Keibuan dan ramah. Dan sebaliknya, dia sering juga curhat ke aku. Dia orang yang gak pernah membalas kata-kata ejekan yang dilayangkan padanya, begitu kata Farisi tadi. Sasha sendiri bilang, "Gue satu-satunya anak Lantoe yang gak pernah ngejelekin Farisi. Gue yang paling baek sama dia. Tapi ngetawain sih pernah." Tapi hari ini dia gak ikut karena gantiin ibunya nganter catering. Sungguh anak yang berbakti.
Mungkin itu dulu, sisanya di chapter lain ya!!
26 Jul 2010
Uwaah stress diriku!!
nyobain quiz parampaa sialan itu..
tapi emang mainan itu ngasah otak banget.. lebih ke otak kanan sih.. kurasa..
By the way, udah 3 minggu aku di rumah. Dan besok aku balik lagi ke Ngayogyakarto Hadiningrat. Berarti hari ini aku udah mesti packing. Karena besok pesawat takeoff jam 10. berangkat dr rumah jm 8. Whew..
Di hari yang Insya Allah cerah terus ini, aku janjian dengan sobat Lantoe untuk ngumpul2 dan nonton film bareng. Aku yang koordinir kebetulan. Haah.. senangnya.. berapa pun yang ngumpul aku mau sekalian pamitan. Hehe. Kemarin sih yang pas di halte 8/16.. penasaran nanti yang ngumpul berapa.. semoga lebih banyak lagi.. :)
tapi emang mainan itu ngasah otak banget.. lebih ke otak kanan sih.. kurasa..
By the way, udah 3 minggu aku di rumah. Dan besok aku balik lagi ke Ngayogyakarto Hadiningrat. Berarti hari ini aku udah mesti packing. Karena besok pesawat takeoff jam 10. berangkat dr rumah jm 8. Whew..
Di hari yang Insya Allah cerah terus ini, aku janjian dengan sobat Lantoe untuk ngumpul2 dan nonton film bareng. Aku yang koordinir kebetulan. Haah.. senangnya.. berapa pun yang ngumpul aku mau sekalian pamitan. Hehe. Kemarin sih yang pas di halte 8/16.. penasaran nanti yang ngumpul berapa.. semoga lebih banyak lagi.. :)
7 Jul 2010
Arti sebuah nama 070710-20:27
Apalah arti sebuah nama jika itu hanya sebagai panggilan atau julukan nakal. Apalah arti sebuah nama bila nama itu tidak disengaja atau karena minim pengetahuan, digunakan sebagai nama asli. Apalah itu namanya, kalau bingung memilih nama.
Sebenarnya, nama adalah sesuatu yag mengandung doa. Maka ia harus mempunyai arti yang baik, secara harfiah maupun filosofis. Tidak berarti nama harus memakai bahasa arab bukan? Salah salah, malah artinya tidak sesuai dengan harapan. Bahasa sansekerta, atau cina pun boleh, asal baik maknanya.
Aku menuliskan ide di kepalaku ini, karena tertarik oleh kawanku yang memanggilku dengan berbagai macam panggilan. Ada yang sebut aku Ria, Riri, Rara, Rama/Rahma, Rimie, RR, RRR, bahkan ada yang jahil manggil aku Wati. Dan mereka punya alasan sendiri-sendiri untuk menjulukiku.
Nama asli nan lengkapku adalah Ria Rahmawati Ramadan. Di dalamnya terdapat doa agar aku selalu gembira, bahagia, dan selalu menyayangi makhluk Allah swt. Serta tanda bahwa aku lahir di bulan Ramadan.
Dari lahir aku dipanggil Ria. Hanya sejak kelas 6 SD, ada yang iseng memanggilku Rpangkat3, atau 3R, atau Triple R. Yah, itu pun hanya kadang-kadang saja. Dan alhamdulillah, bagiku itu lebih baik daripada mereka menyebut nama ortuku atau hewan berkaki empat dan sebangsa primata.
Lalu nama panggilan itu berubah, menjadi Riri. Label ini kupakai waktu SMA. Karena saat itu ada juga temanku yang dipanggil Ria dan kebetulan teman sekamarku yang pertama kujumpai. Nama Riri ini dibuat secara tak sengaja oleh Lita, teman sekamarku yang kebingungan membedakan memanggil kami. Karena satu kamar berempat.
Nah, di akhir-akhir SMA aku bingung nanti pas kuliah mau dipanggil apa. Akhirnya dengan sendirinya bermunculanlah panggilan-panggilanku. Ada yang tetap memanggil Ria, ada yang Riri, ada yang RR, ada yang RRR, Triple R, bahkan ada yang manggil aku Rama. Yah, prinsipku selama itu masih namaku, tak apalah.
Hey, ada lagi satu nama yang kubuat sendiri. Yaitu Rimie. Aku selalu bilang pada teman-teman kalau ini nama penaku. Tapi hanya satu orang yang selalu memanggil begitu. Namanya Dian Mentari.
Hemm.. mungkin sekian dulu isi otakku kutumpahkan. Ada hal lain yang harus kulakukan. Daaahh!!
Sebenarnya, nama adalah sesuatu yag mengandung doa. Maka ia harus mempunyai arti yang baik, secara harfiah maupun filosofis. Tidak berarti nama harus memakai bahasa arab bukan? Salah salah, malah artinya tidak sesuai dengan harapan. Bahasa sansekerta, atau cina pun boleh, asal baik maknanya.
Aku menuliskan ide di kepalaku ini, karena tertarik oleh kawanku yang memanggilku dengan berbagai macam panggilan. Ada yang sebut aku Ria, Riri, Rara, Rama/Rahma, Rimie, RR, RRR, bahkan ada yang jahil manggil aku Wati. Dan mereka punya alasan sendiri-sendiri untuk menjulukiku.
Nama asli nan lengkapku adalah Ria Rahmawati Ramadan. Di dalamnya terdapat doa agar aku selalu gembira, bahagia, dan selalu menyayangi makhluk Allah swt. Serta tanda bahwa aku lahir di bulan Ramadan.
Dari lahir aku dipanggil Ria. Hanya sejak kelas 6 SD, ada yang iseng memanggilku Rpangkat3, atau 3R, atau Triple R. Yah, itu pun hanya kadang-kadang saja. Dan alhamdulillah, bagiku itu lebih baik daripada mereka menyebut nama ortuku atau hewan berkaki empat dan sebangsa primata.
Lalu nama panggilan itu berubah, menjadi Riri. Label ini kupakai waktu SMA. Karena saat itu ada juga temanku yang dipanggil Ria dan kebetulan teman sekamarku yang pertama kujumpai. Nama Riri ini dibuat secara tak sengaja oleh Lita, teman sekamarku yang kebingungan membedakan memanggil kami. Karena satu kamar berempat.
Nah, di akhir-akhir SMA aku bingung nanti pas kuliah mau dipanggil apa. Akhirnya dengan sendirinya bermunculanlah panggilan-panggilanku. Ada yang tetap memanggil Ria, ada yang Riri, ada yang RR, ada yang RRR, Triple R, bahkan ada yang manggil aku Rama. Yah, prinsipku selama itu masih namaku, tak apalah.
Hey, ada lagi satu nama yang kubuat sendiri. Yaitu Rimie. Aku selalu bilang pada teman-teman kalau ini nama penaku. Tapi hanya satu orang yang selalu memanggil begitu. Namanya Dian Mentari.
Hemm.. mungkin sekian dulu isi otakku kutumpahkan. Ada hal lain yang harus kulakukan. Daaahh!!
4 Jul 2010
Kampung Naga Stories 020710-21:16
Selasa kemarin, tepatnya tanggal 29 Juni 2009, aku dan teman-teman Arsitektur UGM 2009 mengikuti suatu kuliah lapangan ke daerah Jawa Barat. Kuliah ini merupakan agenda yang digeser, karena rencana pak Ismu, sang dosen, ingin mengadakan ini sebelum Ujian Akhir Semester. Namun karena di saat yang sama kami sibuk oleh tugas besar, maka kuliah ini mengisi sebagian liburan kami.
Tujuan kami ada tiga lokasi. Yang ketiganya terletak di propinsi Jawa Barat. Mengapa dipilih propinsi Jawa Barat? Karena perkiraan ongkos yang cukup murah tentunya tanpa perlu menyebrang pulau. Kalau di Yogya saja, mungkin kami sudah bosan. Lagipula tiga tempat yang kami tuju tepat sempurna untuk menggambarkan tiga periode arsitektur di jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Perhentian pertama kami setelah 10 jam perjalanan kira-kira, adalah Kampung Naga. Sebuah kampung yang sangat unik dan sangat vernakular. Kampung ini disebut Kampung Naga karena terletak di (dalam) kepungan tebing (nagawir dalam bahasa sunda) tinggi nan curam. Maka itu namanya disingkat menjadi Kampung Naga. Untuk melewati tebing itu, tak ada jalan lain kecuali mengikuti tangga menurun menuju ke pemukiman warga. Di bawah kita akan menjumpai suatu pemukiman yang terdiri dari 113 bangunan. 110 adalah rumah warga dan 3 adalah ruang publik antara lain masjid, balai patamon, dan leuit a.k.a. lumbung padi. Pekerjaan utama warga Kampung Naga adalah bertani, Maka tak heran bila mereka menyendirikan tempat penyimpanan padi (leuit). Sedangkan pekerjaan sampingannya adalah membuat kerajinan tangan baik dari kayu maupun anyaman bambu.
Tak ada yang tahu sejarah berdirinya kampung tersebut karena satu-satunya dokumen itu telah habis terbakar. Warga Kampung Naga sangat menjaga keasrian alamnya karena filosofi hidupnya adalah ‘Masyarakat Sunda hidup dalam kesederhanaan’, maka salah satu caranya adalah dengan membuat aturan Hutan Larangan dan Hutan Keramat.
Hutan Larangan adalah hutan yang terletak di sebelah timur di seberang sungai. Dimana semua orang, tak terkecuali Pak Kuncen dan warga kampung sendiri, tidak boleh masuk. Karena dikhawatirkan akan ada pohon yang ditebang dan merusak ekosistem yang ada.
Hutan Keramat adalah hutan yang terletak di sebelah barat. Hutan ini hanya dikunjungi 6 kali dalam setahun saat ziarah kubur. Di dalam hutan keramat ini terdapat kuburan/makam leluhur Kampung Naga. Di situlah mereka akan melakukan prosesi ziarah kubur yang dilakukan pada bulan Muharram, Rabiul Awal, Jumadil Tsani, Rajab, Syawal, Dzulhijjah.
(masih bersambung)
Tujuan kami ada tiga lokasi. Yang ketiganya terletak di propinsi Jawa Barat. Mengapa dipilih propinsi Jawa Barat? Karena perkiraan ongkos yang cukup murah tentunya tanpa perlu menyebrang pulau. Kalau di Yogya saja, mungkin kami sudah bosan. Lagipula tiga tempat yang kami tuju tepat sempurna untuk menggambarkan tiga periode arsitektur di jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Perhentian pertama kami setelah 10 jam perjalanan kira-kira, adalah Kampung Naga. Sebuah kampung yang sangat unik dan sangat vernakular. Kampung ini disebut Kampung Naga karena terletak di (dalam) kepungan tebing (nagawir dalam bahasa sunda) tinggi nan curam. Maka itu namanya disingkat menjadi Kampung Naga. Untuk melewati tebing itu, tak ada jalan lain kecuali mengikuti tangga menurun menuju ke pemukiman warga. Di bawah kita akan menjumpai suatu pemukiman yang terdiri dari 113 bangunan. 110 adalah rumah warga dan 3 adalah ruang publik antara lain masjid, balai patamon, dan leuit a.k.a. lumbung padi. Pekerjaan utama warga Kampung Naga adalah bertani, Maka tak heran bila mereka menyendirikan tempat penyimpanan padi (leuit). Sedangkan pekerjaan sampingannya adalah membuat kerajinan tangan baik dari kayu maupun anyaman bambu.
Tak ada yang tahu sejarah berdirinya kampung tersebut karena satu-satunya dokumen itu telah habis terbakar. Warga Kampung Naga sangat menjaga keasrian alamnya karena filosofi hidupnya adalah ‘Masyarakat Sunda hidup dalam kesederhanaan’, maka salah satu caranya adalah dengan membuat aturan Hutan Larangan dan Hutan Keramat.
Hutan Larangan adalah hutan yang terletak di sebelah timur di seberang sungai. Dimana semua orang, tak terkecuali Pak Kuncen dan warga kampung sendiri, tidak boleh masuk. Karena dikhawatirkan akan ada pohon yang ditebang dan merusak ekosistem yang ada.
Hutan Keramat adalah hutan yang terletak di sebelah barat. Hutan ini hanya dikunjungi 6 kali dalam setahun saat ziarah kubur. Di dalam hutan keramat ini terdapat kuburan/makam leluhur Kampung Naga. Di situlah mereka akan melakukan prosesi ziarah kubur yang dilakukan pada bulan Muharram, Rabiul Awal, Jumadil Tsani, Rajab, Syawal, Dzulhijjah.
(masih bersambung)
25 Jun 2010
The Rest of The Month of June 250610-09:33
Di sisa Juni yang menjadi penutup Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 ini, aku disibukkan dengan banyak jalan-jalan. Hehehe..
Purwokerto, sebuah kota yang khas dengan tempe mendoan dan objek wisata Baturraden. Kota ini akan menjadi tempat refreshingku yang pertama. Bukan sekedar wisata rekreasi, tapi juga dalam rangka menjalin silaturahmi. Karena di rumah kerabat yang berada di Purwokerto, keluarga besarku akan mengadakan pengajian. Yang jadwalnya rutin setiap 3 bulan sekali. Acara di Purwokerto ini akan digelar lumayan besar. Karena waktunya memang dipaskan pada saat liburan sekolah. Bisa dibilang seperti reuni keluarga. Acaranya akan memakan waktu 2 hari. Hari pertama akan diisi dengan perjalanan dan acara pengajian yang menjadi agenda utama. Hari kedua akan diisi dengan wisata ke Owabong.
Selang sehari, yang entah akan kugunakan untuk beristirahat atau bersibuk2 pindahan, ada agenda kuliah lapangan yang tertunda. Kami akan berwisata arsitektural ke Kampung Naga yang berada di antara Garut dan Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari. Dari tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2010. Ini juga tidak bisa disebut murni wisata, karena nantinya kami akan diberi tugas sketsa dan dikumpulkan hari itu juga. Senangnya aku, di sini aku selain sebagai peserta, juga jadi panitia. Selain itu, di hari terakhir kami akan sedikit melancong ke kota peuyeum Bandung. Di kota tempat ITB itu berada, aku akan dijemput orangtuaku dan langsung bertolak ke Tangerang. :)
Heemm.. lumayan panjang ya agendaku. Semoga bisa tetep sehat dan fresh menjalaninya. Oh ya pembaca, doakan aku ya, aku lagi agak batuk ni.. Doakan supaya cepat sembuh.. :) Makasih.. (:
Purwokerto, sebuah kota yang khas dengan tempe mendoan dan objek wisata Baturraden. Kota ini akan menjadi tempat refreshingku yang pertama. Bukan sekedar wisata rekreasi, tapi juga dalam rangka menjalin silaturahmi. Karena di rumah kerabat yang berada di Purwokerto, keluarga besarku akan mengadakan pengajian. Yang jadwalnya rutin setiap 3 bulan sekali. Acara di Purwokerto ini akan digelar lumayan besar. Karena waktunya memang dipaskan pada saat liburan sekolah. Bisa dibilang seperti reuni keluarga. Acaranya akan memakan waktu 2 hari. Hari pertama akan diisi dengan perjalanan dan acara pengajian yang menjadi agenda utama. Hari kedua akan diisi dengan wisata ke Owabong.
Selang sehari, yang entah akan kugunakan untuk beristirahat atau bersibuk2 pindahan, ada agenda kuliah lapangan yang tertunda. Kami akan berwisata arsitektural ke Kampung Naga yang berada di antara Garut dan Tasikmalaya. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari. Dari tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2010. Ini juga tidak bisa disebut murni wisata, karena nantinya kami akan diberi tugas sketsa dan dikumpulkan hari itu juga. Senangnya aku, di sini aku selain sebagai peserta, juga jadi panitia. Selain itu, di hari terakhir kami akan sedikit melancong ke kota peuyeum Bandung. Di kota tempat ITB itu berada, aku akan dijemput orangtuaku dan langsung bertolak ke Tangerang. :)
Heemm.. lumayan panjang ya agendaku. Semoga bisa tetep sehat dan fresh menjalaninya. Oh ya pembaca, doakan aku ya, aku lagi agak batuk ni.. Doakan supaya cepat sembuh.. :) Makasih.. (:
22 Jun 2010
SEMBAHYANG RUMPUTAN - A. Yosi Herfanda
walau kaubungkam suara azan
walau kaugusur rumah-rumah tuhan
aku rumputan
takkan berhenti sembahyang
:inna shalaati wa nusuki
wa mahyaaya wa mamaati
lillahi rabbil ‘alamin
topan menyapu luas padang
tubuhku bergoyang-goyang
tapi tetap teguh dalam sembahyang
akarku yang mengurat di bumi
tak berhenti mengucap shalawat nabi
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan jiwa dan badan
yang rindu berbaring di pangkuan tuhan
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan habis-habisan
walau kautebang aku
akan tumbuh sebagai rumput baru
walau kaubakar daun-daunku
akan bersemi melebihi dulu
aku rumputan
kekasih tuhan
di kota-kota disingkirkan
alam memeliharaku subur di hutan
aku rumputan
tak pernah lupa sembahyang
:sesungguhnya shalatku dan ibadahku
hidupku dan matiku hanyalah
bagi allah tuhan sekalian alam
pada kambing dan kerbau
daun-daun hijau kupersembahkan
pada tanah akar kupertahankan
agar tak kehilangan asal keberadaan
di bumi terendah aku berada
tapi zikirku menggema
menggetarkan jagat raya
: la ilaaha illalah
muhammadar rasululah
aku rumputan
kekasih tuhan
seluruh gerakku
adalah sembahyang
1992
"Kenangan masa SMA"
walau kaugusur rumah-rumah tuhan
aku rumputan
takkan berhenti sembahyang
:inna shalaati wa nusuki
wa mahyaaya wa mamaati
lillahi rabbil ‘alamin
topan menyapu luas padang
tubuhku bergoyang-goyang
tapi tetap teguh dalam sembahyang
akarku yang mengurat di bumi
tak berhenti mengucap shalawat nabi
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan jiwa dan badan
yang rindu berbaring di pangkuan tuhan
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan habis-habisan
walau kautebang aku
akan tumbuh sebagai rumput baru
walau kaubakar daun-daunku
akan bersemi melebihi dulu
aku rumputan
kekasih tuhan
di kota-kota disingkirkan
alam memeliharaku subur di hutan
aku rumputan
tak pernah lupa sembahyang
:sesungguhnya shalatku dan ibadahku
hidupku dan matiku hanyalah
bagi allah tuhan sekalian alam
pada kambing dan kerbau
daun-daun hijau kupersembahkan
pada tanah akar kupertahankan
agar tak kehilangan asal keberadaan
di bumi terendah aku berada
tapi zikirku menggema
menggetarkan jagat raya
: la ilaaha illalah
muhammadar rasululah
aku rumputan
kekasih tuhan
seluruh gerakku
adalah sembahyang
1992
"Kenangan masa SMA"
21 Jun 2010
pacaran isn't my principal
Mempertahankan prinsip memang bukan hal mudah. Tidak seperti menggigit kue tart.
Prinsip tentang apapun itu. Dan seringkali prinsip yang ingin aku pegang teguh banyak terkena iming-iming untuk melanggarnya. Prinsip yang mungkin untuk remaja lainnya perkara sepele. Tapi tidak bagiku.
Aku sejak smp memang memegang prinsip tidak akan pacaran sampai menikah. Biarkanlah hati ini menyimpan nama-nama yang menjadi kandidat utama, namun tidak untuk menarik orang-orang itu. Walaupun seringkali nama-nama itu berganti seiring hatiku berubah haluan. Kan rasa suka itu fitrah, asal tidak diumbar.
Tapi juga, aku sering curhat ke teman-temanku saat aku berpapasan atau mempunyai sesuatu tentang salah seorang dari mereka. Semoga ini bukan sesuatu yang disebut mengumbar.
Aku, walopun menolak untuk pacaran, tapi aku senang jika melihat teman-temanku berpasangan. Apalagi yng menurutku memang cocok. Aku masih belum bisa melarang mereka terang-terangan. Bahkan terkadang aku malah iri atau kepingin saat melihat mereka sedang 'akur'. Karena mereka saling mengisi satu sama lain. Saling membantu, walau tak jarang juga lebih terlihat 'diperalat'. Setidaknya mereka punya orang yang bisa dicurhati, yang berdiri di barisan terdepan untuk memberi dorongan bagi mereka. Yang bisa membantu menyelesaikan tugas sehingga lebih cepat selesai. Ah, segala macam. Di saat-saat seperti itulah aku ingin seperti mereka.
Tapi aku sendiri jijik kalau melihat orang berpacaran yang berlebihan. Contohnya, pegangan tangan kemana-mana, kepala selalu bertengger di pasangannya, atau berpelukan/berciuman di depan umum. Terlebih jika si pelaku adalah gadis berjilbab. Aku merasa jijik. Makanya aku berkaca pada kejadian-kejadian itu dan merasa jijik. Aku tidak masalah jika teman-teman berjilbab ini pacaran, asal tidak bersentuhan.
Dan godaan terbesar adalah, malahan ibuku menyuruhku untuk pacaran atau setidaknya punya teman dekat lawan jenis yang bisa dikenalkan pada keluarga. Sebelum lulus S1 pokoknya harus ada katanya. Ya Rabbi, help me..
Maaf yang tersinggung atas curahan pikiran saya ini.
Prinsip tentang apapun itu. Dan seringkali prinsip yang ingin aku pegang teguh banyak terkena iming-iming untuk melanggarnya. Prinsip yang mungkin untuk remaja lainnya perkara sepele. Tapi tidak bagiku.
Aku sejak smp memang memegang prinsip tidak akan pacaran sampai menikah. Biarkanlah hati ini menyimpan nama-nama yang menjadi kandidat utama, namun tidak untuk menarik orang-orang itu. Walaupun seringkali nama-nama itu berganti seiring hatiku berubah haluan. Kan rasa suka itu fitrah, asal tidak diumbar.
Tapi juga, aku sering curhat ke teman-temanku saat aku berpapasan atau mempunyai sesuatu tentang salah seorang dari mereka. Semoga ini bukan sesuatu yang disebut mengumbar.
Aku, walopun menolak untuk pacaran, tapi aku senang jika melihat teman-temanku berpasangan. Apalagi yng menurutku memang cocok. Aku masih belum bisa melarang mereka terang-terangan. Bahkan terkadang aku malah iri atau kepingin saat melihat mereka sedang 'akur'. Karena mereka saling mengisi satu sama lain. Saling membantu, walau tak jarang juga lebih terlihat 'diperalat'. Setidaknya mereka punya orang yang bisa dicurhati, yang berdiri di barisan terdepan untuk memberi dorongan bagi mereka. Yang bisa membantu menyelesaikan tugas sehingga lebih cepat selesai. Ah, segala macam. Di saat-saat seperti itulah aku ingin seperti mereka.
Tapi aku sendiri jijik kalau melihat orang berpacaran yang berlebihan. Contohnya, pegangan tangan kemana-mana, kepala selalu bertengger di pasangannya, atau berpelukan/berciuman di depan umum. Terlebih jika si pelaku adalah gadis berjilbab. Aku merasa jijik. Makanya aku berkaca pada kejadian-kejadian itu dan merasa jijik. Aku tidak masalah jika teman-teman berjilbab ini pacaran, asal tidak bersentuhan.
Dan godaan terbesar adalah, malahan ibuku menyuruhku untuk pacaran atau setidaknya punya teman dekat lawan jenis yang bisa dikenalkan pada keluarga. Sebelum lulus S1 pokoknya harus ada katanya. Ya Rabbi, help me..
Maaf yang tersinggung atas curahan pikiran saya ini.
20 Jun 2010
Let me see their light
Dua bintang yang terus menghias langitku akhir-akhir ini
Hanya satu yang mudah kugapai
Satunya bukan menjauh
Tapi sering tertutup awan
Atau termakan cahaya bulan
Tapi ku tak mungkin menyimpan keduanya
Karena hanya satu tempat yang butuh sinarnya dalam diriku
Hanya satu yang mudah kugapai
Satunya bukan menjauh
Tapi sering tertutup awan
Atau termakan cahaya bulan
Tapi ku tak mungkin menyimpan keduanya
Karena hanya satu tempat yang butuh sinarnya dalam diriku
14 Mei 2010
(Bukan) Liburan Bahagia
huaaahhmm...
lelah dan mengantuk rasanya. pengen cepet2 pulang, beres-beres laundryan, lalu tidur panjang seperti tidurnya putri Aurora. Lalu bisa terbangun pada hari Rabu 26 Mei nanti. Pada hari dimana aku akan tidur dibawah langit-langit awan. Dan bisa bermain di lingkungan sekolahku (baca: Isvill, Lippo).
Hmm..
Teman-teman yang beda jurusan rata-rata pulang kampung dari Rabu kemarin sampai hari Minggu. Mumpung libur Kenaikan al Masih, kamis kemarin. Tapi aku masih disini. Karena jurusanku adalah jurusan tak tahu waktu. Dan sepertinya dari dulu aku selalu mendapatkan yang satu ini.
Bersekolah di sekolah Islam, hari libur yang sungguh-sungguh libur hanya pada hari raya Islam. Terlebih di SMA. Rasanya kalender kami hanya berisi warna hitam dan hijau. Hijau untuk hari Jumat, bukan hari libur.
Huaaahmm...
Aku bosan.
Aku sedang di labkomp jurusan karena nyari tugas sejarah yang harus dikumpul hari senin. Bersama Uti, Imron dan Reza. Tapi sepertinya kami malah refreshing sendiri-sendiri.
Bosaaaannn..
Rencananya, hari ini aku mau ke Tejokusuman selesai display tadi, tapi batal sepertinya. Karena aku malah nongkrong di sini sampai sekarang.
Tugas, tugas, dan tugas.
Kapan aku bisa beristirahat?????
Kapankah kau berakhir???
Kapan???
lelah dan mengantuk rasanya. pengen cepet2 pulang, beres-beres laundryan, lalu tidur panjang seperti tidurnya putri Aurora. Lalu bisa terbangun pada hari Rabu 26 Mei nanti. Pada hari dimana aku akan tidur dibawah langit-langit awan. Dan bisa bermain di lingkungan sekolahku (baca: Isvill, Lippo).
Hmm..
Teman-teman yang beda jurusan rata-rata pulang kampung dari Rabu kemarin sampai hari Minggu. Mumpung libur Kenaikan al Masih, kamis kemarin. Tapi aku masih disini. Karena jurusanku adalah jurusan tak tahu waktu. Dan sepertinya dari dulu aku selalu mendapatkan yang satu ini.
Bersekolah di sekolah Islam, hari libur yang sungguh-sungguh libur hanya pada hari raya Islam. Terlebih di SMA. Rasanya kalender kami hanya berisi warna hitam dan hijau. Hijau untuk hari Jumat, bukan hari libur.
Huaaahmm...
Aku bosan.
Aku sedang di labkomp jurusan karena nyari tugas sejarah yang harus dikumpul hari senin. Bersama Uti, Imron dan Reza. Tapi sepertinya kami malah refreshing sendiri-sendiri.
Bosaaaannn..
Rencananya, hari ini aku mau ke Tejokusuman selesai display tadi, tapi batal sepertinya. Karena aku malah nongkrong di sini sampai sekarang.
Tugas, tugas, dan tugas.
Kapan aku bisa beristirahat?????
Kapankah kau berakhir???
Kapan???
30 Apr 2010
Jumat, hari taubat
Hari Jumat seharusnya menjadi hari penuh makna, penuh semangat, penuh kebahagiaan karena Jumat adalah hari penuh rahmat yang dijanjikan Allah. Jumat adalah hari dimana muslimin di dunia berlibur dan bersuka cita mengagungkan Allah Yang Maha Kuasa. Asmaul Husna, tasbih, tahmid dan tahlil, serta ayat-ayat Al Quranul karim berkumandang menantikan tengah hari. Sebagai puncak syukur kehadirat Allah atas limpahan karuniaNya di muka bumi.
Hari Jumat, bagiku adalah hari pertaubatan. Hari perubahan. Hari hijrah. Maksudnya adalah, aku berusaha menjadi 'muslimah sejati'. Karena di hari ini aku menetapkan pergi keluar rumah (kuliah, red) dengan menggunakan gamis atau rok. Sedangkan di hari lain aku menggunakan celana. Ya, memang belum sepenuhnya setiap hari aku memakai rok. Aku belum siap seutuhnya. Kan ada pepatah bilang 'sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit'. Dan dalam Islam juga lebih dianjurkan sedikit tapi berkelanjutan ketimbang langsung banyak tapi hanya 2 atau 3 kali selanjutnya ditinggal.
Tetapi, hal ini agak kontradiktif dengan jadwal rutinitasku yang kayanya makin mundur. Bangun pagi hari ini baru jam setengah 7 pagi. Dan semalam seperti ada beban 5 kwintal yang menghinggapi mataku. Untunglah hal itu terjadi setelah aku menyelesaikan poster unntuk KMT. Entah akan dihargai tidak pengorbanan yang setengah-setengah ini. Setelah bangun dan salat, aku sungguh malas beranjak ke kamar mandi. Kuisi waktu dengan menggambarkan denah konsepku yang lumayan matang ke sebuah alas karton 20 x 20. Niatnya sih mau bikin maket studi di kampus nanti. Tapi sampai sekarang, kemalasan itu masih menyangkut dalam diriku. Aku malah ngeblog gini. And doing nothing. Berangkat dari BSR aja baru jam 8 pagi. Gak tau sampe kapan bertahan. Yang jelas aku gak langsung pulang ke BSR lagi. Soalnya jam 11 ada rapat buletin n harus koordinasi ke Pak Bayu Kurniawan soal desain posternya. Hurraaahh... ^^
Booooboooookkkk... I wanna come home to Tangerang, please!!
Hari Jumat, bagiku adalah hari pertaubatan. Hari perubahan. Hari hijrah. Maksudnya adalah, aku berusaha menjadi 'muslimah sejati'. Karena di hari ini aku menetapkan pergi keluar rumah (kuliah, red) dengan menggunakan gamis atau rok. Sedangkan di hari lain aku menggunakan celana. Ya, memang belum sepenuhnya setiap hari aku memakai rok. Aku belum siap seutuhnya. Kan ada pepatah bilang 'sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit'. Dan dalam Islam juga lebih dianjurkan sedikit tapi berkelanjutan ketimbang langsung banyak tapi hanya 2 atau 3 kali selanjutnya ditinggal.
Tetapi, hal ini agak kontradiktif dengan jadwal rutinitasku yang kayanya makin mundur. Bangun pagi hari ini baru jam setengah 7 pagi. Dan semalam seperti ada beban 5 kwintal yang menghinggapi mataku. Untunglah hal itu terjadi setelah aku menyelesaikan poster unntuk KMT. Entah akan dihargai tidak pengorbanan yang setengah-setengah ini. Setelah bangun dan salat, aku sungguh malas beranjak ke kamar mandi. Kuisi waktu dengan menggambarkan denah konsepku yang lumayan matang ke sebuah alas karton 20 x 20. Niatnya sih mau bikin maket studi di kampus nanti. Tapi sampai sekarang, kemalasan itu masih menyangkut dalam diriku. Aku malah ngeblog gini. And doing nothing. Berangkat dari BSR aja baru jam 8 pagi. Gak tau sampe kapan bertahan. Yang jelas aku gak langsung pulang ke BSR lagi. Soalnya jam 11 ada rapat buletin n harus koordinasi ke Pak Bayu Kurniawan soal desain posternya. Hurraaahh... ^^
Booooboooookkkk... I wanna come home to Tangerang, please!!
27 Apr 2010
jerawat aneh kaya upil 270410
Hm.. hari ini ada tamu di wajahku. Memang dari kemarin sore ada daerah yang gatal bukan main. Tapi tak menyangka hal itu menjadi bagian utama permasalahan pubertas.
Sesuatu itu muncul di bawah hidungku. persis di tengah. aku baru disadarkan oleh temanku yang mengira sesuatu itu adalah upil. padahal bukan.
Kalo dipikir-pikir, aku memang masih mengalami siklus jerawat musiman. Tapi itu hanya terjadi sebelum aku haid atau selama haid. Entah mengapa jerawat itu muncul padahal haidku serasa baru kemarin.
EH!! iya!! ini kan tanggal 27. Tanggal tua alias sebentar lagi tanggal muda. It means, jerawat itu datang tepat waktu. Hohoo, harus siap-siap alat tempur!!
Hmm.. studio ku parah banget hari ini. MENTAH ABISSS.. Gebleknya lagi, yang nguji adalah Ibu Kurnia Widiastuti yang notabene dosen super egois alias super self-opinion. Huwwooo..
STOP STOP STOP!!! KULIAH SUDAH DIMULAI!!
Sesuatu itu muncul di bawah hidungku. persis di tengah. aku baru disadarkan oleh temanku yang mengira sesuatu itu adalah upil. padahal bukan.
Kalo dipikir-pikir, aku memang masih mengalami siklus jerawat musiman. Tapi itu hanya terjadi sebelum aku haid atau selama haid. Entah mengapa jerawat itu muncul padahal haidku serasa baru kemarin.
EH!! iya!! ini kan tanggal 27. Tanggal tua alias sebentar lagi tanggal muda. It means, jerawat itu datang tepat waktu. Hohoo, harus siap-siap alat tempur!!
Hmm.. studio ku parah banget hari ini. MENTAH ABISSS.. Gebleknya lagi, yang nguji adalah Ibu Kurnia Widiastuti yang notabene dosen super egois alias super self-opinion. Huwwooo..
STOP STOP STOP!!! KULIAH SUDAH DIMULAI!!
1 Apr 2010
Habislah waktu
Hari ini hari yang spesial.
Hari ini biasanya dinanti.
Hari ini biasanya hari yang berharga
Tapi aku belum merasakannya.
Hari ini hari ulang tahun. Tapi aku tak ingin mengakuinya.
Aku tak ingin beranjak. Tak ingin beranjak ke nominal umur yang lebih besar.
Karena tanggung jawabku akan semakin besar.
Aku sebenarnya tak ingin. Tapi sudah lahiriah jadwal itu, takdir itu, terjadi.
Maafkan hambaMu ini ya Allah, bukannya hamba tak sudi, bukan maksud hamba menolak.
Hamba hanya belum merasa siap..
Lalu kapan kamu siap, Hah??
Hari ini biasanya dinanti.
Hari ini biasanya hari yang berharga
Tapi aku belum merasakannya.
Hari ini hari ulang tahun. Tapi aku tak ingin mengakuinya.
Aku tak ingin beranjak. Tak ingin beranjak ke nominal umur yang lebih besar.
Karena tanggung jawabku akan semakin besar.
Aku sebenarnya tak ingin. Tapi sudah lahiriah jadwal itu, takdir itu, terjadi.
Maafkan hambaMu ini ya Allah, bukannya hamba tak sudi, bukan maksud hamba menolak.
Hamba hanya belum merasa siap..
Lalu kapan kamu siap, Hah??
24 Mar 2010
Pak Harry's Angels made by Mie
Tertawala sekencang-kencangnya!!
Permalukan aku sehina-hinanya!!
Berikan aku hukuman sesiksa-siksanya!!
Mengapa?
Karena hari ini aku sama sekali gak konsen kuliah Estetika Arsitektur. Sporadis isi kuliah itu di telingaku. Mataku hanya menuju ke sebuah buku di hadapanku. Buku kecil berisikan sebuah gambar yang membuatku tak mempedulikan Pak Harry berbicara.
Di buku kecil itu, ada sesuatu yang membuatku lebih tertarik untuk bergumul. Sesuatu yang lucu dan ingin kulanjutkan. Sesuatu yang lebih menarik daripada gambar-gambar menakjubkan di Slideshow Pak Harry.
Dan sesuatu itu adalah
Sebuah gambar.
Gambar yang kuciptakan karena terinspirasi Iffa, Nyit, Yuni, dan Tika. Mereka begitu tertarik pada sang dosen. Dari sebelum masuk, mereka sudah mengetahui bahwa dosen yang akan mengisi kuliah adalah Pak Harry. Maka mereka berebut tempat duduk paling depan. Tapi saat itu, Tika tidak bersama mereka.
Aku termasuk dalam rombongan yang berada di musola teknik dan bersama-sama menuju ke kelas. N, I, dan Y langsung menuju ke depan. Tampaknya Nyit paling getol, dia hendak mengisi barisan kedua dari depan. Sementara barisan kursi yang ramai terisi saat itu adalah barisan keempat. Uti memilih baris ketiga saja, Iffa setuju. Nyit pun mengikuti dengan mimik sedikit kecewa. Aku pun ikut mereka.
Beberapa saat setelah duduk, rombongan Haris, Hanief, Gata, Gery dan 2 orang lagi datang dan berjalan ke depan mencari tempat duduk. Mereka mengambil barisan di depan kami. Bisa kulihat jelas ekspresi kecewa Iffa dan Nyit, tampaknya Yuni tak terpengaruh. Mereka protes kepada pria-pria di depan itu. Mereka heran sesaat, tapi langsung maklum dan malah sedikit memanas-manasi.
Entah kapan tibanya, tapi sesaat sebelum mulai, satu kursi di pojok tengah (baca : paling dekat dengan podium) diduduki oleh TIKA. Begitu Iffa dan Nyit menyadarinya, mereka memanggil gadis berkacamata bingkai tebal itu. Mereka menunjukkan muka iri. Sedangkan Tika hanya membalasnya dengan senyuman. Senyuman Kemenangan.
Dan sepanjang kuliah, yang kuperhatikan mereka lebih banyak membahas si pembicara daripada yang dibicarakan oleh si pembicara. Dalam hati aku berujar, "Dasar, masa muda!"
Lalu mulailah aku terpikir ide itu. Ide untuk membuat sketsa mereka berempat plus sang idola. Aku menamai gambar itu Pak Harry's Angel. Lalu kuberi frame kecil dan kugambar dua gadis berjilbab di kiri-kanannya (satu kiri, satu kanan). Satunya heran, satunya tertawa sampai sakit perut. Lalu kutunjukkan pada Iffa dan Nyit. Mereka tersenyum dan tersipu malu. Lucunya dua bocah ini, batinku. Sebaliknya dengan Tika. dia malah excited banget. Sekian.
Permalukan aku sehina-hinanya!!
Berikan aku hukuman sesiksa-siksanya!!
Mengapa?
Karena hari ini aku sama sekali gak konsen kuliah Estetika Arsitektur. Sporadis isi kuliah itu di telingaku. Mataku hanya menuju ke sebuah buku di hadapanku. Buku kecil berisikan sebuah gambar yang membuatku tak mempedulikan Pak Harry berbicara.
Di buku kecil itu, ada sesuatu yang membuatku lebih tertarik untuk bergumul. Sesuatu yang lucu dan ingin kulanjutkan. Sesuatu yang lebih menarik daripada gambar-gambar menakjubkan di Slideshow Pak Harry.
Dan sesuatu itu adalah
Sebuah gambar.
Gambar yang kuciptakan karena terinspirasi Iffa, Nyit, Yuni, dan Tika. Mereka begitu tertarik pada sang dosen. Dari sebelum masuk, mereka sudah mengetahui bahwa dosen yang akan mengisi kuliah adalah Pak Harry. Maka mereka berebut tempat duduk paling depan. Tapi saat itu, Tika tidak bersama mereka.
Aku termasuk dalam rombongan yang berada di musola teknik dan bersama-sama menuju ke kelas. N, I, dan Y langsung menuju ke depan. Tampaknya Nyit paling getol, dia hendak mengisi barisan kedua dari depan. Sementara barisan kursi yang ramai terisi saat itu adalah barisan keempat. Uti memilih baris ketiga saja, Iffa setuju. Nyit pun mengikuti dengan mimik sedikit kecewa. Aku pun ikut mereka.
Beberapa saat setelah duduk, rombongan Haris, Hanief, Gata, Gery dan 2 orang lagi datang dan berjalan ke depan mencari tempat duduk. Mereka mengambil barisan di depan kami. Bisa kulihat jelas ekspresi kecewa Iffa dan Nyit, tampaknya Yuni tak terpengaruh. Mereka protes kepada pria-pria di depan itu. Mereka heran sesaat, tapi langsung maklum dan malah sedikit memanas-manasi.
Entah kapan tibanya, tapi sesaat sebelum mulai, satu kursi di pojok tengah (baca : paling dekat dengan podium) diduduki oleh TIKA. Begitu Iffa dan Nyit menyadarinya, mereka memanggil gadis berkacamata bingkai tebal itu. Mereka menunjukkan muka iri. Sedangkan Tika hanya membalasnya dengan senyuman. Senyuman Kemenangan.
Dan sepanjang kuliah, yang kuperhatikan mereka lebih banyak membahas si pembicara daripada yang dibicarakan oleh si pembicara. Dalam hati aku berujar, "Dasar, masa muda!"
Lalu mulailah aku terpikir ide itu. Ide untuk membuat sketsa mereka berempat plus sang idola. Aku menamai gambar itu Pak Harry's Angel. Lalu kuberi frame kecil dan kugambar dua gadis berjilbab di kiri-kanannya (satu kiri, satu kanan). Satunya heran, satunya tertawa sampai sakit perut. Lalu kutunjukkan pada Iffa dan Nyit. Mereka tersenyum dan tersipu malu. Lucunya dua bocah ini, batinku. Sebaliknya dengan Tika. dia malah excited banget. Sekian.
4 Jan 2010
28 Des 2009
BERKUMPUL BERSAMA ^^
Dua hari yang terlewati adalah dua hari membahagiakan bagiku. Hari Sabtu(26/12) aku ikut pengajian di rumah bude Isti. Pengajian ini bukan pengajian yang membosankan. Karena yang hadir adalah keluarga Abdul Kahar. Mengumpulkan sanak famili yang satu sumber itu butuh suatu jaringan yang tidak sederhana. Haha. Sampai akhirnya kami bisa berkumpul di kediaman Mas Riza dss.
Walaupun aku membawakan acara dengan setengah gagap karena belum terbiasa, aku senang.
Pertama, karena dapat makan siang gratis. Ini adalah fenomena umum anak kos. Yaa, bukan karena sulit mencari makan atau butuh dana lebih. Tapi sulit untuk menentukan 'mau makan apa'.
Kedua, karena bisa ngumpul dan bertukar info tentang 'what happened in the world'. Ketiga, foto-foto dong pastinya. Hahaha. Ini satu yang tak boleh terlewat.
Sepulangnya dari acara itu, aku menawarkan diri membantu rekan sekelompokku yang memang seharusnya ngerjain SK dan kekurangan orang. Aku juga membawakan makanan yang kuperoleh dari hajatan itu.
Nah, kemarin Minggu nih, aku berwisata ke dua pantai sekaligus. Pantai Drini dan Pantai Sundak. Bersama para pejuang MEDPRO. Ada Mas Fajri, Mba Novi, Mas Enggar, Maruti, Mas Mursyid, Aku, Habib, Hidha, Mbak2 sesepuh seperti Mba Heni, Mbak Indri, dan Mbak siapa yaa? aku lupa yang satu ini. Oya, ada juga seorang penyusup yaitu mas Iwan.
Di Drini, kami berwisata karang bermain dan --terpaksa-- menginjak-injak bintang laut. Kami juga menemukan Mrs. Puff alias ikan gembung. Lucu deh.. Ada juga bulu babi-bulu babi yang mendiami lubang-lubang karang. Hati-hati, durinya beracun lhoo. Mas Fajri sangat senang bermain dengan bintang laut. Oiya, kami juga menemukan udang berwarna hijau. Uniknya.. Pokoe asik banget. Kami sempat menaruh binatang2 itu dlm gelas aqua. Tapi hanya untuk sementara kok. Sebelum pulang, kami melepas hewan-hewan itu lagi.
Di Sundak, gerimis mulai meluncur dari pekatnya awan. Aku awalnya tidak ikut menyusuri pasir. Tapi duduk bersama Hidha yang ternyata dari awal ikut, lagi sakit. Uti juga gak jadi deh ke pasir. Haha. Dia gak mau kalo ga ada aku. (GR abis). Akhirnya kami malah duduk bersama Mas Enggar yang menanti bakaran ikan. Hahaha.. Tapi lama-kelamaan aku ingin juga ke pasir. Akhirnya aku mengajak Uti menyusul rombongan besar. Mas Enggar yang menjaga Hidha. Di pasir, aku duduk di saping Mas Fajri yang lagi bobo. Haha. Udah kayak orang mati. Kami sempat mengobrol sebelum ia terlelap. Menunjuk seekor burung yang hinggap di karang. Lalu aku bernyanyi 'burung camaar' dengan suara--yang sengaja-- false. haha. Lalu beberapa menit kemudian, baru kunyanyikan yang sebenarnya. Saat makanan datang, barulah kami berpesta. diakhiri tukar kado dan nyeburin Mas Fajri ke laut, lalu kami pulang di tengah hujan lebat.
Walaupun aku membawakan acara dengan setengah gagap karena belum terbiasa, aku senang.
Pertama, karena dapat makan siang gratis. Ini adalah fenomena umum anak kos. Yaa, bukan karena sulit mencari makan atau butuh dana lebih. Tapi sulit untuk menentukan 'mau makan apa'.
Kedua, karena bisa ngumpul dan bertukar info tentang 'what happened in the world'. Ketiga, foto-foto dong pastinya. Hahaha. Ini satu yang tak boleh terlewat.
Sepulangnya dari acara itu, aku menawarkan diri membantu rekan sekelompokku yang memang seharusnya ngerjain SK dan kekurangan orang. Aku juga membawakan makanan yang kuperoleh dari hajatan itu.
Nah, kemarin Minggu nih, aku berwisata ke dua pantai sekaligus. Pantai Drini dan Pantai Sundak. Bersama para pejuang MEDPRO. Ada Mas Fajri, Mba Novi, Mas Enggar, Maruti, Mas Mursyid, Aku, Habib, Hidha, Mbak2 sesepuh seperti Mba Heni, Mbak Indri, dan Mbak siapa yaa? aku lupa yang satu ini. Oya, ada juga seorang penyusup yaitu mas Iwan.
Di Drini, kami berwisata karang bermain dan --terpaksa-- menginjak-injak bintang laut. Kami juga menemukan Mrs. Puff alias ikan gembung. Lucu deh.. Ada juga bulu babi-bulu babi yang mendiami lubang-lubang karang. Hati-hati, durinya beracun lhoo. Mas Fajri sangat senang bermain dengan bintang laut. Oiya, kami juga menemukan udang berwarna hijau. Uniknya.. Pokoe asik banget. Kami sempat menaruh binatang2 itu dlm gelas aqua. Tapi hanya untuk sementara kok. Sebelum pulang, kami melepas hewan-hewan itu lagi.
Di Sundak, gerimis mulai meluncur dari pekatnya awan. Aku awalnya tidak ikut menyusuri pasir. Tapi duduk bersama Hidha yang ternyata dari awal ikut, lagi sakit. Uti juga gak jadi deh ke pasir. Haha. Dia gak mau kalo ga ada aku. (GR abis). Akhirnya kami malah duduk bersama Mas Enggar yang menanti bakaran ikan. Hahaha.. Tapi lama-kelamaan aku ingin juga ke pasir. Akhirnya aku mengajak Uti menyusul rombongan besar. Mas Enggar yang menjaga Hidha. Di pasir, aku duduk di saping Mas Fajri yang lagi bobo. Haha. Udah kayak orang mati. Kami sempat mengobrol sebelum ia terlelap. Menunjuk seekor burung yang hinggap di karang. Lalu aku bernyanyi 'burung camaar' dengan suara--yang sengaja-- false. haha. Lalu beberapa menit kemudian, baru kunyanyikan yang sebenarnya. Saat makanan datang, barulah kami berpesta. diakhiri tukar kado dan nyeburin Mas Fajri ke laut, lalu kami pulang di tengah hujan lebat.
23 Des 2009
Kebodohan yang Kulakukan Hari Ini : Ngumpulin Tugas Besar dengan Sangat BWOOSSSYYOOKK
Aarghh. Semua ini gara-gara info yang menyebar tidak rata. Desas desus awal kumpul tugas jam 12 siang. Lalu ada info jam 10 pagi. Ehh, kenapa yang terjadi malah jam 3 sore. Aku terlanjur menyerah dan mengumpulkan gambarku seadanya. Toh, aku tadi tak membawa apa-apa ke kampus. Dan juga, aku ingin hari ini aku beristirahat. Please, kenapa gak pada sms dulu kek, atau gimana. Aku udah buru-buru banget dan pasrah dengan apa yang terjadi. Pas pingin balik kosan, aku pengen ambil tu gambar lagi terus tak lanjutin dengan pensil warna. Tapi sayangnya, kertas pengumpulan tugas sudah kutandatangani. Padahal gambarku BOSOK tenan. Cuma SAMPAH yang di rapido sama cat air. TOK. KEtek emang tuh temen-temen dan Bapak LAborannya. Huuh.
Tapi ya sudahlah. kembali ke 6 huruf tadi. P A S R A H. Allah, give me a miracle please. Mana tadi nyampah waktu banget : jadi Kambing Congek antara Sandhika dan Iqbal. DAN, berita paling buruk aku ga jadi nonton bareng nak Medpro. Jiaah. Aku BETE banget. Untungnya aku siang ini bisa tidur nyenyak. Tapi karena menulis ini aku jd teringat lagi dan moodku jd agak BETE lagi.
Oiya, aku sampe bela-belain gak mandi dulu buat ngumpulin tu tugas sial. Kampret emang. T 41. Kalo mas Dhoni liat, bisa dikeplak dan didamprat abis-abisan tuh karya dan mukaku. Hilanglah sudah kepercayaan diriku di hadapannya. Tapi aku gak mau nyerah. Aku akan terus berusaha untuk menjadi seorang arsitek. Walau harus mati muda. Walau mas F***i tak menghargai. But please, jgn mundur Ria. Banyak orang yang berharap padamu. Dan kamu harus bisa wujudin cita-cita utamamu : Membuat papa mama tersenyum bangga. Kamu gak lupa kan?
Lagi-lagi aku menangis jika ingat tujuanku itu. Aku belum bisa. aku belum berhasil menggoreskan lengkungan manis itu di wajah mereka. Apa? Apa yang selama ini kudapat masih jerih payah mereka dan mereka belum pernah tersenyum untuk prestasiku. Ibu, Ayah, maafkan aku. Tapi aku masih ingin berusaha mendapatkan senyum itu dari bibir kalian. :'))
Tapi ya sudahlah. kembali ke 6 huruf tadi. P A S R A H. Allah, give me a miracle please. Mana tadi nyampah waktu banget : jadi Kambing Congek antara Sandhika dan Iqbal. DAN, berita paling buruk aku ga jadi nonton bareng nak Medpro. Jiaah. Aku BETE banget. Untungnya aku siang ini bisa tidur nyenyak. Tapi karena menulis ini aku jd teringat lagi dan moodku jd agak BETE lagi.
Oiya, aku sampe bela-belain gak mandi dulu buat ngumpulin tu tugas sial. Kampret emang. T 41. Kalo mas Dhoni liat, bisa dikeplak dan didamprat abis-abisan tuh karya dan mukaku. Hilanglah sudah kepercayaan diriku di hadapannya. Tapi aku gak mau nyerah. Aku akan terus berusaha untuk menjadi seorang arsitek. Walau harus mati muda. Walau mas F***i tak menghargai. But please, jgn mundur Ria. Banyak orang yang berharap padamu. Dan kamu harus bisa wujudin cita-cita utamamu : Membuat papa mama tersenyum bangga. Kamu gak lupa kan?
Lagi-lagi aku menangis jika ingat tujuanku itu. Aku belum bisa. aku belum berhasil menggoreskan lengkungan manis itu di wajah mereka. Apa? Apa yang selama ini kudapat masih jerih payah mereka dan mereka belum pernah tersenyum untuk prestasiku. Ibu, Ayah, maafkan aku. Tapi aku masih ingin berusaha mendapatkan senyum itu dari bibir kalian. :'))
11 Des 2009
song : My Prince
i see you
in the field of crowd
i know you
from your brightest shine
you're not something special
you're one of a kind
but i can't understand how come
i'm so interested with you
would you please come here to me
would you lend your hand for me
i wanna ensure my feeling to you
would you please come here to me
would you sit beside me
and all i can do just to watch you move
but you never come to me
and i never be with you
cause i know your heart has filled
with someone you had to feel
oh my prince charming
oh my first falling
oh my deepest love ever
everlasting real
Rimie 10.12
Ramadan 2009
--* Haha. ini baruu kutuliskan dari hati.. kalo yg buat mas dhoni sih kagak..
Tlg cek grammar nya jg yaa, kalo ada yg salah..
in the field of crowd
i know you
from your brightest shine
you're not something special
you're one of a kind
but i can't understand how come
i'm so interested with you
would you please come here to me
would you lend your hand for me
i wanna ensure my feeling to you
would you please come here to me
would you sit beside me
and all i can do just to watch you move
but you never come to me
and i never be with you
cause i know your heart has filled
with someone you had to feel
oh my prince charming
oh my first falling
oh my deepest love ever
everlasting real
Rimie 10.12
Ramadan 2009
--* Haha. ini baruu kutuliskan dari hati.. kalo yg buat mas dhoni sih kagak..
Tlg cek grammar nya jg yaa, kalo ada yg salah..
10 Des 2009
Mengapa jam bisa berdetik lambat?
Hahahaa. Ini semua karena makulnya aja yang ngeri dan mengenaskan. Hihi. Sebenarnya tetep aja kecepatan jam berjalan sama. hanya saja dosen yang rada geblek tapi gak segeblek kadep medpro, ngomong uda kaya ombak laut. Gak abis abis. Yah, walaupun kadang pasang kadang surut. Pelan, ninggi gitu.
19 Nov 2009
My Second Love Letter
*ini dikarenakan makrab arsi ugm ditugaskan bikin surat cinta, maka mengalirlah kesungguhan untuk menjiwai.. bukan sepenuh hati asli..
Teruntuk Yang selama ini kukagumi Mas Dhoni Yudhanto
Assalamualaikum Dengan penuh rasa hormat dan bahagia kuhantarkan surat ini bersama doaku agar engkau sehat, sukses, dan dalam lindungan Allah SWT selalu. Dan kuharap engkau selalu bersemangat dan bahagia menghadapi harimu. Izinkanlah aku membuka surat ini dengan permintaan maaf. Maafkan aku, karena selama ini terus mengamatimu. Maafkan aku, karena aku tak bisa membuangmu dari pikiranku. Maafkan aku, karena mungkin aku tak lagi sabar ingin mengutarakan perasaanku. Tapi, sejujurnya aku takut. Aku terlalu takut padamu. Sejak awal, ketika Mas memberi sambutan di orientasi lalu, entah kenapa, aku merasa takut. Walau banyak yang bilang Mas menenangkan hati, tapi kehadiranmu malah membuatku tidak tenang. Apalagi jika matamu sudah menangkapku dan menatapku. Makanya aku sering menunduk atau berbalik kalau Mas melihatku. Untuk hal ini, maafkan aku lagi, ya Mas. Di balik rasa takutku, aku penasaran akan kepribadianmu , Mas Dhoni. Mungkin rasa penasaranku ini timbul karena rasa takut tapi nyaman kalau mendengarmu bicara. Dan untungnya, ketika kaderisasi kemarin aku berkesempatan mewawancara Mas Dhoni. Tapi tetap saja aku menjumpai wajah datar dan dingin Mas Dhoni. Aku menangkap kesan seperti itu. Aku cukup bersyukur. Setidaknya aku sedikit mengenali kepribadianmu. Aku ingin, ingin sekali mengenalmu. Yah, bukan menjadi seseorang yang hafal biodata atau silsilah keluargamu. Hanya bisa tersenyum atau menyapamu dan kau membalasnya, itu sudah lebih dari cukup. ...
*aku udah lupa lanjutannya. Abisnya, suratku habis dibaca langsung dikasih ke orangnya. Dan aku-tepatnya suratku itu-satu-satunya yang dikasih ke orang yang dituju. Uuh.. padahal blm kudokumentasikan.. hiks.. dan setelah itu aku jadi bulan-bulanan anak arsi. Hahaha.. seru kok seru!!
Teruntuk Yang selama ini kukagumi Mas Dhoni Yudhanto
Assalamualaikum Dengan penuh rasa hormat dan bahagia kuhantarkan surat ini bersama doaku agar engkau sehat, sukses, dan dalam lindungan Allah SWT selalu. Dan kuharap engkau selalu bersemangat dan bahagia menghadapi harimu. Izinkanlah aku membuka surat ini dengan permintaan maaf. Maafkan aku, karena selama ini terus mengamatimu. Maafkan aku, karena aku tak bisa membuangmu dari pikiranku. Maafkan aku, karena mungkin aku tak lagi sabar ingin mengutarakan perasaanku. Tapi, sejujurnya aku takut. Aku terlalu takut padamu. Sejak awal, ketika Mas memberi sambutan di orientasi lalu, entah kenapa, aku merasa takut. Walau banyak yang bilang Mas menenangkan hati, tapi kehadiranmu malah membuatku tidak tenang. Apalagi jika matamu sudah menangkapku dan menatapku. Makanya aku sering menunduk atau berbalik kalau Mas melihatku. Untuk hal ini, maafkan aku lagi, ya Mas. Di balik rasa takutku, aku penasaran akan kepribadianmu , Mas Dhoni. Mungkin rasa penasaranku ini timbul karena rasa takut tapi nyaman kalau mendengarmu bicara. Dan untungnya, ketika kaderisasi kemarin aku berkesempatan mewawancara Mas Dhoni. Tapi tetap saja aku menjumpai wajah datar dan dingin Mas Dhoni. Aku menangkap kesan seperti itu. Aku cukup bersyukur. Setidaknya aku sedikit mengenali kepribadianmu. Aku ingin, ingin sekali mengenalmu. Yah, bukan menjadi seseorang yang hafal biodata atau silsilah keluargamu. Hanya bisa tersenyum atau menyapamu dan kau membalasnya, itu sudah lebih dari cukup. ...
*aku udah lupa lanjutannya. Abisnya, suratku habis dibaca langsung dikasih ke orangnya. Dan aku-tepatnya suratku itu-satu-satunya yang dikasih ke orang yang dituju. Uuh.. padahal blm kudokumentasikan.. hiks.. dan setelah itu aku jadi bulan-bulanan anak arsi. Hahaha.. seru kok seru!!
31 Mei 2009
Haduh. Sebenernya bingung mo nulis apa. Liburan ga ada kerjaan. Males jalan2 akhirnya ngenet aja. Nunggu 2 bulan lagi sebelum disantap dosen2 killer. Tapi moga aja dosennya gak killer2 amat. Atau minimal ada yang ganteng diantara yang killer. Biar ga bete emo nya. Haha.
Ada gak ya.. cara menghilangkan kebosanan yang gak harus keluar rumah dan menghabiskan duit kecuali tidur? Sebetulnya pertanyaan ini tak memerlukan jawaban. Sudah terpatri duluan di otak.
Tapi satu musuh besar manusia yang-menurut aku-sangat susah dikalahkan. Satu hal itu adalah MALAS. Atau terkadang emang mentok gak ada ide. Aku sendiri sampai sekarang masih ogah-ogahan dikasih kerjaan, tapi giliran orang nanyain bilangnya gak ada kerjaan. Huh dasar. Manusia. Kebanyakan hitamnya.
Ada gak ya.. cara menghilangkan kebosanan yang gak harus keluar rumah dan menghabiskan duit kecuali tidur? Sebetulnya pertanyaan ini tak memerlukan jawaban. Sudah terpatri duluan di otak.
Tapi satu musuh besar manusia yang-menurut aku-sangat susah dikalahkan. Satu hal itu adalah MALAS. Atau terkadang emang mentok gak ada ide. Aku sendiri sampai sekarang masih ogah-ogahan dikasih kerjaan, tapi giliran orang nanyain bilangnya gak ada kerjaan. Huh dasar. Manusia. Kebanyakan hitamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)