17 Okt 2012
Kerajaan yang Tak Ternilai
Keluarga bagaikan sebuah kerajaan.
Ayah sebagai raja, ibu permaisurinya.
dan anak-anak sebagai pangeran dan putrinya.
Di keluargaku, raja dan permaisuri hidup rukun dan bahagia.
Belum pernah ada pertengkaran serius antara keduanya.
Pembicaraan serius pun dilakukan di belakang kami, putri-putrinya.
Raja di kerajaanku tidak terlalu banyak mengambil posisi.
Beliau adalah sang pemberi kebahagiaan, layaknya Sinterklas.
Makanya aku selalu heran kalau mendengar cerita temanku yang dikurung ayahnya.
Ayah sangat sayang kami bertiga. Beliau juga yang paling tampan.
Permaisuri yang bertugas layaknya perdana menteri sekaligus penasehat.
Beliau mengatur semua urusan rumah tangga, dan berjalan sangat baik.
Dulu aku sempat mengeluh tatkala beliau terlalu sering bekerja.
Ya, beliau pun seorang wanita karir yang mandiri.
Kini aku mengakui kekagumanku padanya.
Tak ada yang bisa menandingi kebijaksanaan beliau.
Putri kecil selalu meminta perhatianku. Lebih-lebih kini.
Ia sering bertutur tentang kesehariannya padaku.
Termasuk kisah barunya tentang sang pangeran yang mengoyak hati.
Sabar ya sayang, ku selalu di sini.
Aku sering membayangkan apa jadinya.
Bila kerajaan lain telah mempersunting kami berdua.
Lalu raja dan ratu hanya hidup berdua.
Hilanglah cericit putri kecilnya.
Hilanglah tawa besar putri sulungnya.
Bahkan kini, kerajaan itu saja sudah sepi.
Sekian tahun lamanya aku tidak bermukim di sana.
Hanya singgah, untuk kemudian pergi kembali.
Satu yang pasti, kemanapun kami pergi, kerajaan inilah yang pasti membuka gerbangnya saat kami kembali. Dan kami, adalah representasi dari pusaka kerajaan ini.
RRR-WedNite 2012
Ayah sebagai raja, ibu permaisurinya.
dan anak-anak sebagai pangeran dan putrinya.
Di keluargaku, raja dan permaisuri hidup rukun dan bahagia.
Belum pernah ada pertengkaran serius antara keduanya.
Pembicaraan serius pun dilakukan di belakang kami, putri-putrinya.
Raja di kerajaanku tidak terlalu banyak mengambil posisi.
Beliau adalah sang pemberi kebahagiaan, layaknya Sinterklas.
Makanya aku selalu heran kalau mendengar cerita temanku yang dikurung ayahnya.
Ayah sangat sayang kami bertiga. Beliau juga yang paling tampan.
Permaisuri yang bertugas layaknya perdana menteri sekaligus penasehat.
Beliau mengatur semua urusan rumah tangga, dan berjalan sangat baik.
Dulu aku sempat mengeluh tatkala beliau terlalu sering bekerja.
Ya, beliau pun seorang wanita karir yang mandiri.
Kini aku mengakui kekagumanku padanya.
Tak ada yang bisa menandingi kebijaksanaan beliau.
Putri kecil selalu meminta perhatianku. Lebih-lebih kini.
Ia sering bertutur tentang kesehariannya padaku.
Termasuk kisah barunya tentang sang pangeran yang mengoyak hati.
Sabar ya sayang, ku selalu di sini.
Aku sering membayangkan apa jadinya.
Bila kerajaan lain telah mempersunting kami berdua.
Lalu raja dan ratu hanya hidup berdua.
Hilanglah cericit putri kecilnya.
Hilanglah tawa besar putri sulungnya.
Bahkan kini, kerajaan itu saja sudah sepi.
Sekian tahun lamanya aku tidak bermukim di sana.
Hanya singgah, untuk kemudian pergi kembali.
Satu yang pasti, kemanapun kami pergi, kerajaan inilah yang pasti membuka gerbangnya saat kami kembali. Dan kami, adalah representasi dari pusaka kerajaan ini.
RRR-WedNite 2012
15 Okt 2012
untitled
tiap kali lembar ini terbuka, ketika ku hanya ingin melepas penat, semua ide kabur begitu saja. Apa yang kudapat, laksana hanya tercatat di permukaan, kemudian mengalir lenyap. Apa, apa esensinya? Apa,apa yang bisa melukiskan saat ini di dalam diri.
Kepalaku melayang, sepertinya angin begitu keras menggoyang. Lambungku pun tergerus, berputar, memeras kekosongan yang suci. kekosongan menuju satu impi. mengambil hatiNya, menuju surgaNya. Impian yang saat ini kumulai lagi. Aku terlahir lagi.
Ingin kubuang segala kenistaan, kuganti dengan pupuk kebaikan. Aku ingin nekad, tak lagi minta pada orangtua. Aku hanya ingin kasihMu, keajaiban yang selalu kurindu. Ingin kubuktikan bahwa diriku sanggup, diriku mampu untuk datang ke pelukanMu.
Ya Rabb, ini aku. Sambutlah aku dengan janjiMu. Janji bahwa selangkah ku datang padaMu, Kau akan seribu langkah mendekat padaku.
Kepalaku melayang, sepertinya angin begitu keras menggoyang. Lambungku pun tergerus, berputar, memeras kekosongan yang suci. kekosongan menuju satu impi. mengambil hatiNya, menuju surgaNya. Impian yang saat ini kumulai lagi. Aku terlahir lagi.
Ingin kubuang segala kenistaan, kuganti dengan pupuk kebaikan. Aku ingin nekad, tak lagi minta pada orangtua. Aku hanya ingin kasihMu, keajaiban yang selalu kurindu. Ingin kubuktikan bahwa diriku sanggup, diriku mampu untuk datang ke pelukanMu.
Ya Rabb, ini aku. Sambutlah aku dengan janjiMu. Janji bahwa selangkah ku datang padaMu, Kau akan seribu langkah mendekat padaku.
29 Sep 2012
Cericit Sore
Kuawali dengan kata maaf untuk sore yang begitu menyegarkan ini. Supaya para pembaca pun memaafkanku dengan hati yang lapang, kalau aku pernah melakukan/memposting hal kurang menyenangkan di blogku.
Tujuanku ngeblog sore ini ada dua. Pertama, bercerita tentang perjalanan survey tadi. Biasa, laporan blusuk-memblusuk kayak kemarin. Dan harusnya double chapter, soalnya saya sempet lupa mencatatnya untuk episode yang lalu. Tapi, sepertinya laporan itu bakal saya tulis di postingan berbeda.
Kalau begitu langsung saja yang kedua ya. Sebenarnya yang kedua nih adalah hasil blusukan pemikiranku yang suka menjalar-jalar kayak ular naga. Hehe. Dan sebenarnya adalah disebabkan oleh hal kurang menyenangkan yang kualami beberapa hari ini.
Aku menyimpulkannya sebagai "cinta itu sederhana". Banyak hal yang tidak kita mengerti yang sering terjadi dalam hidup kita. Dalam diriku, fenomena atheis jadi salah satunya. Anda bisa out dari blog saya jika kurang berkenan. Saya sedikit tergelitik akibat tulisan teman saya disini
Atheis, kehidupan tanpa Tuhan. Kehidupan tanpa percaya bahwa ada suatu dzat yang sudah berjasa tak terhingga dalam kehidupan. Dulu saya menganggapnya biasa karena saya tak ingin terjerumus. Tapi kini, jika saya mendengar seseorang tidak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan, saya jadi sedih dan takut.
Untuk membayangkan saja sudah ngeri, apalagi menjalaninya. Bahwa ketika kita terlahir ke dunia, kita hanya terlahir begitu saja. Tanpa tujuan dan pesan apa-apa. Lalu buat apa kita hidup? Buat apa kita kenal ayah-ibu, kenal alam sekitar, buat apa kita mencari uang, buat apa kita bertahan hidup? Hiii..
Padahal jika diulur dari awal sebelum kita lahir saja, ada suatu keajaiban yang telah digariskan. Dari sekian juta sel sperma ayah kita, hanya satu yang berhasil menembuas dinding sel telur di rahim ibu kita yang mulia, yang akhirnya menjadi kita. Dari situ, muncul keajaiban lagi. Sel-sel itu membelah menjadi bagian tubuh kita, hingga akhirnya tubuh itu terbentuk sempurna. Kemudian ditiupkan jiwa kita ke dalamnya. Sampai akhirnya kita terlahir ke dunia. Kelahiran kitalah yang membawa kabar gembira bagi dunia. Mustahil jika itu hanya sebuah kebetulan. Pastilah ada yang telah merencanakan. Dari situ kita mengenal Tuhan.
Ketika kita lahir, kelahiran kita bagaikan angin surga bagi orang tua. Tak ada orang tua yang tak gembira melihat kelahiran buah hatinya, se-tak sempurna apapun keadaan bayi itu. Bahkan jika kelahiran kita hanya sebentar.
Maaf, karena sekali lagi ini catatan acak, saya teringat lagu yang pernah saya buat. Kira-kira begini isinya,
"Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tiada. Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tak bersua."
Isi lagu itu kurang lebih sama dengan lagu ciptaan Dewi Lestari yang menjadi OST film Perahu Kertas yang isinya kurang lebih seperti ini, "Kubahagia, kau telah terlahir di dunia, dan kau ada di antara milyaran manusia."
Ya, penciptaan kita pastilah suatu kabar gembira bagi dunia. Bahwa kita ada, sudah cukup untuk membawa pengaruh sekecil apapun di dunia ini. Baik atau buruk, itu ada di tangan kita. Yang pasti semua kehidupan kita sebenarnya sudah didikte oleh Sang Pembuat Skenario. Sudah ada petanya. Tapi kita juga diberi pilihan, mau alur cerita seperti apa. Siapakah dibalik itu? Pastilah Dzat yang Maha Berkuasa di dunia. Dialah yang disebut Tuhan.
Cinta itu sederhana, sesederhana Tuhan menciptakan kita ke dunia. Maka cinta yang sederhana itu, harus kita balas dengan hal yang sama. Yaitu mencintaiNya. Dengan cara apa? Berterimakasihlah padaNya melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan melalui wakil-wakilNya.
Dalam agama saya, Islam, ibadah itu sederhana. Yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintahNya adalah solat 5 waktu. Masih banyak muslim yang sering meninggalkan solat. Berbagai alasan dibuat, ada kerjaan lain lah, males lah, kebanyakan lah. Dulu pun saya sering begitu. Tapi begitu sadar bahwa, semalas dan secuek apapun saya terhadap Allah, Allah masih dengan kasih sayangNya yang tak terhingga memberikan saya nafas, membangunkan saya di kemudian hari. Dan saya hanya harus membalas kasih sayang itu, minimal dengan 5 kali solat. Se-ringan itu.
Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta Tuhan terhadap kita. Yang tetap mencintai kita sebebal apapun kita terhadapNya. Makanya saya menganggap kalau atheis itu orang paling tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.
Sejujurnya alasan saya semangat menuliskan ini juga karena saya habis sakit hati. Saya punya kekasih yang seringkali tanpa sengaja menyakiti saya. Hanya dengan kata-kata. Ya, mungkin saya terlalu sensitif sehingga hanya dengan kata-kata atau perilaku dicuekin, saya jadi kesal bukan main. Di situlah saya bercermin, ada cinta yang takkan pernah menyakiti. Cinta yang bahkan membuat kita hidup setiap hari, setiap detik. Walaupun disakiti terang-terangan, tetap mencintai kita tanpa pamrih. Gak senyebelin pacar saya, apalagi sesensitif saya.
Lihat saja hari ini. Saya habis 2 hari kurang tidur dan kerja terus, plus hari ini survey dan nyaris dehidrasi. Saya curhat ke kekasih saya itu, bahwa hari ini saya lelah sekali sampai nyaris pingsan. Lalu dia bilang begini, "Bukannya kamu membonceng? Harusnya lebih capek yang boncengin kamu dong. Apalagi badan kamu besar." Hati saya panas. Niatnya mau curhat supaya lelah itu membaik, justru kebalikannya. Saya tambah sebal.
Lain sekali dengan takdir Allah hari ini. Dia mengerti saya lelah dan memberi tanda dengan lemasnya saya, dehidrasi saya. Lalu ketika saya menolak sebuah agenda dan lebih memilih istirahat, Dia memberikan saya ekstra waktu istirahat dengan cara membatalkan agenda saya yang rencananya setelah ashar hingga maghrib. Dia mengerti, bahwa saya berusaha merawat pemberianNya. Merawat tubuh saya dan Dia menggantikannya dengan tambahan waktu istirahat. Tuh kan, cinta itu sederhana? Sesederhana saling pengertian antara kedua pihak.
:')
Terimakasih ya Allah, Kau telah memberiku kesempatan hari demi hari tuk jalani kehidupan. Menjalani skenarioMu yang indah pada waktunya. Terimakasih untuk keajaiban dan rasa pengertianMu yang agung. Kaulah cinta sejati. :')
Sekian saja cericit sore hari ini, makasih juga buat pembaca yang sudah tahan membaca hingga baris ini. Semoga Tuhan memberikan kalian anugrah sesuai apa yang kalian butuhkan.
:D
Rimie pamit, mau solat Maghrib :D
Tujuanku ngeblog sore ini ada dua. Pertama, bercerita tentang perjalanan survey tadi. Biasa, laporan blusuk-memblusuk kayak kemarin. Dan harusnya double chapter, soalnya saya sempet lupa mencatatnya untuk episode yang lalu. Tapi, sepertinya laporan itu bakal saya tulis di postingan berbeda.
Kalau begitu langsung saja yang kedua ya. Sebenarnya yang kedua nih adalah hasil blusukan pemikiranku yang suka menjalar-jalar kayak ular naga. Hehe. Dan sebenarnya adalah disebabkan oleh hal kurang menyenangkan yang kualami beberapa hari ini.
Aku menyimpulkannya sebagai "cinta itu sederhana". Banyak hal yang tidak kita mengerti yang sering terjadi dalam hidup kita. Dalam diriku, fenomena atheis jadi salah satunya. Anda bisa out dari blog saya jika kurang berkenan. Saya sedikit tergelitik akibat tulisan teman saya disini
Atheis, kehidupan tanpa Tuhan. Kehidupan tanpa percaya bahwa ada suatu dzat yang sudah berjasa tak terhingga dalam kehidupan. Dulu saya menganggapnya biasa karena saya tak ingin terjerumus. Tapi kini, jika saya mendengar seseorang tidak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan, saya jadi sedih dan takut.
Untuk membayangkan saja sudah ngeri, apalagi menjalaninya. Bahwa ketika kita terlahir ke dunia, kita hanya terlahir begitu saja. Tanpa tujuan dan pesan apa-apa. Lalu buat apa kita hidup? Buat apa kita kenal ayah-ibu, kenal alam sekitar, buat apa kita mencari uang, buat apa kita bertahan hidup? Hiii..
Padahal jika diulur dari awal sebelum kita lahir saja, ada suatu keajaiban yang telah digariskan. Dari sekian juta sel sperma ayah kita, hanya satu yang berhasil menembuas dinding sel telur di rahim ibu kita yang mulia, yang akhirnya menjadi kita. Dari situ, muncul keajaiban lagi. Sel-sel itu membelah menjadi bagian tubuh kita, hingga akhirnya tubuh itu terbentuk sempurna. Kemudian ditiupkan jiwa kita ke dalamnya. Sampai akhirnya kita terlahir ke dunia. Kelahiran kitalah yang membawa kabar gembira bagi dunia. Mustahil jika itu hanya sebuah kebetulan. Pastilah ada yang telah merencanakan. Dari situ kita mengenal Tuhan.
Ketika kita lahir, kelahiran kita bagaikan angin surga bagi orang tua. Tak ada orang tua yang tak gembira melihat kelahiran buah hatinya, se-tak sempurna apapun keadaan bayi itu. Bahkan jika kelahiran kita hanya sebentar.
Maaf, karena sekali lagi ini catatan acak, saya teringat lagu yang pernah saya buat. Kira-kira begini isinya,
"Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tiada. Dunia takkan pernah sama, jika kau dan aku tak bersua."
Isi lagu itu kurang lebih sama dengan lagu ciptaan Dewi Lestari yang menjadi OST film Perahu Kertas yang isinya kurang lebih seperti ini, "Kubahagia, kau telah terlahir di dunia, dan kau ada di antara milyaran manusia."
Ya, penciptaan kita pastilah suatu kabar gembira bagi dunia. Bahwa kita ada, sudah cukup untuk membawa pengaruh sekecil apapun di dunia ini. Baik atau buruk, itu ada di tangan kita. Yang pasti semua kehidupan kita sebenarnya sudah didikte oleh Sang Pembuat Skenario. Sudah ada petanya. Tapi kita juga diberi pilihan, mau alur cerita seperti apa. Siapakah dibalik itu? Pastilah Dzat yang Maha Berkuasa di dunia. Dialah yang disebut Tuhan.
Cinta itu sederhana, sesederhana Tuhan menciptakan kita ke dunia. Maka cinta yang sederhana itu, harus kita balas dengan hal yang sama. Yaitu mencintaiNya. Dengan cara apa? Berterimakasihlah padaNya melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan melalui wakil-wakilNya.
Dalam agama saya, Islam, ibadah itu sederhana. Yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salah satu perintahNya adalah solat 5 waktu. Masih banyak muslim yang sering meninggalkan solat. Berbagai alasan dibuat, ada kerjaan lain lah, males lah, kebanyakan lah. Dulu pun saya sering begitu. Tapi begitu sadar bahwa, semalas dan secuek apapun saya terhadap Allah, Allah masih dengan kasih sayangNya yang tak terhingga memberikan saya nafas, membangunkan saya di kemudian hari. Dan saya hanya harus membalas kasih sayang itu, minimal dengan 5 kali solat. Se-ringan itu.
Itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta Tuhan terhadap kita. Yang tetap mencintai kita sebebal apapun kita terhadapNya. Makanya saya menganggap kalau atheis itu orang paling tak tahu diri dan tak tahu terimakasih.
Sejujurnya alasan saya semangat menuliskan ini juga karena saya habis sakit hati. Saya punya kekasih yang seringkali tanpa sengaja menyakiti saya. Hanya dengan kata-kata. Ya, mungkin saya terlalu sensitif sehingga hanya dengan kata-kata atau perilaku dicuekin, saya jadi kesal bukan main. Di situlah saya bercermin, ada cinta yang takkan pernah menyakiti. Cinta yang bahkan membuat kita hidup setiap hari, setiap detik. Walaupun disakiti terang-terangan, tetap mencintai kita tanpa pamrih. Gak senyebelin pacar saya, apalagi sesensitif saya.
Lihat saja hari ini. Saya habis 2 hari kurang tidur dan kerja terus, plus hari ini survey dan nyaris dehidrasi. Saya curhat ke kekasih saya itu, bahwa hari ini saya lelah sekali sampai nyaris pingsan. Lalu dia bilang begini, "Bukannya kamu membonceng? Harusnya lebih capek yang boncengin kamu dong. Apalagi badan kamu besar." Hati saya panas. Niatnya mau curhat supaya lelah itu membaik, justru kebalikannya. Saya tambah sebal.
Lain sekali dengan takdir Allah hari ini. Dia mengerti saya lelah dan memberi tanda dengan lemasnya saya, dehidrasi saya. Lalu ketika saya menolak sebuah agenda dan lebih memilih istirahat, Dia memberikan saya ekstra waktu istirahat dengan cara membatalkan agenda saya yang rencananya setelah ashar hingga maghrib. Dia mengerti, bahwa saya berusaha merawat pemberianNya. Merawat tubuh saya dan Dia menggantikannya dengan tambahan waktu istirahat. Tuh kan, cinta itu sederhana? Sesederhana saling pengertian antara kedua pihak.
:')
Terimakasih ya Allah, Kau telah memberiku kesempatan hari demi hari tuk jalani kehidupan. Menjalani skenarioMu yang indah pada waktunya. Terimakasih untuk keajaiban dan rasa pengertianMu yang agung. Kaulah cinta sejati. :')
Sekian saja cericit sore hari ini, makasih juga buat pembaca yang sudah tahan membaca hingga baris ini. Semoga Tuhan memberikan kalian anugrah sesuai apa yang kalian butuhkan.
:D
Rimie pamit, mau solat Maghrib :D
25 Sep 2012
Skenario Tuhan
Tuhan, aku kembali
Kembali menggantungkan harapanku pada keputusanMu
pada Engkau Yang Mahaberkehendak
Siapalah aku
tega memberinya kepastian
tanpa ada restuMu disana
Siapalah aku
sok berhak menentukan pilihan
tanpa tahu skenario apa yang Kau berikan
Engkaulah pemilik kami
Seluruh jiwa, raga dan nurani
Engkaulah satu
Yang dapat membolak-balik hati
Ketika kau berfatwa, "Jadilah"
Maka terjadilah
Tak ada yang bisa mencegah
Begitu pula tentang jalan hidupku
Tentang skenario yang tak pernah kutahu
Engkaulah penulis yang Mahaagung
Penulis yang dapat melukiskan kisah sempurna
Se-tak sempurna apapun diri kami
Penulis yang bahkan dapat menegur tiap tokohNya
Melalui adegan singkat nan mudah diingat
Penulis yang tak pernah membenci satu pun tokohNya
Meski mereka sering membenci skenarioNya
Tuhan, maafkan aku
Yang sering menyesali adegan kecil hidupku
Yang sering menertawai kisah orang lain
Yang sering berprasangka buruk tentang bab-bab sesudah ini
Padahal Engkau adalah sesuai prasangkaku
Engkau hanya mengabulkan apa yang terbersit di hatiku, otakku
Menerjemahkannya, mengukirnya menjadi nyata
Segala puji dan syukur kupanjatkan
Untuk setiap alur kisahku
Bahagia maupun duka
Dengan sadarku kini
Kubersaksi
Aku bahagia telah terlahir ke dunia ini
---
Rimie Ramadan
25.09.2012
Kembali menggantungkan harapanku pada keputusanMu
pada Engkau Yang Mahaberkehendak
Siapalah aku
tega memberinya kepastian
tanpa ada restuMu disana
Siapalah aku
sok berhak menentukan pilihan
tanpa tahu skenario apa yang Kau berikan
Engkaulah pemilik kami
Seluruh jiwa, raga dan nurani
Engkaulah satu
Yang dapat membolak-balik hati
Ketika kau berfatwa, "Jadilah"
Maka terjadilah
Tak ada yang bisa mencegah
Begitu pula tentang jalan hidupku
Tentang skenario yang tak pernah kutahu
Engkaulah penulis yang Mahaagung
Penulis yang dapat melukiskan kisah sempurna
Se-tak sempurna apapun diri kami
Penulis yang bahkan dapat menegur tiap tokohNya
Melalui adegan singkat nan mudah diingat
Penulis yang tak pernah membenci satu pun tokohNya
Meski mereka sering membenci skenarioNya
Tuhan, maafkan aku
Yang sering menyesali adegan kecil hidupku
Yang sering menertawai kisah orang lain
Yang sering berprasangka buruk tentang bab-bab sesudah ini
Padahal Engkau adalah sesuai prasangkaku
Engkau hanya mengabulkan apa yang terbersit di hatiku, otakku
Menerjemahkannya, mengukirnya menjadi nyata
Segala puji dan syukur kupanjatkan
Untuk setiap alur kisahku
Bahagia maupun duka
Dengan sadarku kini
Kubersaksi
Aku bahagia telah terlahir ke dunia ini
---
Rimie Ramadan
25.09.2012
22 Sep 2012
Pesanku
Apalah aku, ingin mengirim pesan ke hatimu,
tapi otakku beku, hanya tergambar parasmu
dalam dengkur merdu, di sela bunga tidur itu
Apalah aku, yang terpikir hanya untuk
membekaskan jejak di pipimu
Kau, dalam lamunmu tersenyum
Membalas pesan yang belum terketik
Rimie Ramadan
Yogya 22.09.2012 2:51am
tapi otakku beku, hanya tergambar parasmu
dalam dengkur merdu, di sela bunga tidur itu
Apalah aku, yang terpikir hanya untuk
membekaskan jejak di pipimu
Kau, dalam lamunmu tersenyum
Membalas pesan yang belum terketik
Rimie Ramadan
Yogya 22.09.2012 2:51am
20 Sep 2012
Ijinkan Satu Saja
masihkah
mawar itu merekah merah
seperti saat kau berserah
di hadapku
atau ia telah menghitam
layu ditelan zaman
masihkah
sayap itu mengepak
bersama sayapku
terbang menuju arah yang sama
atau ia telah terluka
tak ingin lagi mengudara
masihkah
lengkung pelangi berwarna
melukiskan rasa kita
dalam tiap halaman kosong
yang biasanya
kita isi berdua
keceriaan ini
seperti sebuah topeng
dibalik tempurung kosong
semua abu, semua menguap
hanya tersisa satu
pintaku,
ijinkan aku merindukanmu
Rimie Ramadan
20.09.2012
Terpikat Olehmu, Negriku
Fajar menyingsing di sudut langit. Menunggu awak negriku menggeliat dari pejamnya. Membasuh dirinya, sebagian bersujud pada Tuhannya, sebagian lagi bersiap menata hari.
Dhuha menganga, menyibak warna terindah dari langitNya. Biru, warna pembangkit kerja, warna penyemangat hari. Lihatlah mereka, dengan caranya masing-masing berkendara menuju tempat kerjanya.
Desa. Sawah menghampar siap digarap. Pepohon hutan menyeruak berlomba menyedot surya. Petani, peladang, penadah getah karet dan penebang pepohon kayu membanjir. Sepeda, motor, dan berjalan. Menyapa hampir seisi desa, menanggap tamu baru yang tersasar. Ramah, penuh senyum hangat. Sehangat teh manis yang mereka sesap waktu sarapan.
Kota. Gedung pencakar langit telah beroperasi. Bahan baku diap diolah. Manajer, Salesman, Office Boy dan Satpam berlalu lalang. Mobil, bus, taksi dan motor. Menghadap gadget masing-masing, bersebelah tapi saling diam. Disapa, berubah masam. Semasam bau keringat mereka ketika pulang kerja.
Bisakah, sinkronisasi nilai positif dari kedua paradoks ini? sebuah tempat dimana karakternya masih sopan dan ramah, namun juga memiliki intelektualitas tinggi. Harga bahan dapur tak terlalu mahal, terjangkau oleh semua. Meski yang satu berjalan dan yg lain bermobil, masih saling sapa, saling kenal, saling menjaga. Dengan begitu identitas Indonesia akan tetap terjaga. Takkan luntur atau diklaim oleh negara lain. This is Indonesia.
"Indonesia, hatiku, rumahku, bangsaku..
Indonesia, banyak pulau dan budaya menyatu..
Dari gunung ke laut wajah tersenyum di mana saja..
Slamat datang di Indonesia, rumahku bangsaku, Indonesiaku..
Indonesia, we love you forever.." -Indonesiaku, populared by Vincent Laghea.
Dhuha menganga, menyibak warna terindah dari langitNya. Biru, warna pembangkit kerja, warna penyemangat hari. Lihatlah mereka, dengan caranya masing-masing berkendara menuju tempat kerjanya.
Desa. Sawah menghampar siap digarap. Pepohon hutan menyeruak berlomba menyedot surya. Petani, peladang, penadah getah karet dan penebang pepohon kayu membanjir. Sepeda, motor, dan berjalan. Menyapa hampir seisi desa, menanggap tamu baru yang tersasar. Ramah, penuh senyum hangat. Sehangat teh manis yang mereka sesap waktu sarapan.
Kota. Gedung pencakar langit telah beroperasi. Bahan baku diap diolah. Manajer, Salesman, Office Boy dan Satpam berlalu lalang. Mobil, bus, taksi dan motor. Menghadap gadget masing-masing, bersebelah tapi saling diam. Disapa, berubah masam. Semasam bau keringat mereka ketika pulang kerja.
Bisakah, sinkronisasi nilai positif dari kedua paradoks ini? sebuah tempat dimana karakternya masih sopan dan ramah, namun juga memiliki intelektualitas tinggi. Harga bahan dapur tak terlalu mahal, terjangkau oleh semua. Meski yang satu berjalan dan yg lain bermobil, masih saling sapa, saling kenal, saling menjaga. Dengan begitu identitas Indonesia akan tetap terjaga. Takkan luntur atau diklaim oleh negara lain. This is Indonesia.
"Indonesia, hatiku, rumahku, bangsaku..
Indonesia, banyak pulau dan budaya menyatu..
Dari gunung ke laut wajah tersenyum di mana saja..
Slamat datang di Indonesia, rumahku bangsaku, Indonesiaku..
Indonesia, we love you forever.." -Indonesiaku, populared by Vincent Laghea.
Blusukan Gamping
Sebetulnya ini bukan hal yang terlalu wow. Hanya saja, saya yang terbiasa di kota selalu saja tertarik bila berada di daerah pedesaan. Baik itu di pegunungan, maupun wilayah pesisir pantai.
Serangkaian blusukan ini diawali oleh tugas studio yang bertema "Kawasan Perumahan Terpadu di Daerah Transisional Desa-Kota" dan bapak dosen pembimbing menyarankan ke daerah Gamping ini.
Awalnya tidak ada yang tahu jalan menuju kecamatan yang terletak di barat kota Jogja ini, kecuali saya. Kemudian, berbekal sedikit pengalaman nge-bus, saya memandu kawan-kawan se-tim yang kemudian sampai di kantor Camat Gamping. Lalu kami diarahkan ke Kelurahan Balecatur yang saat ini memang terkonsentrasi untuk pengembangan perumahan.
Gambaran Geografisnya, Kelurahan Balecatur ini membagi fungsi lahan berdasarkan jaraknya terhadap jalan. yang paling dekat dengan jalan tentu saja kawasan niaga. Kemudian jika kita masuk sekitar 500 meter ke dalam gang, kita menemui pabrik-pabrik yang dikelilingi sawah. Dibekali 3 buah peta yang salah satunya terbentang dan dipegang oleh motor paling depan, kami menyusuri pedesaan dan perbukitan Gamping.
Menemui hutan batu, aneka macam perkebunan, beberapa kumpulan rumah penduduk, kami menjumpai suatu komplek perumahan yang cukup meng-kota. I felt like, "ini persis perumahan dinas PU di Kelapa Dua, Tangerang." seriously.
Tapi yang saya takjub adalah, perubahan kondisi udara. Matahari masih sama teriknya, namun di sini, angin yang berhembus lebih sejuk ketimbang di kota.
Sekian menit kemudian, kami menemui sekelompok bapak-ibu yang sedang berbenah parit. Lalu sang pemegang peta bertanya pada mereka posisi saat itu dan jalan keluar kembali ke jogja. Mereka ganti bertanya tentang asal-muasal kami. Mereka lalu tersenyum mempersilakan ketika kami pamit dan bertolak pulang.
Kesepakatan sebelumnya, bahwa kami hari itu hendak mendetail salah satu desa, jadi bablas karena baru pukul 11 kami berhasil keluar dari rute tadi dan berjumpa dengan Jalan Lingkar Luar Selatan. Dan ternyata, kami sudah ada di kabupaten Bantul sejak bertemu sekelompok pembenah parit tadi.
Info yang dapat kami rekam hanyalah berupa foto-foto seputar tipe rumah, aktivitas penduduk, tempat ibadah, warung dan kantor pemda. Namun sepertinya cukup untuk bercerita kepada pak Toni, dosen pembimbing kami.
Sekian dulu yah, saya mau melanjutkan menafsirkan mimpi. Alias kembali bekerja dengan Corel Draw X4, hehe. Kali ini membuatkan kartu nama untuk seorang Master Distributor wilayah Jogja. Disusul pembuatan kardus packaging. Hehe. Sok sibuk ye saya? Doakan saja nantinya punya anak buah. Amiin :D
Serangkaian blusukan ini diawali oleh tugas studio yang bertema "Kawasan Perumahan Terpadu di Daerah Transisional Desa-Kota" dan bapak dosen pembimbing menyarankan ke daerah Gamping ini.
Awalnya tidak ada yang tahu jalan menuju kecamatan yang terletak di barat kota Jogja ini, kecuali saya. Kemudian, berbekal sedikit pengalaman nge-bus, saya memandu kawan-kawan se-tim yang kemudian sampai di kantor Camat Gamping. Lalu kami diarahkan ke Kelurahan Balecatur yang saat ini memang terkonsentrasi untuk pengembangan perumahan.
Gambaran Geografisnya, Kelurahan Balecatur ini membagi fungsi lahan berdasarkan jaraknya terhadap jalan. yang paling dekat dengan jalan tentu saja kawasan niaga. Kemudian jika kita masuk sekitar 500 meter ke dalam gang, kita menemui pabrik-pabrik yang dikelilingi sawah. Dibekali 3 buah peta yang salah satunya terbentang dan dipegang oleh motor paling depan, kami menyusuri pedesaan dan perbukitan Gamping.
Menemui hutan batu, aneka macam perkebunan, beberapa kumpulan rumah penduduk, kami menjumpai suatu komplek perumahan yang cukup meng-kota. I felt like, "ini persis perumahan dinas PU di Kelapa Dua, Tangerang." seriously.
Tapi yang saya takjub adalah, perubahan kondisi udara. Matahari masih sama teriknya, namun di sini, angin yang berhembus lebih sejuk ketimbang di kota.
Sekian menit kemudian, kami menemui sekelompok bapak-ibu yang sedang berbenah parit. Lalu sang pemegang peta bertanya pada mereka posisi saat itu dan jalan keluar kembali ke jogja. Mereka ganti bertanya tentang asal-muasal kami. Mereka lalu tersenyum mempersilakan ketika kami pamit dan bertolak pulang.
Kesepakatan sebelumnya, bahwa kami hari itu hendak mendetail salah satu desa, jadi bablas karena baru pukul 11 kami berhasil keluar dari rute tadi dan berjumpa dengan Jalan Lingkar Luar Selatan. Dan ternyata, kami sudah ada di kabupaten Bantul sejak bertemu sekelompok pembenah parit tadi.
Info yang dapat kami rekam hanyalah berupa foto-foto seputar tipe rumah, aktivitas penduduk, tempat ibadah, warung dan kantor pemda. Namun sepertinya cukup untuk bercerita kepada pak Toni, dosen pembimbing kami.
Sekian dulu yah, saya mau melanjutkan menafsirkan mimpi. Alias kembali bekerja dengan Corel Draw X4, hehe. Kali ini membuatkan kartu nama untuk seorang Master Distributor wilayah Jogja. Disusul pembuatan kardus packaging. Hehe. Sok sibuk ye saya? Doakan saja nantinya punya anak buah. Amiin :D
13 Sep 2012
A little corner of time i would spend with U
Selamat malam wahai halaman kosong.
Di detik-detik menjelang pergantian hari, ijinkan aku mengisimu.
Apa kabarmu? Lama sudah kita tak bersua. Rindu aku menarikan jemariku bebas di atas potongan-potongan hitam ini. Apakah kau merindukanku juga? Kuharap begitu. Hehe.
Ketika aku menelantarkanmu, bergelut dengan duniaku yang sebenarnya, adakah kau cemburu? Atau malah kau berbahagia, melihatku banyak beraktivitas di jalur yang seharusnya? Syukurlah bila begitu.
Terlalu panjang bergelut dan kini aku membawa setumpuk kisah tuk kubagikan padamu. Pertama adalah tentang liburanku. Liburan, yang mungkin berbeda dari biasanya. Meski sama-sama lebih banyak kuhabiskan di rumah saja, namun liburan kali ini aku memiliki sekian daftar pekerjaan. Sebut saja me-layout buku agder, mendesain pernak-pernik coklat-kuning, lalu projek yang tak kalah besar, yaitu ke panti bersama teman-teman di jakarta. Oh ya, satu lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga selama pembantu mudik. Yah, kira-kira begitu.
Perusahaan itu kini telah menginjak bulan ke-6. Kuakui perkembangannya lambat karena kami belum stabil dalam pergerakan dana. Namun kami sudah mulai eksis di pasaran. Alhamdulillah, semuanya tak lepas dari izin Allah SWT.
Aku masih menjadi perempuan tunggal sementara karena Mbak Kiki bisa disebut "fiktif" untuk saat ini. Tapi beliau masih me-maintain kami. Rapat kami sering mengambil waktu malam hari. Sehingga seringkali Putra khawatir dan mengingatkan akan kesehatanku. Syukurlah, paling banter aku hanya masuk angin. Hehe.
Hobiku untuk menulis dan blogging sementara kusisihkan dulu, duniaku sekarang bergelut dengan coreldraw. Menemukan keasikan tersendiri dalam memadu warna, bentuk dan karakter. Sesuatu yang sampai saat ini masih lemah kukuasai.
Mungkin sekian dulu curhatan dadakan ini, sudah pagi. Selamat malam dan mari berselimut! :D
Di detik-detik menjelang pergantian hari, ijinkan aku mengisimu.
Apa kabarmu? Lama sudah kita tak bersua. Rindu aku menarikan jemariku bebas di atas potongan-potongan hitam ini. Apakah kau merindukanku juga? Kuharap begitu. Hehe.
Ketika aku menelantarkanmu, bergelut dengan duniaku yang sebenarnya, adakah kau cemburu? Atau malah kau berbahagia, melihatku banyak beraktivitas di jalur yang seharusnya? Syukurlah bila begitu.
Terlalu panjang bergelut dan kini aku membawa setumpuk kisah tuk kubagikan padamu. Pertama adalah tentang liburanku. Liburan, yang mungkin berbeda dari biasanya. Meski sama-sama lebih banyak kuhabiskan di rumah saja, namun liburan kali ini aku memiliki sekian daftar pekerjaan. Sebut saja me-layout buku agder, mendesain pernak-pernik coklat-kuning, lalu projek yang tak kalah besar, yaitu ke panti bersama teman-teman di jakarta. Oh ya, satu lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga selama pembantu mudik. Yah, kira-kira begitu.
Perusahaan itu kini telah menginjak bulan ke-6. Kuakui perkembangannya lambat karena kami belum stabil dalam pergerakan dana. Namun kami sudah mulai eksis di pasaran. Alhamdulillah, semuanya tak lepas dari izin Allah SWT.
Aku masih menjadi perempuan tunggal sementara karena Mbak Kiki bisa disebut "fiktif" untuk saat ini. Tapi beliau masih me-maintain kami. Rapat kami sering mengambil waktu malam hari. Sehingga seringkali Putra khawatir dan mengingatkan akan kesehatanku. Syukurlah, paling banter aku hanya masuk angin. Hehe.
Hobiku untuk menulis dan blogging sementara kusisihkan dulu, duniaku sekarang bergelut dengan coreldraw. Menemukan keasikan tersendiri dalam memadu warna, bentuk dan karakter. Sesuatu yang sampai saat ini masih lemah kukuasai.
Mungkin sekian dulu curhatan dadakan ini, sudah pagi. Selamat malam dan mari berselimut! :D
25 Jun 2012
Celoteh di sela tugas
Habis lembur
Adalah ketika guyuran air pertama terasa begitu segar
Habis lembur
Adalah ketika pemandangan sehari-hari terlihat begitu indah
Habis lembur
Adalah ketika udara jam 11 pagi terasa begitu sejuk
Habis lembur
Adalah ketika perut menolak diisi karena cemilan dan sebah kopi
Habis lembur
Adalah ketika semua lelah harus diobati dengan tidur
Kalo kamu stres, jangan bilang mau mati
Karena masih terlalu banyak tugas menanti
Kalo kamu mati, ga ada yang bisa ngerjain lagi.
Kalo kamu stres, jangan kamu lari
Karena tugas akan terus mengejarmu
Jangan pula kamu sembunyi
Karena dia akan mudah memerangkapmu
Kamu dihidupkan, karena kamu ditugaskan
Kamu adalah panglima
Pedangmu ada di nafasmu
Kamu baru akan mati
Ketika tugasmu sudah benar-benar selesai
Rimie Ramadan
25.06.2012
Adalah ketika guyuran air pertama terasa begitu segar
Habis lembur
Adalah ketika pemandangan sehari-hari terlihat begitu indah
Habis lembur
Adalah ketika udara jam 11 pagi terasa begitu sejuk
Habis lembur
Adalah ketika perut menolak diisi karena cemilan dan sebah kopi
Habis lembur
Adalah ketika semua lelah harus diobati dengan tidur
Kalo kamu stres, jangan bilang mau mati
Karena masih terlalu banyak tugas menanti
Kalo kamu mati, ga ada yang bisa ngerjain lagi.
Kalo kamu stres, jangan kamu lari
Karena tugas akan terus mengejarmu
Jangan pula kamu sembunyi
Karena dia akan mudah memerangkapmu
Kamu dihidupkan, karena kamu ditugaskan
Kamu adalah panglima
Pedangmu ada di nafasmu
Kamu baru akan mati
Ketika tugasmu sudah benar-benar selesai
Rimie Ramadan
25.06.2012
27 Mei 2012
Newlywed Songs
The Love I Found in You. Sekedar menyimak lagu yg dibawakan Jim Brickman ini. Terlalu sayang bila dilewatkan. It's a perfect match for a newlywed couple. Let's look at the lyrics.
"You are the air I need to breathe
The river of life inside of me
You are the half that made me whole
You are the anchor of my soul"
Kau udara untukku bernafas
Aliran darah dalam tubuhku
Kau paruh yang buatku utuh
Kaulah tempat jiwaku berlabuh
Bait pertama begitu romantis ya? Begitulah, ini sebuah lagu yang benar-benar dipersembahkan untuk pasangan hidup yang sah. Yang berani menanggung segalanya bersama. Mengarungi samudra kehidupan berdua. Saling mengisi, tuk meraih impian bersama.
Sekarang, saya berikan juga secuplik lagu Warren Barfield yang beberapa waktu lalu dikirimkan oleh sahabat saya. Judulnya "Love is Not A Fight" silakan disimak.
"Love is not a place
To come n go as we please
It's a house we answer in
Then commit to never leave
Love is a shelter in a raging storm
Love is peace in the middle of the war
And if we try to leave
May God send angels to guard the door
No, love is not a fight
But it's something worth fighting for"
Pernikahan pun tak selamanya manis dan lurus. Masalah diciptakan untuk mengompakkan satu sama lain. Namun jika masalah tak kunjung reda, kadang hubungan yang sudah mencapai usia emas pun bisa bercerai. Karena itu, lagu di atas seperti sebuah reminder supaya maintenance dalam sebuah rumah tetap berjalan indah dan rukun. :)
Kenapa tiba-tiba saya posting cuplikan lagu seperti ini? Karena kebetulan saya mendapatkannya dalam waktu berdekatan dan sepertinya saling mengisi satu sama lain. Seperti pernikahan itu sendiri. :)
Semoga semua pasangan di dunia ini, tidak hanya langgeng sampai kakek nenek, tapi juga di surga di kehidupan kedua nanti. :)
------
Ria R. Ramadan
27.05.2012
Selamat 8 bulan Mas Bryan, moga sampai nikah n kupersembahkan 2 lagu ini buat kalian. :)
17 Mei 2012
Hujan II
Hujan, kuharap engkau datang malam ini. Atau esok pagi. Secepatnya.
Biarlah kawanmu si awan mendung menyamarkan keberadaan kami.
Hujan, datanglah. Deraslah. Sapulah. Sapu semua kedamaian yang ada di dalam diri ini.
Sapu dengan rasa syukur terindah yang pernah ada. Rasa syukur yang membuatku mengerti.
Adanya mereka adalah alasanku di sini. Alasanku untuk berjuang dalam arus globalisasi.
Keluarga, tempatku berasal. Tempatku kembali.
Hujan, Iringilah. Setiap detak yang tak henti. Setiap butir yang bergulir.
Jatuh ke pangkuanku. Menembus pakaian dan menyayat kulit.
Hujan, hujan, hujan. Kupanggil engkau. Sebagai selimut untuknya berlindung.
Gantikan aku. Hibur dia, jagalah ia. Lindungi matanya agar engkau tak berpindah ke bola matanya yang tajam. Bola matanya yang hitam, yang selalu menatap diriku dalam. Menatap diriku dalam malam.
Hujan. Hujan. Hujan.
---
Rimie Ramadan
17.05.2012
16 Mei 2012
Gaga Gagal Gara-Gara Gerakan Radikal
Sori nih, bukan mau offense atau apa. Hanya sedikit tergelitik dengan isu Lady Gaga yang baru ngerti gara-gara nonton teve. Saya sendiri cuma mau berpendapat, bukan berkomplot, apalagi menjelek-jelekkan yang bersangkutan. Saya netral.
Sebenernya gini, beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah video tentang persaudaraan pemuja setan, Illuminati, yang mungkin sebagian besar orang di luar sana terutama USA sudah menjadikannya lifestyle atau gaya hidup. Dimana gaya hidup itu terus terbawa (baca: didistribusikan) salah satunya melalui entertainment alias dunia hiburan, yang secara tidak langsung akan menjadi trademark artis dan akan diikuti terus oleh para penggemarnya. Bagi orang awam, hal itu ya hanya akan diterima sebagai trademark sang artis tanpa menelisik lebih dalam filosofi di dalamnya.
"Beruntungnya", Lady Gaga adalah salah satu tentara, atau bahkan menurut isu yang beredar, sudah diangkat menjadi "putri" di "kerajaan" tersebut. Sehingga setiap style, video, dan gaya yang dilakukannya pastilah menyimpan unsur kesetanan. Misal, erotisme di setiap video dan live perform, hanya memperlihatkan sebelah matanya di setiap foto dan cover album, dan banyak lainnya.
Dan ketika Sang Putri hendak menggelar konser di negeri yang mayoritasnya muslim ini, tidak ada respon pada saat tiket dijual. Entah kenapa, dengan sangat tiba-tiba, FPI bangun ketika konser hanya tinggal hitungan hari. Mengundang begitu banyak kontroversi dan kecaman dari para Monster (fans Lady Gaga, rrr.)
Saya sendiri antara sedih dan senang, juga takut saat menulis post ini. Karena saya pribadi mengagumi lagu dan fashion style Gaga yang "ajaib" tetapi saya sendiri sudah mengetahui latar belakang Lady Gaga yang seperti itu.
Sebagian besar masyarakat negeri ini sendiri rasanya masih terlalu polos dan naif. Menerima dan menyerap apa adanya. Sedangkan FPI sendiri adalah ormas yang anggotanya adalah mantan preman yang insyaf dan justru kepremanannya tersebut jadi benteng kuat untuk mempertahankan agama Islam. Jadinya terkesan frontal dan radikal.
Tapi kalau dipikir-pikir, kalau tidak ada ormas Islam tersebut, saya sendiri akan lupa kalau Gaga adalah Sang Putri Pembawa Misi. But I love her unique style, maksudnya materialnya tuh, unpredictable.
Sebenernya gini, beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah video tentang persaudaraan pemuja setan, Illuminati, yang mungkin sebagian besar orang di luar sana terutama USA sudah menjadikannya lifestyle atau gaya hidup. Dimana gaya hidup itu terus terbawa (baca: didistribusikan) salah satunya melalui entertainment alias dunia hiburan, yang secara tidak langsung akan menjadi trademark artis dan akan diikuti terus oleh para penggemarnya. Bagi orang awam, hal itu ya hanya akan diterima sebagai trademark sang artis tanpa menelisik lebih dalam filosofi di dalamnya.
"Beruntungnya", Lady Gaga adalah salah satu tentara, atau bahkan menurut isu yang beredar, sudah diangkat menjadi "putri" di "kerajaan" tersebut. Sehingga setiap style, video, dan gaya yang dilakukannya pastilah menyimpan unsur kesetanan. Misal, erotisme di setiap video dan live perform, hanya memperlihatkan sebelah matanya di setiap foto dan cover album, dan banyak lainnya.
Dan ketika Sang Putri hendak menggelar konser di negeri yang mayoritasnya muslim ini, tidak ada respon pada saat tiket dijual. Entah kenapa, dengan sangat tiba-tiba, FPI bangun ketika konser hanya tinggal hitungan hari. Mengundang begitu banyak kontroversi dan kecaman dari para Monster (fans Lady Gaga, rrr.)
Saya sendiri antara sedih dan senang, juga takut saat menulis post ini. Karena saya pribadi mengagumi lagu dan fashion style Gaga yang "ajaib" tetapi saya sendiri sudah mengetahui latar belakang Lady Gaga yang seperti itu.
Sebagian besar masyarakat negeri ini sendiri rasanya masih terlalu polos dan naif. Menerima dan menyerap apa adanya. Sedangkan FPI sendiri adalah ormas yang anggotanya adalah mantan preman yang insyaf dan justru kepremanannya tersebut jadi benteng kuat untuk mempertahankan agama Islam. Jadinya terkesan frontal dan radikal.
Tapi kalau dipikir-pikir, kalau tidak ada ormas Islam tersebut, saya sendiri akan lupa kalau Gaga adalah Sang Putri Pembawa Misi. But I love her unique style, maksudnya materialnya tuh, unpredictable.
13 Mei 2012
Trap!
Harapan.Semu.Kautanam.Dalam Mimpiku
Remuk.Redam.Patah.Arang
Sengajakah?
Atau
Aku yang melankolis?
Hebat.Kaurancangkan.Skenario Masa Depan
Kauceritakan.Kautunjukkan.Padaku
Sang Pemujamu
Tak kusangka
Kauberikan Peran Utama.pada yang lain
Bukan Aku
Haruskah mengemis?
Meminta kembali manuskrip yang kauceritakan dulu?
Tidak.Aku memang tak berbakat menjadi aktris.
Biarlah keserasian itu menjadi hak milik yang sepantasnya dapat.
Aku bersyukur dan berdoa, semoga manuskrip itu lancar dan berakhir bahagia.
Remuk.Redam.Patah.Arang
Sengajakah?
Atau
Aku yang melankolis?
Hebat.Kaurancangkan.Skenario Masa Depan
Kauceritakan.Kautunjukkan.Padaku
Sang Pemujamu
Tak kusangka
Kauberikan Peran Utama.pada yang lain
Bukan Aku
Haruskah mengemis?
Meminta kembali manuskrip yang kauceritakan dulu?
Tidak.Aku memang tak berbakat menjadi aktris.
Biarlah keserasian itu menjadi hak milik yang sepantasnya dapat.
Aku bersyukur dan berdoa, semoga manuskrip itu lancar dan berakhir bahagia.
29 Apr 2012
Rain and Life
Just hours ago, the rain passes through the river flow. giving a best day after a clear week. Thanks God, love to hear the drops.
Raindrops, the meaningful piece of water. It could be the joy, the sadness, uncertainty, passion, the best one, or the hardest one.
Just hours ago, i thought, the rain is simply do the cycles. And why do we don't?
Look at the raindrops. It falls, flows to the deepest land, and gathers at the sea. Then it evaporate to the sky, become clouds, then drops again.
Life is about chances which just as simple as rain. It cycles, and back to us some other times.
if Life is a recipe, Time and Chances is the most important seasonings. If you mistaken in 1st try, you can just do better in next-other tries. Mistake is just the goal that you didn't reach. Maybe.
Be happy for everything. Keep your hands open. Pray to Allah n believe in Him. Then Time and Chances will work better each day. :)
RRR.29.04.2012.
Raindrops, the meaningful piece of water. It could be the joy, the sadness, uncertainty, passion, the best one, or the hardest one.
Just hours ago, i thought, the rain is simply do the cycles. And why do we don't?
Look at the raindrops. It falls, flows to the deepest land, and gathers at the sea. Then it evaporate to the sky, become clouds, then drops again.
Life is about chances which just as simple as rain. It cycles, and back to us some other times.
if Life is a recipe, Time and Chances is the most important seasonings. If you mistaken in 1st try, you can just do better in next-other tries. Mistake is just the goal that you didn't reach. Maybe.
Be happy for everything. Keep your hands open. Pray to Allah n believe in Him. Then Time and Chances will work better each day. :)
RRR.29.04.2012.
Melati
Melati, lain bagimu, lain bagiku
Di tanganmu sekuncup melati dulu berada
Entah untuk apa, tapi bagiku memunculkan satu asa
Melati, kuncupnya membesar
Membuka pertanyaan, "akankah aku mendapatkan mekarnya?"
Sedikit-sedikit mulai kucium wanginya.
Melati, masih dalam genggamanmu
Kuncupnya makin membesar
Sebesar harapanku untuk menerimanya dari tanganmu
Melati, masih dalam angan
Menyimpan sejuta rahasia
terutama, "untuk siapa?"
Ketika kuncupnya mulai terbuka,
mataku semakin berbinar terpesona dengan kilaunya
Kian siap untuk dirangkai menjadi mahkota
Melati, sakaukan aku.
Kini harumnya menyesakkan,
sedang bagimu, wangi yang mendebarkan.
Kelopak itu masih menyimpan rahasia, "Untuk siapa?"
Sementara bagiku dunia melati sudah seperti makam kuburan
25 Apr 2012
Saya dan Bulan Kesembilan
April.
Ada banyak cerita.
Pameran arsitektur.
Riuh rendah ulang tahun.
Insting dan kebetulan.
Langkah masa depan yang masih acak semu.
April.
Dibuka dengan pertambahan usia, pengurangan jatah hidup, dan penyadaran akan keharusan hidup dewasa. Dewasa, berarti keteraturan, kebijaksanaan, kecerdikan berpikir. Yang tak pernah lepas dari kecurigaan, kebohongan, korupsi, alasan, ketidakjelasan dan non-toleransi.
Seringkali, aku tak mau cepat dewasa. Dewasa itu seperti kita tak bisa lagi bebas, kita seperti harus memiliki satu identitas pasti untuk bercampur dalam populasi. Kesempurnaan lah yang dituntut dalam kedewasaan. Jika kau tak sempurna, maka hanya dua pilihan: cari identitas lain atau dibuang.
April.
Dimana aku dan teman-teman sibuk menyiapkan pameran yang baru saja selesai tiga hari yang lalu. Pameran yang kurang tersiapkan namun syukurlah hasilnya sangat memuaskan. Meski harus membelah diri antara panitia dan bazaar, aku sudah lumayan bisa membagi waktu. Poster tim bisnisku tercetak dengan hasil memuaskan. Begitu pula dalam penjelasan proyek kelompok kami, lisanku cukup lancar untuk berbicara.
April.
Belajar melancarkan setir bersama seseorang yang kusayang. Yang biasanya kusetir hatinya dengan puisi-puisi karanganku. 2 minggu lalu dia menyempatkan waktu untuk mengajariku menyetir. Syukurlah, bahkan karenanya aku sanggup membawa mobil dari Jogja ke Magelang tanpa henti! Cukup frontal untuk pembelajar sepertiku. Dengan kehadirannya membuatku tenang dan jalan terus. Barulah sebelum masuk gerbang Borobudur, kami bertukar tempat.
April. Semoga 5 hari ke depan juga menyenangkan. Amin.
Ria R. Ramadan
13 Apr 2012
Cakap Senja
Kamu ksatria Bintang dan aku putri Bulan. Sedangkan malam, adalah cinta kita. Yang memerlukan kita berdua untuk menghiasinya.
Bintang tak pernah tahu bahwa Bulan slalu ingin bersamanya, menjaga dan merawat Bintang. Dan Bulan tak pernah bisa untuk melakukan itu.
Bulan hanya bisa nampak sepotong-sepotong. Hanya ada tiga malam dimana bulan benar-benar utuh menemani Bintang. Bahkan Bulan akan menghilang pada beberapa malam, karena dia tak mau mengganggu keindahan Bintang. Walau mendung, kilau Bintang tetap bisa terlihat setelah awan mendung lewat. Berbeda dengan Bulan yang punya hari terlarang menampakkan diri di langit malam.
Bagi orang awam, mungkin Bulan nampak lebih cantik daripada Bintang. Tapi sedikit yang sadar kalau pesona Bulan baru benar-benar muncul pada tiga malam utama, di pertengahan bulan. Yaitu di saat bulan purnama.
"Dan aku tetap mendampingimu menemani malam terindah itu." sahutmu.
Iya, kamu yang selalu ada di sana. Setiap malam.
---
Ria R. Ramadan
teruntuk Ady Putra Kurniawan
13.04.2012
menyambut kedatangan malam.
Bintang tak pernah tahu bahwa Bulan slalu ingin bersamanya, menjaga dan merawat Bintang. Dan Bulan tak pernah bisa untuk melakukan itu.
Bulan hanya bisa nampak sepotong-sepotong. Hanya ada tiga malam dimana bulan benar-benar utuh menemani Bintang. Bahkan Bulan akan menghilang pada beberapa malam, karena dia tak mau mengganggu keindahan Bintang. Walau mendung, kilau Bintang tetap bisa terlihat setelah awan mendung lewat. Berbeda dengan Bulan yang punya hari terlarang menampakkan diri di langit malam.
Bagi orang awam, mungkin Bulan nampak lebih cantik daripada Bintang. Tapi sedikit yang sadar kalau pesona Bulan baru benar-benar muncul pada tiga malam utama, di pertengahan bulan. Yaitu di saat bulan purnama.
"Dan aku tetap mendampingimu menemani malam terindah itu." sahutmu.
Iya, kamu yang selalu ada di sana. Setiap malam.
---
Ria R. Ramadan
teruntuk Ady Putra Kurniawan
13.04.2012
menyambut kedatangan malam.
Treasure Hunting
"People come and go in our lives, but our family are always there." --Catherine Pulsifer
Keheranan menyapaku begitu sampai di Bandara Nasional Bengkulu. Padatnya aktivitas penerbangan menghilang. Hanya ada satu pesawat yang terparkir di lapangan yang cukup luas. Bahkan bandaranya pun lebih kurang seperti salah satu kantor pemasaran di kota asalku. Mentari juga bersinar cukup terik siang itu.
Hari pertama, Kehangatan di Ufuk Senja
4 jam sudah aku berada di Bandara Internasional Adisucipto sampai akhirnya "diusir" meninggalkan kota Jogja. Burung besi siap menggendong kami menuju Bengkulu. Setelah singgah di Jakarta selama kurang lebih 2 jam dengan maskapai Singa Kesiangan (yg waktu itu -alhamdulillah-bangun pagi), kami menikmati kembali suasana awan putih dan langit membiru. Akhirnya, pukul 2 siang kami tiba di Bengkulu.
![]() |
| Athar, Bude Ida, Ama, Bude Parti @Adisutjipto |
![]() |
| Mie n Bude Parti @Soekarno-Hatta |
![]() |
| Mba Oka n Mba Marvi @Soekarno-Hatta |
![]() |
| Arrival Hall @Fatmawati Soekarno |
Syukurlah, kecil dan sedikitnya aktivitas penerbangan justru memudahkan kami dalam penungguan bagasi. Bagasi cepat dan mudah dikenali. Keluar dari bandara, kami pun langsung disambut generasi kedua Pakde Wasool yang semuanya datang menjemput, masing-masing dengan satu mobil.
Mbak Refi, Mbak Dina, Mbak Desi, dan Mas Hendri mengantarkan kami menuju kediaman ayah mereka. Sampai di tempat, sapaan yang pertama datang justru dari rombongan kloter Jakarta yang berangkat lebih awal.
Sore itu dihabiskan untuk menyamankan diri dengan naungan baru, mengobrol dalam suasana yang baru, bertukar kabar dan bergembira dalam games dan lelucon ngawur. Sampai akhirnya masing-masing capek sendiri dan kelipuk atau mengundurkan diri.
Sore itu dihabiskan untuk menyamankan diri dengan naungan baru, mengobrol dalam suasana yang baru, bertukar kabar dan bergembira dalam games dan lelucon ngawur. Sampai akhirnya masing-masing capek sendiri dan kelipuk atau mengundurkan diri.
Langganan:
Postingan (Atom)




